Walhi desak pemerintah Daerah bertindak tegas terhadap Pertamina terkait kebocoran Pipa di Muara Enim

PALEMBANG – Permasalahan pencemaran oleh minyak bumi dan gas, akibat kecerobohan perusahaan terus saja terjadi di Sumatera Selatan namun tetap tidak ada tindakan serius dari pemerintah dan perusahaan untuk meminimalisir resiko yang dapat diderita masyarakat sehingga terus saja terjadi.

Baru-baru ini, Kebocoran sumur gas terjadi kembali, sumur gas Tua 01 milik PT. Indojaya sub kontraktor PT. Pertamina yang menyebabkan menyemburnya Minyak Mentah bercampur Gas dan Air Asin setinggi 15 Meter di desa Sukaraja Kecamatan Abab Kabupaten Muara Enim, pada tanggal 11 Mei 2009 yang sampai dengan hari tanggal 15 Mei 2009 belum dapat di hentikan.

Atas hal ini, Walhi Sumsel menilai bahwa PT. Pertamina Daerah Operasi Hulu (DOH) Sumbagsel yang melakukan eksplorasi minyak mentah di daerah tersebut telah melakukan kelalaian operasi. Selain itu Pihak perusahaan, dalam hal ini PT. Pertamina dan PT. Indojaya sebagai sub kontraktor, sangat lamban dalam merespon Kejadian ini sehingga menimbulkan keresahaan di masyarakat ini dapat dilihat dari sejak munculnya semburan tanggal 11 sampai saat ini (15 Mei ) belum ada upaya yang maksimal yang dilakukan oleh perusahaan untuk menutup Kebocoran Gas tersebut.

Dalam siaran persnya, Hadi Jatmiko, Manager Pengembangan Sumber Daya Organisasi (PSDO) Walhi sumsel mengatakn, berdasarkan Catatan Walhi sumsel sejak tahun 2000 s/d 2009 sedikitnya telah terjadi 35 kali, 9 kali terjadi di kabupaten Muara Enim yang semua kejadian kebocoran tersebut di dominasi oleh Kebocoran Minyak dan Gas yang dimiliki oleh PT. Pertamina.

“kejadian tersebut telah menimbulkan keresahaan dan kerugian warga Desa Sukajaya Kecamatan Abab Kabupaten Muara Enim baik secara moril/fsikis maupun material yang berakibat warga harus menghentikan aktififitas social ekonomi mereka,” ungkap Hadi.

Karena itu , Walhi sumsel mendesak Pemerintah Sumatera selatan untuk menindak tegas dan memberikan sanksi Hukum terhadap PT. Pertamina dan PT. Indojaya atas kejadian yang telah berulang ulang kali dilakukan sesuai dengan Undang undang Lingkungan Hidup No 23 tahun 1997 tentang penggelolaan Lingkungan Hidup.(Rilis/Fir)

  1. numpang baca-baca om/mbak yak,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: