Ancaman Punahnya Bahasa Daerah (1)

Penutur Tidak percaya diri

Harus diakui, Indonesia adalah Negara yang kaya dengan keanekaragaman budaya. Tidak hanya musk, lagu, dan tari-tarian. Tapi hal yang paling esensial adalah bahasa. Walaupun bahasa Indonesia sudah sejak lama diakui sebagai bahasa pengantar, namun bahasa daerah tetap hidup dan dipakai dalam keseharian masyarakat Indonesia.

Sayangnya dari 713 bahasa daerah di Indoensia yang sempat teridentifikasi, sebagian kecil darinya sudah punah.

Di Sumsel pun, setidaknya ada puluhan bahasa daerah yang masih hidup dan terus dituturkan oleh para penggunanya. Selain bahasa Indoensia digunakan sebagai kegiatn resmi, bahasa daerah ini menjadi bahasa pergaulan sehari-hari antar suku.

Belasan bahas tersebut tersebar di kota Palembang, daerah Komering, Lematang, Ogan, daerah Musi dan yang lainnya.

Menurut Pegiat seni dan budaya di Palembang Vebri Al Lintani penyebab semakin berkurangnya penutur bahasa daerahnya disebakan adanya dua sebab. Pertama, mereka tidak percaya diri menggunakan bahasa daerahnya, dan yang kedua pengaruh budaya global yang mendesak budaya lokal.

Di Sumsel sendiri menurut Vebri, masih cukup banyak bahasa daerah yang masih dituturkan oleh suku-suku yang menggunakannya. Setidaknya dari 4 suku bangsa di Sumsel, semuanya memiliki bahasa daerah, dengan dialeknya masing-masing.

Menurutnya peranan media massa dan pendidikan sangat besar untuk melestarikan bahasa daerah ini. Dengan Melalui media massa, bisa membentuk kepercayaan diri masyarakat jika divisualkan. Sementara sekolah dapat membuat kurikulum muatan lokal untuk pelajaran bahasa daerah ini. (Fir)

Iklan
    • Yunus
    • Mei 31st, 2008

    inilah akibat dari globalisasi saat ini. Orang-orang lebih percaya diri memakai bahasa Inggris, dan bahasa gaul. Jadinya bahasa daerah terpinggirkan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: