Riza Arshad “Simak Dialog” Release Album Baru “Demi Masa”

Salah satu event jazz tahunan yang ditunggu public jazz Indonesia adalah Jakarta International Jazz Festival atau lebih dikenal dengan Jak Jazz. Tahun ini Jak Jazz akan berlangsung secara in dan out door di Istora Senayan Jakarta mulai 28-30 November 2008 mendatang. “Untuk tahun ini sekaligus sebagai ulang tahun ke-10 event ini terselenggara sejak tahun 1988 yang lalu, memang agak sedikit special” ini dikatakan langsung oleh penggagas dan penyelenggara “Ireng Maulana” dalam perbincangan di Jazz On Trijaya Edisi Minggu, 21 September 2008 jam 19.00-21.00.

Om Ireng panggilan akrabnya menjelaskan bahwa akan ada performance khusus yang diadakan di 3 tempat menyambut Jak Jazz 2008 yaitu 1 tempat di Bandung, 2 tempat di Jakarta kemungkinan di TIM atau Ancol. Ada juga rencana pra event sebelum Jak Jazz digelar yang sekaligus sebagai promosi yang akan melibatkan musisi jazz Idang Rasjidi, Tompi, Syaharani dan Om Ireng sendiri. Sementara itu dari list artis yang tampil diantaranya Yellow Jackets yang rencananya akan diusahakan berkolaborasi dengan Kiboud Maulana dan ini masih diusahakan karena menurut Om Ireng “ Personil Yellow Jackets sudah cukup tua , memang tadinya rencana kolaborasi dengan Dewa Budjana dan Tohpati tapi gak jadi “

Terkait dengan budget event Jak Jazz sendiri dari tahun ke tahun semakin membesar kalo tadinya hanya 2-3 milyar untuk Jak Jazz 2008 tahun ini biaya mencapai 7-9 milyar. Dan dari sponsor hanya memback up sekitar 50 % , Om Ireng juga sedikit mengeluh, karena Pemerintah dalam hal ini kurang begitu perhatian padahal event ini juga membawa harum nama bangsa ke tingkat International.

Riza Arshad terlahir di Jakarta, 2 November 1963. Sarjana Desain dari ITB ini belajar piano klasik pada usia 6 tahun. Sempat berguru dengan Rumende(alm), Aries Dauna(alm) untuk klasik dan pop serta Bambang Nugroho(Bhaskara), Jack Lemmers & Indra Lesmana untuk Jazz. Inilah pengakuan “Ija” panggilan akrabnya sewaktu diajak ngobrol di Jazz On Trijaya. Saat usianya menginjak 15 tahun, Riza bersama Iwan “Luke” Arshad(alm), Raidy Noor dan Cendy Luntungan mendirikan group Rara Ragadi(1978) yang beraliran art-rock progresif. Kelompok ini sempat menelurkan sebuah album bertitel Rara Ragadi (Duba Records) tahun 1979. Semenjak itu, Riza kemudian sering membantu berbagai kelompok musik ataupun perorangan. Beberapa diantaranya yaitu Combo 11 bersama Erwin Gutawa dan Cendy Luntungan dari tahun 1978-1980. Kemudian Jazz Raiders tahun 1983, lalu Jack Lesmana Combo ditahun 1986. Bersama Ekki Sukarno dan Eet Syahranie pada 1987-1989 lewat Kharisma Indonesia juga dilakoninya. Selain itu ia sempat pula bergabung dengan Twilite Orchestra bersama David Foster, lalu Jakarta ‘J Dream’ big band tahun 1995, Trisutji Kamal ansambel. Tahun 1996 bersama Cok Rampal dan Iwan Fals lewat Trahlor. Riza lalu mendirikan SimakDialog yang terdiri dari Tohpati(gitar), Arie Ayunir(drum), Indro(bass) serta Riza Arshad(piano, akordeon) ditahun 1993 dan bertahan hingga sekarang meski personil kelompok ini telah berganti. Lewat SimakDialog, Riza merilis dua album yaitu Lukisan(Suryanada) tahun 1996 dan Baur(Chico&Ira) tahun 1999. Bersama pemain gitar senior, Oele Pattisellano, Arie Ayunir pada drum(saat ini tinggal di AS) dan Yance Manusama pada bass mereka membuat formasi AYOR, di tahun 1994. Pada tahun 2000 lalu Riza bergabung bersama kelompok Indra Lesmana – Reborn dan telah merilis sebuah album bertitel ‘Reborn’ dibawah label BMG Indonesia.

“ Rencana akhir Oktober 2008 ini kami akan merilis album ke-5  Simak Dialog yaitu Demi Masa “ tutur Riza Arshad , dimana album ini direlease oleh Perusahaan Rekaman dari Amerika.

Session terakhir Jazz On Trijaya, sempat mengajak bincang-bincang Ajie Wartono dari Wartajazz yang berdomisili di Yogya. Menurutnya perkembangan komunitas jazz di Yogya sudah mulai berkembang sejak tahun 2000-an. Sekarang bahkan ada beberapa komunitas seperti Jazz On The Street, Yogya Jazz Society,Yogya Jazz Club yang sebetulnya orang-orangnya memang saling mendukung dan bekerjasama. Hal ini semakin meningkatkan skill musikalitas musisi jazz Yogya, walaupun masih jarang grup-grup jazz Yogya yang membuat rekaman jazz indie label. Tapi ada yang unik dengan Yogya yaitu munculnya Vertigong – Orang Jawa Bermain Jazz yang dicetuskan oleh Mas Purwanto dari KuaEtnika dengan konsep improvisasi karena di gamelan ada yang namanya balungan ini konsep melodi di gamelan yang digabung dengan jazz.

Untuk event jazz yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini di Yogya sendiri akan ada Ngayogjazz yang rencana berlangsung 23 November 2008 mendatang di desa Tembi ,rencana akan ada musisi dari Australia yang juga terlibat . ( Eko Adji )

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: