Teratai Putih harusnya tidak beroperasi

PALEMBANG – Pemerintah propinsi sumatera Selatan mengaku gerah, pasalnya terungkapnya kasus traficking yang dialami enam remaja asal Indramayu di lokalisasi Teratai Putih Km 7 Palembang. Padahal lokalisasi tersebut telah ditutup dan dilarang untuk praktik prostitusi sejak zaman Gubernur H Rosihan Arsyad dan masih berlaku hingga saat ini..

Menurut Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Eddy Yusuf, seharusnya penutupan ini ditindaklanjuti oleh aparat. Aparat harus betindak tegas terhadap praktek prostitusi disana.

Diakui Eddy, lahan lokalisasi tersebut bukan milik Pemprov Sumsel tetapi milik masyarakat yang bekerjasama dengan para oknum disana. Karenanya Pemprov Sumsel mengalami kendala penegakan hukum di lokasi tersebut. Kecuali jika, tanah tersebut dibeli atau diambilalih oleh pemerintah atau diambil alih oleh investor. (Fatur)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: