Walhi Tuntut Pertamina ganti PIPA Instalasi saluran Minyak yang sudah TUA

PALEMBANG – Terkait dengan Kebocoran Pipa PT. Pertamina pada tanggal 29 April 2009 di desa Ibul Besar kampong III, Kecamatan Pemulutan Ogan ilir yang menyebabkan terjadinya kebakaran semak Belukar di daerah sekitar tersebut. WALHI Sumsel melihat bahwa persoalan tersebut sebenarnya masalah lama yang sebanrnya sudah harus diatasi sejak dulu. Dalam siaran persnya hari ini, Hadi Jatmiko, Manager Pengembangan Sumber Daya Organisasi ( PSDO )melihat, sudah banyak fakta yang terjadi disana, diantaranya :

1. Bahwa di tempat tersebut terdapat 2 pipa saluran minyak berdiameter 30 cm yang dimiliki oleh Pertamina EP Prabumulih, Pertamina Pendopo dan PT. Medco Energi untuk menyalurkan Minyak Mentah ke Pertaminan UP III yang ada di Plaju.

2. Bahwa Melihat dari Kondisi Fisik ke 2 Pipa yang ada dilokasi terdapat satu pipa yang kondisi nya sudah tua dan karatan yang terindikasi kuat dimiliki oleh PT. Pertamina hal ini sesuai dengan keterangan dari 2 orang Pegawai PT. Medco Energi yang kami temui dilapangan.

3. Bahwa berdasarkan keterangan Warga yang ada di dekat Lokasi tersebut, sekitar 1 bulan sudah pernah terjadi namun Respon dari pihak Pertamina hanya dengan menampal nya tidak ada upaya pengantian.

4. Bahwa Pemasangan pipa sendiri, berada diatas permukaan tanah padahal ini adalah daerah semak belukar yang mudah terbakar ketika terjadi kemarau padahal secara kalayakan pipa yang mengalirkan minyak dan gas dan melewati pemukiman adalah ditanam ditanah. Hal ini diperlukan untuk mengurangi resiko kebakaran, dalam hal ini PT. Pertamina jelas sekali sudah mengabaikan bahaya yang setiap saat bisa muncul.

5. Bahwa Berdasarkan Keterangan Kepala Desa Ibul Besar Pihak Pertamina tidak pernah melakukan perawatan dan Pengantian terhadap pipa pipa yang ada di desa tersebut padahal Kondisi pipa tersebut sudah Tua dan karatan rata rata berumur 80 tahunan.

6. Bahwa berdasarkan keterangan Warga tepatnya Pukul 12.00 wib di lokasi tersebut telah terlihat asap Hitam dan semakin tebal dan membesar pada pukul 15.00 wib.

7. Bahwa dari awal kejadian keluarnya api tepatnya Pukul 12.00 wib sampai dengan pukul 18.00 Wib tidak ada satu orang pun dari pihak PT. Pertamina yang mendatangi lokasi tersebut, apalagi untuk melakukan evakuasi guna memadamkan api yang timbul akibat kebocoran Pipa.

8. Bahwa akibat dari Kebocoran pipa yang menimbulkan api tersebut telah membakar semak belukar dan pepohonan yang ada di sekitar Lokasi sehingga menyebabkan Asap tebal yang membumbung tinggi yang menimbulkan kepanikan warga yang ada di sekitar Lokasi .

9. Bahwa Berdasarkan Data yang kami miliki sedikitnya sepanjang tahun 2008 telah terjadi 5 kali kebocoran Pipa Minyak Pertamina, yang tersebar di beberapa daerah seperti Banyuasin, Prabumulih, dan Muara Enim

Berdasarkan Temuan tersebut maka Walhi sumsel menyatakan :
1. Menuntut PT. Pertamina untuk melakukan pengantian seluruh Pipa pipa TUA saluran Minyak yang mereka miliki serta menanamkan pipa tersebut ke dalam Tanah

2. Menyesalkan atas kelambatan Respon dari PT. Pertamina terhadap kasus tersebut sehingga menyebabkan api semakin membesar dan membakar Pepohonan ( semak belukar ) yang ada di sekitar Lokasi tersebut berakibat menimbulkan kepanikan Warga.

3. Kebocoran Pipa Minyak PT. Pertamina yang mengakibatkan kebakaran tersebut telah menimbulkan kepanikan Warga yang ada di sekitar nya hal ini merupakan pelanggaran terhadap UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, bahwa setiap orang berhak mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak mendapatkan informasi terkait permasalahan lingkungan hidup;

4. Mendesak Gubernur Sumsel dan Pihak Pemerintahan Kabupaten Ogan Ilir untuk melakukan paksaan terhadap PT. Pertamina untuk mencegah dan mengakhiri terjadinya pelanggaran serta menanggulangi akibat yang ditimbulkannya sesuai dengan aturan Sanksi Administrasi dalam UU No. 23 Tahun 1997

5. Mendesak PT. Pertamina dan Perusahaan Migas lainnya yang ada di sumatera selatan untuk segera menerapkan early Warning system guna mencegah terjadinya korban, serta kerusakan dan kerugian yang lebih besar akibat dari kejadian kejadian yang serupa seperti ini.

Sementara itu, Humas Pertamina Prabumulih, Bambang Budi utomo sebelumnya kepada Trijaya mengatakan, pihaknya masih menyelidik peristiwa kebakaran pipa tua tersebut. Sejauhnya Pertamina, menurut Bambang, rutin menlakukan pemeriksaan pipa-pipa miliknya. Dia juga menyatakan, sejak Rabu (29/04/2009) malam, sekitar pukul 23 malam api juga sudah bisa dipadamkan.(Rilis/Fir)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: