Wajah Baru Isi DPRD Palembang

PALEMBANG – Wajah-wajah baru mewarnai kursi DPRD Kota Palembang periode 2009-2014, Minggu (17/5) menyusul penetapan resmi jumlah kursi parpol peserta Pemilu Legislatif 2009. Sebanyak 12 dari 37 parpol peserta Pemilu Legislatif 2009 di Kota Palembang, berhak mendapatkan kursi legislatif Kota Palembang.

Sementara dari 50 kursi DPRD Kota Palembang, hanya 10 orang atau 20 persen yang terisi wajah-wajah lama. Selebihnya merupakan wajah-wajah baru di DPRD Kota Palembang meski sebelumnya sudah pernah menjabat di DPRD.

Berdasarkan hasil penetapan perolehan kursi dalam rapat pleno KPU Kota Palembang, anggota KPU Kota Palembang Yudha Mahrom Darma Saputra menyebutkan, Partai Demokrat mendapatkan kursi terbanyak berjumlah 11 kursi. Disusul, Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang masing-masing memperoleh 7 kursi.

Selanjutnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 5 kursi, Partai Gerindra 5 kursi, Partai Hanura 5 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) 2 kursi serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2 kursi. Sedangkan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), PBR dan Partai Barnas masing-masing berbagi satu kursi di DPRD Kota Palembang.

Dalam rapat pleno tersebut, sempat diwarnai komplain dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Kota Palembang hingga akhirnya walk out (WO) dari rapat pleno. Yang diper-masalahkan adalah perolehan kursi di Daerah Pemilihan Palembang 2 (Ilir Timur II, Kalidoni, Sako dan Sematang Borang) yang hilang.

Menurut pihak PPRN, seharusnya dari hitungan PPRN mendapatkan satu kursi di dapil Palembang 2. Tetapi ternyata dalam pleno KPU Kota Palembang, tidak mendapatkan kursi pada dapil tersebut.
Ketua KPUD Palembang Eftiyani yang dikonfirmasi mengatakan, ketidakpuasan pihak PPRN tersebut diakibatkan perubahan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) hampir di seluruh daerah pemilihan di Kota Palembang. Perubahan memengaruhi perolehan kursi PPRN, dari dua kursi menjadi satu kursi saja.

“Karena dalam rapat pleno awal, kami (KPUD, Red) mensahkan perolehan suara Partai Persatuan Daerah (PPD) meski tak mengajukan satu pun calegnya di DPRD Palembang,”ujar Efti.

Namun belakangan diketahui, berdasarkan Peraturan KPU No 15/2009 pasal (77), partai politik yang tidak mengajukan nama calegnya, suaranya dianggap tidak sah. Selain itu juga didukung dengan rekomendasi dari Panwaslu Kota Palembang. Isinya meminta KPU Kota Palembang untuk mengembalikan proses rekapitulasi perhitungan suara, berdasarkan hasil penghitungan manual di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Penghapusan perolehan suara PPD mempengaruhi BPP. Akibatnya berpengaruh pula kepada sisa perolehan suara PDI Perjuangan di daerah pemilihan Kota Palembang 2. Akibatnya PPRN harus kehilangan satu kursi caleg di Kota Palembang.

“Pencoretan suara PPD menjadi suara tidak sah ini mengakibatkan perubahan BPP. Oleh karena ada suara sah yang dihapus, otomatis jumlah suara sah jadi berkurang,” terang Efti.

Ditambahkan, berdasarkan aturan KPU No 15/2009 pasal (77), parpol yang tidak mengajukan nama calegnya, dianggap tidak sah. Selain itu juga, didukung dengan rekomendasi dari Panwaslu Palembang, yang meminta KPUD untuk mengembalikan proses rekapitulasi perhitungan suara, berdasarkan hasil penghitungan manual di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Adu ke PolisiKetua DPD PPRN Kota Palembang Antoni Yuzar yang dimintai penjelasan mengatakan, akan mengadukan persoalan ini ke polisi. Alasannya karena KPU Kota Palembang dinilai telah melakukan manipulasi hasil penghitungan suara.

Pada hasil rekapitulasi dan perhitungan suara awal jelas Antoni, BPP adalah sebesar 13.408, setelah suara PPD dicoret otomatis BPP berubah menjadi 13.372. Itu berpengaruh pada sisa perolehan suara PDIP di dapil Kota Palembang 2 dari semula 3.723 menjadi 3.764.
Meski terjadi WO, pelaksanaan rapat pleno penetapan kursi dan caleg terpilih untuk DPRD Kota Palembang secara umum berlangsung lancar dan aman. Rapat pleno yang dilangsungkan di Media Center KPU Kota Palembang, dihadiri para pimpinan parpol peserta Pemilu ditingkat Kota Palembang.

Kantor KPU Kota Palembang dan Media Center mendapatkan penjagaan yang ketat dari kepolisian. Puluhan personil dalmas yang di back up Satuan Brimob, berjaga mulai dari pangkal Jl Mayor Santoso ke Kantor KPU Kota Palembang.

Sementara dari hitung-hitungan caleg yang memperoleh kursi, jumlah perempuan hanya 8 orang. Dari dapil Palembang 1 (3 perempuan), Palembang 3 (2), Palembang 4 (2) dan Palembang 5 (1).

“Sedangkan dari dapil Palembang 2 tidak ada caleg terpilih dari perempuan,” ujar Yudha yang ditemui usai melakukan rapat pleno.
Dari caleg terpilih tersebut, ternyata wajah lama tidak mendominasi. Dari 50 kursi, hanya 10 orang yang merupakan wajah lama.

Wajah-wajah lama itu M Barli Tarmi (PKS), Mulyadi, Fanani Yahya, Ahmad Nopan, Ilyas Hasbullah, Fathur Rachman dan Harnojoyo (Partai Demokrat), Yudi Irawan (PDI Perjuangan), Fatahillah Chan (Partai Patriot) dan HRM Salahuddin (PPP). (sripo)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: