Don’t Worry Be Creative

PALEMBANG – Misah misuh mengenai blog dan website yang akan dikenakan pajak, akhirnya diluruskan oleh dua narasumber dari Kanwil DJP Sum-Sel dan Kepulauan Bangka Belitung di Atrium Palembang Indah Mall, Sabtu 23 Mei 2009. Melalui rangkaian talkshow untuk merayakan ulang tahun Trijaya FM yang ketiga, bersama Blogger Community, Trijaya mendapatkan informasi yang terang mengenai ketentuan tersebut.

Masalah ini muncul ketika Menristek mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa situs dibidik sebagai objek pajak karena dinilai bahwa perdagangan online di Indonesia kian marak. Menanggapi hal ini, para blogger yang baru merintis usahanya, resah. “Tidak perlu resah, karena sebetulnya ini bukan hal baru dalam perpajakan Indonesia, dari dulu juga sebetulnya semua perdagangan online juga kena pajak,” ujar salah seorang narasumber dari Kanwil.

Dua narasumber dari Kanwil menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti antara perdagangan secara online dan offline. Ketentuan perdagangan online sama persis dengan perdagangan offline. Tidak semua subjek pajak menjadi wajib pajak, karena ada ketentuan PTKP ( kurang lebih lima belas juta delapan ratus ribu per tahun) yang menjadi landasan apakah seseorang wajib membayar pajak atau tidak.

Tidak perlu ada kekhawatiran bahwa hal ini akan menyusahkan para pengusaha yang baru akan tembuh, terus berkarya tanpa rasa takut! Karena pemerintah tentunya telah memikirkan secara matang jika memang akan memngut pajak di objek objek tertentu. (vira)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: