Pemprop masih bahas syarat penerima rumah murah

PALEMBANG – Pemerintah propinsi telah membuat syarakt-syararat bagi penerima rumah murah. Namun sejauh ini, pendaftaran untuk mendapatkan rumah murah belum dibuka.

Demikian dikatakan oleh Asisten III Pemprop Sumsel Aidit Aziz. Menurutnya, pihaknya baru saja menyelesaikan pembahasan persyaratan untuk PNS dan guru sedangkan untuk pekerja informal belum selesai.

Dia menjelaskan, Secara umum, mereka yang belum memiliki rumah sangat berpeluang mendapatkan kredit rumah murah. Untuk PNS setidaknya golongan II sedangkan guru golongan III, memiliki prestasi dan tidak cacat selama berkarir baik sebagai PNS maupun guru. Untuk suarat administratif, harus disertai keterangan kewargaan dari lurah dan surat keterangan belum memiliki rumah.

“Kalau syarat khusus semua sudah jelas. Pak gubernur menambahkan satu syarat, yakni tidak merokok,” kata Aidit Aziz.

Sejauh ini hampir sebagian besar masyarakat bertanya waktu dan tempat pendaftaran karena keinginan masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga murah ekspektasinya sangat besar. Untuk itu, tim terpadu akan menyediakan tempat atau kantor khusus untuk pendaftaran.

“Ada tempat khusus untuk mendaftar. Bukan di kantor gubernur, bukan pula di kantor Dinas PU Cipta Karya,” katanya, seraya menambahkan untuk pendaftar dari masyarakat pekerja sektor informal kemungkinan besar akan dirumuskan pendaftaran melalui kecamatan dan diseleksi di kecamatan secara admnistratif dan seleksi oleh tim terpadu.

Sementara itu , Program rumah murah yang dicanangkan Pemprov Sumsel menjadi daya magnet tersendiri. Hampir setiap hari, ratusan warga baik pagi maupun sore mendatangi lokasi pembangunan rumah murah di Jakabaring. Di lokasi ini, telah dibangun dua unit rumah contoh tipe 36/120 dan pematokan lokasi sesuai urutan.

Ramainya warga yang berdatangan untuk melihat kondisi rumah murah ini, terkadang berbuah kekesalan pekerja yang bekerja melakukan pematokan. Betapa tidak, pekerja yang tidak mengetahui syarat dan ketentuan cara mendapatkan rumah murah ini, menjadi tempat bertanya para warga yang datang. Sedang asyik bekerja, ada saja warga yang bertanya. “Kami bilang tidak tahu menahu, tapi warga masih bertanya terus,” kata Wagimin (45) seorang pekerja yang bertugas membuat patok kavling. (Sripo/Fatur)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: