Tangan Di Atas

5 11 2009

Tangan di atas, istilah ini lebih di artikan kepada kecenderungan memberi dan peduli kepada sesama, namun siapa sangka Tangan di Atas pun ada komunitasnya.

Tangan di atas merupakan komunitas bisnis di Indonesia, dari namanya pasti sudah bisa kit tebak kalau isi didalamnya adalah para pengusaha pengusaha sukses yang suka memberi. The club di Trijaya Sumsel mencoba mengupas lebih banyak tentang komunitas ini, dan berhasil terhubung melalui telpon bersama Founder dari tangan di atas Indonesia, Bpk Badroni Yuzirman.

“saya berfikir untuk membuat komunitas ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, awal mula saya membangun usaha, saya merasakan jatuh bangun yang luar biasa. Ketika jatuh, saya mencari cari siapa yang bisa membantu saya keluar dr masa sulit, dan hasilnya nihil. Sejak saat itu saya dan kawan kawan mencoba mengcreate sebuah komunitas yang bersedia membantu sesama pebisnis, dengan nama tangan di atas” ujarnya mengawali perbincangan.

Dalam aktivitasnya, TDA adalah komunitas sosial, non profit. Tapi tujuannya adalah pragmatis yaitu agar para membernya menjadi 100% TDA alias pengusaha kaya. Jadi yang bergabung disini harusnya bersedia membantu satu dengan yang lain, baik berupa trik bisnis, sharing ide dan masukan bahkan suntikan dana dengan aturan main yang diberlakukan.

Ketika ditanya, siapa saja yang bisa bergabung dengan komunitas TDA di Indonesia, Badroni Yuzirwan menjawab dengan ringan.. ’siapa saja, pengusaha sukses, menengah, baru mau membuka usaha, maupun bukan pengusaha”

Sampai dengan saat ini sudah ada lebih kurang 1300 pengusaha yang tergabung dalam TDA se Indonesia sejak didirikannya 22 January 2006 silam. Dengan kegiatan yang dilakukan bervariatif, mulai dari seminar, bussiness games, bussiness coaching, sampai ke kegiatan kegiatan sosial di luar komunitas.

Di Palembang sendiri sudah ada beberapa pengusaha yang sedang menghimpun anggota untuk bergabung dalam komunitas TDA wilayah Palembang, tujuannya juga sama agar mereka bisa saling membantu satu dengan yang lainnya ketika sedang dalam kesulitan.

“harapannya ke depan komunitas ini akan menjadi lebih berkembang, mengingat, kepedulian sesama pengusaha akan sangat bermanfaat bagi pengusaha lainnya” ditambahkan oleh Badroni. (dinnaherly)





Komik pun, ada komunitasnya

26 10 2009

Komik, tidak selalu identik dengan anak kecil walaupun kebanyakan penyuka komik adalah anak anak usia pra sekolah sampai tingkat sekolah dasar. Kalau anda masih ingat, sewaktu kecil mungkin anda memiliki cukup banyak koleksi komik, atau bahakan masih ada yang menyimpannya sampai dengan saat ini.

Buku bergambar dengan warna dan tulisan beralur cerita ini bisa ditemui dengan mudah disetiap toko buku terdekat. Jenisnyapun beraneka ragam, ada yang berseri atau cerita lepas tanpa sambungan. Bedasarkan jenis cerita pembaca bisa memilih sendiri sesuai dengan selera mereka, petualangan, humor atau kisah remaja.

Sejauh ini komik komik di Indonesia didominasi oleh komik komik jepang, Di awal 1990-an Indonesia dibanjiri oleh komik- komik Jepang, ini terjadi setelah masa kejayaan Godam dan Gundala Putra Petir surut ditahun 1970-an. Toko-toko dan tempat persewaan buku dipenuhi cerita bergambar import dari negeri matahari terbit itu. Komik-komik yang hadir menyajikan tidak saja adegan laga yang diwakili oleh Chimi, kenji, Saint Seiya, atau Tiger Wong ; tetapi juga untuk kalangan Remaja yang lebih populer sekarang disebut ABG (anak baru gede) yang sedang mekar- mekarnya, seperti Candy-Candy atau juga komik jenaka seperti Kobo Chan . Komik atau kartun telah ikut memperkaya Jepang yang kurang memiliki hasil hutan, tetapi sangat jitu dalam meniru dan memanfaatkan peluang terutama terhadap produk-produk industri. Setelah sepeda motor, mobil dan komputer, mereka merambah komik tetapi bukan sekedar jadi. Bahkan menjadi primadona untuk bacaan anak-anak dan remaja masa kini khususnya di Asia, mereka sekarang lebih mengemari Srikandi Alies warna warni atau kucing robot yang pandai melayani juga Sailor Moon dan dragon Ball Z dan lainnya, bukan lagi Flash Gordon, Garht Goofy, Mickey mouse, atau Donal Duck.

Maraknya Komik di Indonesia ini pula yang akhirnya membuat beberapa pencinta komik di negeri kita membentuk sebuah komunitas pencinta komik dengan tujuan mengembangkan minta dan bakat dari anggotanya.

Siapapun bisa bergabung dalam komunitas ini, baik tua muda, remaja atau dewasa. Bukan hanya untuk berabagi pendapat tapi juga dapat nyumbangkan hasil karya mereka melalui web yang disediakan oleh komunitas ini, Kikers, mereka menyebut setiap anggotanya, bisa meregistrasikan diri ke dalam http://kik.forwardest.com/ dan mengetahui banyak hal dari sana, mulai dari kegiatan, forum sampai komik online buatan para anggota.

Semoga dengan adanya komunitas pengembang hobby seperti ini, Komik Komik hasil karya anak negeri bisa hidup kembali dan terlahir pula komikus komikus baru yang handal. Semoga ( The Club 24 Okt 09, DinnaHerly)





Lions dan Rotaract club, sama sama untuk kemanusiaan

27 07 2009

Bergabung dengan komunitas dapat membuat seseorang menjadi lebih bisa mengembangkan diri dan potensi yang ada pada mereka berdasarkan hobby dan kemampuan yang dimiliki. Tidak heran apabila saat ini kita dapati banyak sekali komunitas yang memiliki ciri.

Diantara sekian banyak komunitas yang berkembang saat ini, terdapat beberapa yang merupakan jejaring international, dua nama yang cukup dikenal adalah Lions Club dan Rotaract Club.

Sisi sosial, menonjol dari dua komunitas ini, pada The Club edisi Sabtu 25 Juli 2009 dikupas bahwa tujuan dibentuknya komunitas ini antara lain agar tumbuh kesadaran pada masing masing anggotanya untuk lebih peduli kepada sesama.

Lions Club Indonesia misalnya, senantiasa melakukan hal hal sosial satu diantara sekian banyak misalnya memprakarsai kegiatan donor mata di Indonesia dan yang terbaru adalah pendirian Klinik Hemodialisis untuk Penyakit Ginjal Kronik,

Walaupun berbeda cara, Rotaract juga melakukan kegiatan kegiatan dengan tujuan yang sama, hanya saja sebagian besar anggotanya adalah orang orang muda. Ketika Lions Club menganggarkan dana serta mengumpukannya dari para anggota, Rotaract mencoba mencari dana melalui event yang mereka buat sendiri, seperti pengumpulan baju second para anggota yang kemudian di jual dengan harga sangat murah kepada masyarakat. Hasilnya tentu saja untuk mereka yang membutuhkan.

Tentu saja, kita berharap akan ada banyak lagi komunitas yang peduli sesama seperti ini, sehingga benefit sebuah club bukan hanaya bisa dirasakan oleh para anggota, namun juga orang lain, masyarakat luas yang ada disekitarnya. (dinnaherly)





Ulang Tahun, Simanis launching album

7 07 2009

Tidak terasa, 4 tahun sudah Singa Mania Indonesia mencurahkan segenap tenaga mereka untuk memberikan dukungan kepada Sriwijaya FC,Selain Bola mania lain yang juga turut memegang peran atas kemenangan Sriwijaya FC.

Sabtu, 4 Juli 2009 kemarin, Singa Mania Indonesia, merayakan Ulang Tahun ke 4 mereka di Selebriti Cafe. Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf dan pihak manajemen SFC MC Baryadi dan Faisal Mursyid.

“Suporter merupakan salah satu elemen yang juga turut andil memajukan Sriwijaya FC. Kedepan kami berharap semua elemen baik supporter, manajemen, dan lainya bisa meningkatkan kerukunan untuk meningkatkan Sriwijaya FC,” kata Wakil Gubernur.

Ketika dihubungi dalam Acara The Club di Radio Trijaya Palembang beberapa jam sebelum acara , Presiden Simanis, Qusoi mengatakan “acara ulang tahun ini bukan sekedar peringatan tahunan, tapi juga merupakana anjangsana syukur atas kemenangan kembali Sriwijaya FC pada grand final Piala Copa beberapa waktu yang lalu”

Bersamaan dg itu pula, Simanis melaunching lagu mereka. Simanis Band yang merupakan group band komunitasini akan membuat album yang bernama Mesin Tempur. Albumnya sendiri terdiri dari lima lagu ciptaan kreatif anak-anak Simanis. Yakni, Jangan Letoi (berbahasa Palembang), Sriwijaya FC Jangan Loyo, Ai Mang Cek Bik Cek, Mesin Tempur, Tragedi double winner 2007, dan Simanis Pejuang Sriwijaya FC. (dinnaherly)





Palembang Facebook Community, hadir di Palembang

22 06 2009

Facebook saat ini menjadi situs jejaring yang menduduki posisi tertinggi diantar abeberapa situs yang belakangan diminati. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh jaringan sosial satu sama lain yang terhubung melalui facebook. Banyak nya pengguna facebook, sehingga tergagas ide untuk menghimpun para pengguna ke dalam komunitas di beberapa wilayah.

Itu pula yang dilakukan oleh M. Abriza Hartawan (Ketua Palembang Facebook Community) dan rekan rekan.

“Selain ingin menjalin kedekatan dengan teman teman par apengguna facebook yang ada di kota Palembang, kami juga ingin melakukan hala haal yang bisa memebrikan manfaat bagi masing masing kami dan juga masyarakata banyak” ujarnya ketika menghadiri undangan Trijaya dalam acara The Club, Sabtu 20 Juni 2009 yang lalu.

Palembang Facebook Community sendir baru dideklarasikan beberapa bulan yang lalu, namun sudah melakukan beberapa kegiatan, diantaranya nonton bareng Ketika Cinta Bertasbih, “dan yang akan datang ada penggalangan batuan untuk korban Bencana Kebakaran di 5 Ulu Kertapati, Juga kompetisi Futsal” tambahnya.

Untuk menjadi anggota, mudah saja, anda harus memiliki account facebook , bergabung dengan Group Palembang facebook community, kemudian mendaftarkan diri menjadi anggota dg mengisi formulir pendaftaran lalu membayar uang pendaftaran Rp. 20.000 rupiah.
anggota akan mendapatkan member card, stiker dan dilibatkan dalam kegiatan kegita PFC.

Dinnaherly





Klub kebugaran, pilihan warga metrpolitan

12 04 2009

Memiliki komunitas khusus memang menyenangkan apalagi jika dalam komunitas tersebut kita bertemu dengan orang orang yang memiliki kesamaan visi dan misi.

The Club di radio Trijaya FM Palembang kali ini ( Sabtu 11 april 09 ) mencoba mengupas sisi lain dari klub kebugaran. Sekelompok orang yang mengimpikan hidup sehat atau meng create tubuh mereka menjadi bentu bentuk tertentu berkumpul di sebuah tempat lengkap dengan peralatan dan para instrukturnya. Dengan semangat mereka yang tergabung dalam klub kebugaran langsung mengikuti satu persatu instrusksi yang diperintahkan.

Taukah anda kalau harga kesehatan itu sangatlah mahal?

Ternyata, Klub klub kebugaran ini dibentuk dengan biaya yang tidaklah murah. Pusat kebugaran sendiri tidak didirikan di sembarang lingkungan. Hanya di tengah kota, atau didalam komplek komplek real estate, bahkan di hotel hotel berbintang.

Mereka dikenakan biaya biaya, diantaranya Iuran perbulan yang bisa mencapai 1,4 bahkan 2 juta, tidak cuma itu biaya perbulan yang harus mereka bayarkan juga hampir 500ribu rupiah. Inilah sisi lain dri klub kebugaran ini.

Tidak heran, banyak anggotanya terdiri dari profesional muda, mapan dan metropolis. Apa kah anda sudah bergabung didalamnya? (dinnaherly)





Tidak Mudah membentuk Kelompok Paduan Suara

31 03 2009

Banyak hal yang dapat mendasari mengapa beberapa orang akhirnya tergabung dalam sebuah komunitas, bisa karena Hobby, atau alasan lainnya. Saat ini, banyak kita temui komunita komunitas di palembang yang berupaya untuk menjadikan komunitas mereka bukan sekedar kelompok kumpul kumpul tapi juga bisa memberikan manfaat untuk orang banyak melalui kegiatan sosial, ataupun prestasi prestasi membanggakan.

Diantara sekian banyak komunitas, membentuk komunitas Paduan Suara yang mungkin agak susah. Loh? kok? Bukankah yang suka bernyanyi banyak? tinggal dikumpulkan saja lalu di suruh bernyanyi bersama?

\”Bernyanyi sendiri, dengan beberapa orang, dan paduan suara, jelas bebeda\” demikian dikatakan oleh Pelatih, juga Pengkoordinir Kelompok Paduan Suara di Palembang, Maryadi.

\”Harusnya memang kita memiliki sebuah kelompok paduan suara yang akhirnya bisa mewakili Palembang untuk mengikuti kompetisi di berbagai tempat di Indonesia. Sulitnya mencari penyanyi solo ynag bia membaca notasi, ini yang menjadi kendala\”

sebagai Informasi, saat ini Bp. Maryadi sedang merekrut anggota kelompok paduan suara yang nantinya akan dikirimkan ke Semarang, mengikuti kompetisi nasional.

\”solusinya, kita mencari yang terbaik dari kelompok paduan suara di Palembang, untuk di asah lagi menjadi kelompok paduan suara yang lebih berkualitas, dan ini tidak mudah\” tambahnya.
Wah ternyata lebih sulit bergabung dengan komunitas seperti ini, ketimbang komunitas hobby ya…

The Club, 28 maret 09
dinnaherly





Singa Mania berubah menjadi Si Manis

3 11 2008

Anda yang merupakan pencinta bola, atau pendukung sepenuhnya Sriwijaya FC pasti tidak asing lagi dengan istilah Singa Mania. Singa Mania merupakan nama yang digunakan oleh komunitas supporter bola di kota Palembang. Sebenarnya masih ada lagi kelompok supporter  lainnya, seperti Sriwijaya Mania.

“Singa Mania ini terpecah menjadi 2, Singa Mania di bawah pimpinan Sdr Ujang, dan Singa Mania yang sekarang sedang ada di Trijaya” Ujar Presiden dari Singa Mania, Qusoy yang hadir bersama dua orang perwakilan dari Singa Mania lainnya, di acara The Club, edisi 1 November 2008.

Besarnya antusiasme para bola mania, membuat Singa Mania lebih konsen pada sistem organisasi mereka. Keseriusan organisasi ini terlihat dari terbentuknya sistem dan struktur organisasi yang semakin jelas, kelengkapan atribute juga asuransi bagi para anggotanya, serta perluasan jaringan.

“Oleh karen itulah, sejak satu bulan yang lalu, kami mendeklarasikan perubahan nama Singa Mania menjadi Si Manis – singa Mania Indonesia. Ditandai dengan penrtukaran posisi Sdr Qusoy, yang semula Ketua Umum, menjadi Presiden.”

Singa Mania Indonesia dibentuk dengan pertimbangan, banyaknya warga warga kota palembang yang ingin sekali bergabung, namun tidak memungkinkan untuk kembali ke kota Palembang. Sehingga Koordinator dari Si Manis tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Bagaimana cara menjadi Anggota Si Manis?

“Mudah saja, datang ke sekretariat atau ke korwil, isi form dan biaya pendaftaran sebesar 15.000 rupiah dan akan mendapatkan KTA, beberapa atribute,potongan 50 % dr harga dasar tiket serta asuransi jiwa. Namun wajib diingat, anggota harus datang menonton jalannya pertandingan di stadion, dan memeberikan dukungan sepenuhnya dengan bernyanyi, selama pertandingan.” tambah Qusoy

Nah, anda tertarik? (dinnaherly)





Filateli di Palembang Mati Suri

7 09 2008

Kecanggihan tekhnologi membuat kebiasaan dan minat masyarakat berubah dengan cepat. Mulai dari media komunikasi, informasi bahkan sampai ke Hobby.

Dalam The Club edisi Sabtu, 6 September 2008 yang lalu, teungkap fakta bahwa saat ini Filateli di Palembang sedang Mati Suri. Istilah ini dipilih oleh salah satu anggota dari Perkumpulan Filatelis Indonesia di Palembang, yang saat itu di undang oleh radio Trijaya.

Bapak Thamrin, beliau memperkenalkan dirinya.. usia 40 mendekati 50an datang membawa katalog serta buku petunjuk filateli yang sudah sedikit usang.

“saya menyukai filateli sejak tahun 80, saat itu saya masih duduk di sekolah menengah pertama, dan saat ini sudah ada ribuan koleksi yang masih saya rawat dengan baik.” ujarnya

Tahun 90an, beliau bergabung dengan PFI (Perkumpulan Filateli Indonesia), “saat itu kami hanya saling tukar dan belum begitu paham kalau ternyata filateli ini bisa dijadikan sebagia lahan bisnis.”

Cuma yang beliu sayangkan, PFI ini hanya tinggal nama. “member yang aktif hanya beberapa saja, tidak ada kegiatan, sponsor dan .. seperti sedang mati suri” ujarnya berkaca kaca.

Pertanyaan yang timbul dibenak kita selanjutnya mungkin, dimana peran pemerintah atau setidaknya instansi terkait terhadap hal ini, bukankan Filateli sendiri sebenarnya dapat dijadikan sebagai ajang edukasi?

Dihubungi melalui telp selulernya, Bp. Wahyu, selaku Marketing Supervisor dari PT. Pos Palembang yang juga pembina divisi Filateli membenarkan apa yang disampaikan oleh Bapak Thamrin. “namun saat ini pihak kami sudah melakukan usaha usaha agar semuanya normal kembali, salah satunya dengan sosialisasi ke sekolah sekolah.” Ujarnya.

Kesibukan masing masing anggota dari PFI Palembang, serta kurang kuatnya struktur dalam organisasi ini yang membuat Filateli di Palembang Mati Suri. “Filatelis nya banyak, tapi sendiri sendiri” ujar Bp. Thamrin lagi.

“maka dari itu, yang senior atau yang lebih tua kami kumpulkan, sehingga bisa bersama sama memasyarakatkan filateli dengan berbagai cara, sosialisasi atau pameran pameran, agar Filateli terbangun dari tidurnya” sambut Bp. Wahyu. (dinnaherly)





Sriwijaya Airsoft Squad

1 09 2008

Pernah punya cita cita jadi tentara, tapi gak kesampean? atau mungkin sewaktu kecil anda memiliki hobby bermain perang perangan dan semua koleksi mainan anda berbentuk senjata?

Kalau jawaban anda untuk beberapa pertanyaan diatas adalah iya, saya sarankan anda bergabung dengan Sriwijaya Airsoft Squad. Dalam program The Club edisi Sabtu, 30 agustus 2008, Radio Trijaya Palembang berkesempatan menghadirkan beberapa perwakilan dari Sriwijaya Airsoft Squad untuk memberikan pengenalan kepada profesional muda seputar olahraga yang menarik ini.

“Airsoft gun adalah permainan perang-perangan memberikan ketegangan. Di balik permainan ini terungkap pesan yang dapat menjadi bekal dalam membangun tim solid sebuah organisasi dan pribadi seseorang. Airsoft gun adalah olahraga hiburan sebagai penghilang stress yang mengandung nilai-nilai kehidupan” dijelaskan oleh Bp. Eric selaku ketua dari komunitas ini.

Sriwijaya Airsoft Squad sendiri dibentuk tahun 2005, dan sampai dengan saat ini sudah memiliki lebih kurang 80 an anggota dengan 50 anggota aktif.

“ada aturan aturan yang memang harus di patuhi oleh masing masing member, diantaranya mereka harus memiliki airsoft (senjata replika) sendiri lengkap dengan google nya (kacamata pelindung), serta kejujuran masing masing anggota” tambahnya

Perekrutan tergantung dari pemahaman anggota. Seleksi anggota dengan memberikan training yang mengarah pada bagaimana menggunakan senjata yang aman (safety gun), perawatan senjata (treet) dan penempatan senjata yang tidak boleh dibawa ke tempat-tempat umum. Terpenting, tingkat emosi anggota juga dilatih agar kontrolnya bisa mengamankan semua pihak.

Nah, kalau anda jujur, dan tertarik untuk bergabung dengan komunitas ini? kirimkan email anda ke sas_palembang@yahoo.co.id
nah, selamat berperang.. (dinnaherly)