Enam Kabupaten di Sumsel Masih Tertinggal, Sumsel siapkan langkah percepatan

PALEMBANG – Sepertinya Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH dan Wakil Gubernur H Eddy Yusuf SH, MM harus bekerja keras untuk lima tahun kedepan. Pasalnya, enam kabupaten hasil evaluasi Departemen Dalam Negeri (Depdagri) masuk kategori tertinggal. Belum lagi jumlah masyarakat miskin yang masih di angka 1,3 juta jiwa (19,5 persen) dan rendahnya pendapatan perkapita masyarakat yang hanya Rp 617.000 per bulan.

Data ini diungkapkan Dirjen Pembangunan Daerah (Dirjen Bangda) Depdagri Dr Drs H Syamsul Rivai Arief MMS pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sumsel yang dihadiri Gubernur Sumsel Ir A Alex Noerdin, Wakil Gubernur H Eddy Yusuf, Ketua DPRD Drs H Zamzami Ahmad, para bupati dan walikota se Sumsel dan pejabat terkait lainnya di jajaran Bappeda di Sumsel. Selain data di atas, Syamsul memaparkan angka pengangguran terbuka yang mencapai 9,34 persen masih diatas rata-rata nasional sedangkan income rata-rata Rp 617.000 dibawa rata-rata nasional Rp 624.000. Untuk Indek Pembangunan Manusia (IPM) Sumsel berada di peringkat 13 secara nasional. Itu artinya, pembagunan di Sumsel harus menjadi perhatian serius.

Kepada Gubernur dan para bupati/walikota, Syamsul atas nama Menteri Dalam negeri, meminta agar kepala daerah merencanakan pembangunan sesuai dengan aspirasi dan keinginan masyarakat dan diselaraskan dengan program pembangunan yang diprogramkan pemerintah pusat.

Menanggapi laporan tersebut, Alex Noerdin mengatakan, pemerintah daerah memiliki strategi untuk menjadi Sumsel sebagai provinsi terdepan di Indonesia dengan bercermin dari kekurangan yang ada. Kelima isu strategis yang dijalankan adalah percepatan kesejahteraan masyarakat miskin, pengembangan SDM, reformasi birokrasi, peningkatan kegiatan ekonomi domestik dan pembangunan yang memanfaatkan potensi SDM yang berwawasan lingkungan hidup. Menyinggung soal enam kabupaten tertinggal, Alex Noerdin justru bertanya kabupaten mana yang tertinggal.

“Mungkin yang dimaksud pusat daerah pemekaran. Tapi saya melihat semua daerah maju dan berkembang. Tapi ambil hikmahnya saja, dengan begitu dana pusat untuk keenam kabupaten yang dikatakan tertinggal akan mengalir lebih banyak,” katanya. (Sripo/Fatur)

    • islamarket.net
    • April 13th, 2009

    ternyata mereka ketinggalan jaman? apa kayak di film laskar pelangi?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: