Walhi Sumsel : Daerah di Sumsel harus belajar dari bencana Situ Gintung

PALEMBANG – Walhi Sumatera selatan meminta agar pemerintah daerah benar-benar menjadikan pelajaran bencana yang terjadi di Situ Gintung – Cireundeu, Tangerang Selatan.

Dalam siaran persnya hari ini, Hadi Jatmiko, Manager Pengembangan Sumber Daya Organisasi ( PSDO ) mengatakan, kejadian tersebut bukanlah hal yang mustahil dapat juga terjadi di daerah ini, dengan mendasarkan fakta bahwa penyebab utama peristiwa Situ Gintung yaitu disebabkan rusaknya Lingkungan Hidup di daerah tersebut (JABODETABEK), yang secara real juga terjadi di Sumatera Selatan.
Menurut Hadi , Beberapa hal tentang kerusakan lingkungan hidup Sumsel, dapat Walhi sampaikan antara lain :

1. Sampai saat ini kondisi DAS di hulu sungai di daerah Tebing Tinggi (Empat Lawang), Muara Kelingi, Muara Lakitan, Muara Enim, OKU(S) dan Musi rawas terus mengalami defortasi atau kerusakan yang diakibatkan oleh penebangan liar, konversi hutan alam menjadi lahan perkebunan, pertambangan serta perambahan hutan lindung Bukit Barisan dan kawasan lindung di sempadan sungai. Secara real hal ini telah menyebabkan semakin dangkalnya kedalaman sungai serta semakin membesarnya luas sungai yang diakibatkan erosi.

2. Sampai saat ini konversi atau alih fungsi lahan terus terjadi di kawasan yang semula sebagai tempat penampung dan resapan air (rawa), kini telah menjadi komplek-komplek perumahan, perkantoran, dan ruko-ruko. Hal inipun dilindungi oleh Pemerintah Kota Palembang dengan dikeluarkanya Perda No. 5 Tahun 2008 tentang Pembinaan dan Retribusi Pengendalian serta Pemanfaatan Rawa, menyebabkan luasan rawa dikota palembang semula mencapai ± 200 KM² atau 54% dari luas kota palembang, kini menjadi ± 105 KM² atau tinggal 25 % dari luasan kota Palembang . Contoh kawasan konversi tersebut adalah jalan Soekarno-Hatta, sebelah Hotel Novotel, jalan R Sukamto, di belakang lapangan golf Kenten, Perumnas sako sehingga menjadikan kawasan ini menjadi langganan banjir setiap musim penghujan.

3. Sampai saat ini kolam retensi dan anak sungai musi baik alami maupun buatan yang ada di kota palembang yang difungsikan sebagai daerah resapan, penampungan dan pengaliran air yang berasal dari pasang surutnya sungai musi dan air hujan banyak mengalami pendangkalan. Penyebab hal ini karena pemerintah kurang memperhatikan kawasan tersebut, sehingga apabila hujan datang air tidak tertampung dan menyebabkan terjadinya banjir dihampir seluruh kawasan kota Palembang.

4. Sampai saat ini Ruang Terbuka Hijau dan Taman Kota terus mengalami penyusutan, yang diakibatkan oleh alih fungsi kawasan menjadi tempat bisnis, seperti pendirian restoran, cafe, sebagaimana yang terjadi di Kambang Iwak.

Karenanya, Menurut Hadi WALHI Sumsel, menyatakan :
1. Menuntut dan mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk segera mencabut PERDA No 5 Tahun 2008 tentang Pembinaan dan Retribusi Pengendalian serta Pemanfaatan Rawa dan segera menjadikan kawasan rawa yang ada dikota Palembang sebagai daerah konservasi yang dilindungi dan diatur dalam PERDA Kota Palembang.

2. Menuntut Pemerintah Kota Palembang untuk segera memindahkan segala kegiatan bisnis yang berada di Kawasan Terbuka Hijau dan menghentikan segala bentuk penebangan pohon untuk kepentingan pemasangan reklame produk-produk komersil.yang ada di kota Palembang.

3. Mendesak pemerintah kota Palembang untuk segera menata dan memperbaiki kolam Retensi dan anak sungai Musi yang ada di kota Palembang

4. Menuntut Pemerintah Propinsi sumatera Selatan untuk segera menghentikan pemberian izin terhadap kegiatan usaha perkebunan, HTI, dan Pertambangan yang ada di seluruh wilayah Propinsi Sumatera Selatan khususnya yang berada di Daerah Aliran Sungai guna mencegah terjadinya bencana seperti yang terjadi di Situ Gintung. (Rilis/Fir)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: