Elang Gumilang, wirausaha Muda, Ramah dan Rendah Hati

Anda pasti pernah membaca artikel tentang Elang Gumilang, pernah dengar namanya yang disebut sebut sebagai wirausaha muda, mahasiswa beromset 17 miyar, atau pelopor perkreditan rumah layak huni untuk masyarakat miskin.

Selama ini banyak developer yang membangun perumahan namun hanya bisa
dijangkau oleh kalangan menengah ke atas saja. Jarang sekali developer yang
membangun perumahan yang memang dikhususkan bagi orang-orang kecil. Elang
Gumilang (22), seorang mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha tinggi
ternyata memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum kecil yang tidak memiliki
rumah. Meski bermodal pas-pasan, ia berani membangun perumahan khusus untuk
orang miskin. Apa yang mendasarinya?

Trijaya Palembang, dalam program profil minggu ini edisi 26 Juli 2008 berkesempatan untuk mewawancarai pria muda ini. Ramah dan rendah hati terdengar dari intonasi suaranya, Elang gumilang tidak segan berbagi rahasia kesuksesan usaha usahanya.

“saya mulai terjun ke dunia wirausaha ini sejak kelas tiga SMU, mulai dari jual donat, jual minyak goreng keliling, jual lampu bahkan jadi tukang sepatu sampai marketing perumahan” ujarnya

Dalam hati, Elang bertekad setelah lulus SMA nanti ia harus bisa membiayai
kuliahnya sendiri tanpa menggantungkan biaya kuliah dari orang tuanya. Ia
pun mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta
untuk modal kuliahnya kelak.

Pengalaman bekerja di marketing perumahan membuatnya mempunyai pengetahuan
di dunia properti. Sejak mimpi itu ia mulai mencoba-coba ikut berbagai
tender. Tender pertama yang ia menangi Rp 162 juta di Jakarta yaitu
membangun sebuah Sekolah Dasar di daerah Jakarta Barat. Sukses menangani
sekolah membuat Elang percaya diri untuk mengikuti tender-tender yang lebih
besar. Sudah berbagai proyek perumahan ia bangun.

Selama ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk orang-orang kaya
atau berduit saja. Sedangkan perumahan yang sederhana dan murah yang
terjangkau untuk orang miskin jarang sekali pengembang yang peduli. Padahal
di Indonesia ada 70 juta rakyat yang masih belum memiliki rumah. Apalagi
rumah juga merupakan kebutuhan yang sangat primer. Sebagai tempat berteduh
dan membangun keluarga. “Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di
kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya
kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai
sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah,” jelasnya.

Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, ada tipe 22/60 dan juga tipe
36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut
ditawarkan hanya seharga Rp 25 juta dan Rp 37 juta per unitnya. “Jadi, hanya
dengan DP Rp 1,25 juta dan cicilan Rp 90.000 ribu per bulan selama 15 tahun,
mereka sudah bisa memiliki rumah,” ungkapnya.

Inilah cita cita mulia yang akhirnya terwujud dari seorang mahsiswa semester akhir yang saat ini sedang merampungkan skripsinya.

ditanya tentang apa lagi yang ingin diraihnya dalam hidup, dia menjawab dengan antusias,ingin menjadi tauladan bagi generasi muda, membantu masyarakat sekitar, dan
meraih kemuliaan dunia serta akhirat. (dinnaherly)

About these ads
  1. Kapan saya menyusul yach..

  2. jika hanya bertanya: “Kapan saya menyusul yach..?”..semua hal tidak akan pernah terwujud…then…

  3. bagus………

    • j1h4d
    • Januari 31st, 2009

    saya sedang menapakinya

    do’ain be yo….

  4. Sedang merintis mengikuti jejak beliau

    • trijayafmplg
    • Juni 30th, 2009

    semoga sukses rekan rekan

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: