Musim giling di PTPN VII

Musim giling tahun 2009 PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII di unit usaha Cinta Manis dilaksanakan Kamis malam, (17/4/2009), dihadiri Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi PTPN VII, dan Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Alex Noerdin, SH.

Pelaksanaan buka giling juga telah dilaksanakan di Unit Usaha Bunga Mayang, mulai Senin (13/4) lalu. Sebelumnya buka giling, dikedua pabrik tersebut telah dilaksanakan doa bersama (istiqosah).

“Diharapkan giling di Cinta Manis (Cima) dan Bunga Mayang (Buma) akan berakhir pada akhir Oktober 2009,” kata Direktur Produksi Mardjan Ustha, diacara pembukaan giling tahun 2009 di Cinta Manis.

Menurut Mardjan Ustha, pada musim giling tahun 2009 ini, PTPN VII menargetkan dapat memproduksi gula sebanyak 167.376 ton, dari dua unit pabrik gula (PG) tebu yang ada. Pabrik di Unit Usaha Bunga Mayang, Lampung Utara, diperkirakan memproduksi 89.614 ton dan Unit Usaha Cinta Manis, Sumatera Selatan, 77.762 ton. Produksi gula itu merupakan saripati dari produksi tebu 1,08 juta ton (Bunga Mayang) dan 924 ribu ton (Cinta Manis).

Menurut Mardjan, berbagai indikator yang berpengaruh terhadap produksi sudah diperhitungkan oleh manajemen dengan teliti. “Berbagai aspek dalam sistem diperhitungkan untuk mematok target, termasuk rendemen. Targetnya 8,2 untuk Cinta Manis dan 8,6 untuk Bunga Mayang. Namun, faktor alam hanya Tuhan yang tahu. Sebab, bisnis kami sangat bergantung kapada faktor cuaca,” kata Mardjan.

Pada tahun lalu masa giling sampai 250 hari selama panen. Untuk tahun ini, kami melakukan berbagai efisiensi dan efektivitas kerja sehingga ditargetkan selesai dalam 190 hari. Untuk mengatasi panjangnya masa giling yang berpengaruh kepada produksi akibat rendemen rendah. Pada musim giling 2010, kata Mardjan, kapasitas pabrik Cima dapat mengolah 7.000 ton per hari.

Sementara Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam sambutannya, kedepan PTPN VII khususnya UU Cima dapat meningkatkan gula lebih tinggi lagi. Untuk itu, pemerintah Provinsi Sumsel dan Kabupaten Ogan Ilir akan selalu berusaha memberikan dukungan dan bantuan kepada Cima dalam mewujudkan tercapainya terget tersebut.

Saat ini luas lahan tebu UU Cima sekitar 12.000 hektar dengan menghasilkan sekitar 70.000 ton gula setiap tahunya. Namun hal itu masih belum memuaskan karena setiap tahun provinsi Sumsel masih saja membutuhkan pasokan gula dari luar daerah sekitar 20.000 ton lebih. ”Karena itu untuk memenuhi kebutuhan gula diharapkan hasil produksi Cima dapat lebih ditingkatkan. Seperti memperluas kawasan lahan tebu hingga mencapai 100.000 hektar. Hal ini dapat terwujud dengan kerjasama dari semua pihak,” tegas Alex. (HUMAS PTPN VII)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: