ANAK BUKAN CERMIN

PALEMBANG – Anak yang gagal bukan berarti bodoh. Karena ada banyak hal yang membentuk sikap dan sifat seorang anak. Apakah itu sekolah tempat dia menuntut ilmu, Apakah orang tua yang tidak mendukung, Keadaan rumah yang tidak nyaman dan lain-lain.

Psycho Family Kamis (12/03) bersma Dra. Yanti, Kepala Sekolah SD Auladi membahas perihal kegagalan anak. “Jangan sekali-kali kata bodoh ditujukan untuk anak, karena hal itu akan tertanam di benak si anak, lama-lama anak kita akan benar-benar bodoh karena dirinya sendiri berpikir bahwa ia bodoh.” ujar Yanti.

Sama halnya seperti orang tua mengatakan ‘Kamu Nakal’, maka memori si anak akan merekam kata-kata itu, hal ini akan mereduksi self esteem dari si anak. Yanti mengatakan bahwa ada kecenderungan anak untuk ‘membangkang’ “Apalagi anak-anak itu cenderung melakukan kebalikan dari apa yang kita perintahkan. Misalnya kita bilang ‘Jangan Lari’, maka mereka akan lari. Daripada menggunakan kata ‘Jangan Lari’ lebih baik gunakan kata ‘ayo berjalan.

Kita harus melihat kembali penyebab kegagalan anak sebelum langsung menyalahkan anak tersebut. Banyak kemungkinan misalnya kita terlalu memaksakan kehendak kita kepada si anak “Orang tua membebani anak dengan banyak hal, Les Bahasa, Les alat musik, ikut eskul ini itu padahal anak nya lelah atau malahn tidak mau.”

Anak bukan cermin, tempat orang tua melihat bayangan dirinya. (vira)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: