Pemilu : Ruangan Kantor Kecamatan IB II Disegel

PALEMBANG — Empat orang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang masing-masing tiga orang pegawai Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang dan satu orang pegawai Catatan Sipil (Capil), diamankan Poltabes Palembang. Mereka diduga mengubah rekap suara (formulir C1) dari salah satu Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang diduga dari kelurahan Kemang Manis.
Keempat tersangka yang diamankan tersebut yakni Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Zulkipli Saleh, Kasi Kessos Helmi Somad, Kasi Pemerintahan, Sutan Nafasir dan pegawai Catatan Sipil (Capil) Samosir.

Beruntung petugas polisi yang berjaga di lokasi memergoki aksi mereka yang sedang merubah formulir C1 di salah satu ruang di Kantor Camat IB II. Sripo yang datang lebih dulu menemui para tersangka sedang diinterogasi Kapolsek IB II, AKP Tri Sumarsih.

Kapoltabes Palembang, Kombes Pol Luki Hermawan pun hadir dan langsung menggelar rapat tertutup dengan camat, Kapolsek
IB II, KPPK IB II dan Panwaslu. Usai menggelar rapat, para tersangka langsung digiring ke dalam mobil kijang kapsul warna biru. Mereka diperintahkan untuk tidak memberikan keterangan sepatah kata pun.
Kapoltabes Palembang mengatakan keempat tersangka untuk sementara ditahan karena melakukan pengrusakan kotak suara. Mereka melakukan pengambilan rekap surat suara yang sudah disegel dan dipindah tempatkan padahal bukan panitia.

Untuk sementara, baru satu kotak rekap suara yang dibuka segelnya. Luki mengaku, belum mengetahui modus yang dilakukan para tersangka. Saat ini pihaknya sedang mendalami dan menyidik lebih lanjut. “Nanti dari hasil pemeriksaan akan dicek bersama-sama panwas sejauh mana dan apa motivasinya, baru kita akan lanjutkan,” lanjutnya.
Untuk sementara lanjut Luki, baru empat tersangka yang terlibat.

Namun tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan berkembang. “Ini belum mengarah ke siapa, kita menggunakan asas praduga tak bersalah. Kita akan periksa dulu, ambil BAP (berita acara pemeriksaan, Red) dan kenapa ia lakukan itu karena mereka bukan panitia,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Panwaslu Kota Palembang, Doni Suryadi menilai, diduga ada kegiatan yang melanggar pemilu. Pihaknya sedang melihat sejauh mana keterlibatan tersangka. Karena datang terlambat, Doni mengaku belu tahu banyak. Pihaknya akan ikut dalam penyidikan yang dilakukan Poltabes Palembang.

Sementara itu, Kasi Kessos, Helmi Somad ditemui di Mapoltabes Palembang mengaku, dihubungi Sekretaris Camat (Sekcam) IB II, Saparuddin sekitar pukul 09.00. Ia diminta mengubah hasil rekap suara yang disimpan di Gedung Serbaguna Kecamatan IB II.

Usai mengambil 18 lembar formulir rekap suara, ia lalu didatangi dua orang yang mengaku dari Dinas Capil Kota Palembang bernama Rupawansyah dan Samosir. Mereka lalu bersama-sama mengubah hasil rekap suara dibantu Zulkipli.

Perubahan rekap suara dilakukan di ruang Kasi Trantib IB II, Zulkipli Soleh oleh keempatnya. Keempat tersangka hanya berhasil merubah enam rekap suara sebelum akhirnya ketahuan salah satu petugas polisi.

Silakan Diproses
Sementara itu Sekda Kota Palembang H Marwan Hasmen ketika dikonfirmasikan soal PNS Kecamatan Ilir Barat II yang tertangkap di dalam Kantor Kecamatan mengakui mereka adalah PNS Kecamatan dan satu orang petugas Capil. “Ya kabarnya begitu, kami akan melihat dulu apa dan bagaimana persoalannya, saya akan minta laporan lengkap dari Camat dan Kepala Dinasnya,” ujar Marwan Hasmen seraya mengatakan seharusnya jika memang bukan tugas kita jangan dilakukan apalagi itu berurusan dengan hasil Pemilu.

“Kalau memang bersalah silakan diproses sesuai hukum, tapi kalau kesalahannya tidak ada maksud untuk menguntungkan partai atau caleg, kami minta diluruskan saja,” kata Marwan Hasmen seraya menambahkan bahwa pelaksana Pemilu Legislatif kali ini banyak sekali kekurangan dan kelemahannya. “Misalnya ketika saya meninjau langsung pencontrengan kemarin, saya lihat ada warga yang membuka kertas suara memperlihatkan kepada temannya di luar TPS, apa itu diperbolehkan, tapi petugas tidak melarang jadi saya anggap juga tidak masalah,” ungkapnya.

Semalam pukul 22.30, polisi dari Unit Resmob bersama petugas identifikasi dipimpin Kanit Resmob Poltabes Palembang Iptu Edi S memasang garis polisi di beberapa ruang di Kantor Camat IB II Palembang. Ruangan yang disegel antara lain gudang, ruang sekcam, aula penyimpanan kotak dan kertas suara. “Ruang ini secara hukum dilarang dibuka, guna proses penyelidikan,” kata Edi. Ruang yang disegel adalah ruang tempat para pelaku penglembungan suara melancarkan aksinya.

Pantauan Sripo, meski sudah disegel, beberapa petugas PPK masih berjaga ditempat itu. Apalagi didalam aula juga masih tersimpan kotak berisi surat suara. Beberapa anggota polisi juga menjaga tempat itu, kebetulan posisi kantor camat hanya berjarak tak lebih 200 meter dari Mapolsekta IB II. Sampai pukul 22.30, empat PNS Pemkot Palembang masih diperiksa intensif di Mapoltabes Palembang. (Sripo)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: