Tebar Hewan Kurban DSIM

19 11 2009

PALEMBANG- Dompet sosial insan mulia kembali mengadakan tebar Hewan Kurban (THK). Program tahunan yang sudah dilaksanakan selama kurang lebih enam tahun ini terus dilaksanakan oleh Lazda DSIM agar semua umat dapat merasakan indahnya berbagi. Setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan, baik dari segi jumlah donatur mapun para penerima kurban.

DSIM, melalui koordinator THK, Asep Suryandana, mengemukakan bahwa permasalahn yang banyak terjadi di masyarakat adalah tidak meratanya distribusi hewan kurban. Kerap terjadi di suatu tempat terdapat penumpukan hewan kurabn sementara di tempat lain yang benar-benar berhak untuk mendapatkan daging kurban malah tidak mendapatkannya.

Wilayah jangkauan dari THK DSIM ini sendiri tidak hanya berada di wilayah palembang, tetapi menjangkau seluruh daerah di Sumatera Selatan. Dalam mekan daging sapi atau kambing untuk dikurbankan pun, DSIM berkerjasama dengan peternak kurban yang sudah diteliti oleh tim ahli dari DSIM untuk memastikan apakah hewan tersebut layak untuk dikurbankan baik dari segi syarat-syarat Fiqih maupun kesehatan hewan tersebut.

Semua orang dapat menjadi donatur dalam THK DSIM ini, selain dipastikan bahwa distribusi akan dilakukan secara merata, para donatur akan mendapatkan laporan berupa berita tertulis dan foto-foto berlangsungnya kurban. Selain itu, untuk memudahkan para donatur, DSIM menyediakan layanan jemput bola, atau transfer via Bank mana saja. (vira)





Keutamaan Sholat

5 11 2009

PALEMBANG – Sholat adalah tiang agama. Analoginya seperti rumah, tanpa tiang, bangunan akan gampang roboh. Karena sginifikansinya inilah, maka sholat ditempatkan sebagai rukun Islam yang kedua, setelah mengucapkan syahadat yang merupakan pintu masuk ke gerbang keIslaman.

Jadi sholat itu akan membersihkan dosa kita selama waktu sholat satu menuju ke watu yang lain. Kalau selama Subuh sampai Zuhur, dosanya banyak, maka sholatlah, karena Zuhur akan menghapuskan dosa-dosanya sepanjang waktu itu. Jika sholatnya lima kali dalam satu hari, niscaya kita akan terhindar dari dosa-dosa, juga debu tentu saja, karena sebelum sholat kan, kita harus wudhu dulu.

Sholat ini memang yang utama, tak akan sempurna ibadah puasa, zakat dan pergi haji seseorang jika sholat ia tinggalkan. Mengapa ia begitu utama? lihat saja melalui gerakan-gerakan sholat, ia menunduk, rukuk, sujud, adalah simbolisasi bahwa ketika beribadahlah manusia akan terbebas dari perasaan inferior. Semua orang yang sholat akan senantiasa iklhas mensejajarkan dahi dan kakinya, tanpa ada perasaan marah dan dengki.

bagaimana dengan sholat anda? sudah baikkah? Ustad Haryono Kardi Al Javi dalam Mutiara Sore kali ini juga mengiyakan, tentang sholat yang memang tak akan bisa lupa atas segala sesuatu sebanyak 100 % “kalau lupa segalanya, ya pingsan donk,”. tapi kita manusia berupaya terus menerus saja, agar sholat yang dilakukan dapat sempurna. (Vira)





Keajaiban Sedekah

29 10 2009

Kalau anda ingin kaya maka bersedekahlah, niscaya Allah akan melipatgandakannya. Mungkin anda sering mendengar pernyataan ini, namun sayang masih ada beberapa yang belum mempercayai keajaiban dari sedekah, mereka malah berfikiran bahwa harta yang dibagi bagikan akan sia sia dan habis begitu saja. Bersama ustd Mugiono Abu Afifah dalam Mutiara Sore edisi Rabu, 28 Oktober 2009 Trijaya Palembang mengupas banyak hal tentang manfaat sedekah.

Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya.
Sedekah Dapat Menolak Bala,
Rasulullah SAW bersabda, ”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.”

Kemudian, sedekah dapat menyembuhkan penyakit.
Rasulullah SAW menganjurkan, ”Obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

Lalu, sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur.
Kata Rasulullah SAW, ”Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur.”

Dan yang tidak kalah penting, Sedekah Mengundang Datangnya Rezeki.
Allah SWT berfirman “dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan”. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan.

Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, ”Pancinglah
rezeki dengan sedekah.”

Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang
bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah (baik).

Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah? (dinnaherly)





Jujurlah Pada Siapa Saja

17 10 2009

PALEMBANG- Jujurlah kepada apa saja meski itu menyakitkan, ujar Ustad Mugiono Abu Hafifah, dalam acara Mutiara Sore, Rabu (14/10). “kejujuran merupakan perkara yang berkaitan dengan banyak masalah keislaman, baik itu akidah, akhlak ataupun muamalah, orang yang kuat imannya adalah orang yang santiasa berkata jujur”.

Lalu Ustad, adakah jujur untuk kebaikan? Ustad Mugi menjelaskan dengan sebuah cerita, “Ada seorang yang dikejar-kejar orang lain, ia ingin dihajar atas perbuatan yang tidak ia lakukan, lalu orang yang dikejar tersebut bersembunyi, kita mengetahui keberadaanya namun mengatakn bahwa kita tidak tau mengenai keberadaan orang tersebut kepada yang mengejar, ini diperbolehkan, karena kita berniat menyelamatkan,” tutur Ustad.

Tapi hendaknya kita haus berhati-hati bersikap, tak boleh ada yang dipelintir dalam mlakukan kebohongan. Hati kita sebetulnya suda dapat membedakan mana yang benar mana yang salah, maka dengarkanlah hati itu dalam setiap berkata-kata dan bertindak.

Jujur merupakan sifat yang terpuji. Allah menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah untuk mereka. Termasuk dalam jujur adalah jujur kepada Allah, jujur dengan sesama dan jujur kepada diri sendiri. “jangan sampai jadi bodoh karena kita tidak jujur, misalnya, kalau ada orang, kita mau ber ibadah, tapi kalau nggak ada orang nggak mau beribahad, itu namanya tidak jujur”. (vira)





Sumatera Barat

9 10 2009

PALEMBANG – Layanan kesehatan cuma-cuma dari Dompet Sosial Insan Mulian langsung memberangkatkan tim nya menuju sumatera barat ketika mengetahui adanya gempa di lokasi tersebut. Dokter Agus Marsyaal, salah satu dari tim yang berangkat, sore itu hadir di Trijaya dalam Mutiara Sore untuk menceritakan perjalanannya selama di Sumatera Barat.

Dokter Marsyal mengatakan bahwa menurut pemantauan dirinya secara pribadi, ia melihat bahwa distribusi bantuan untuk masyarakat korban gempa berlangsung kurang baik. “Hingga kami tiba di palembang, Rabu (7/10) lalu, masih banyak korban gempa yang belum mendapat bantuan.” Bantuan kepada korban tersebut justru banyak diberikan oleh lembaga-lembaga non pemerintahan.

Masyarakat korban gempa saat ini berinisiatif untuk membangun tenda-tenda darurat sendiri. Kerusakan di Sumatera barat sangat parah, ujar dokter. bangunan yang hancur biasanya bangunan bagian dalam. “jadi konstruksi luarnya seperti masih bagus, sementara bagian dalam sudah hancur lebur,”

Sementara itu, Dokter juga mengungkapkan bahwa ada ribuan mayat yang tertimbun. “Evakuasi pencarian mayat dihentikan karena sudah berjalan satu minggu, korba sudah diasumsikan meninggal karena manusia jika sudah tujuh hari tanpa makanan dan minuman tidak dapat bertahan hidup”. (vira)





Da’i Cilik

24 06 2009

PALEMBANG – Mutiara Sore hari ini, Rabu (24/6) kehadiran dua Da’I cilik yaitu Abid Ar Robbani dan Hanif Bari Wahyudi. Dua orang dai cilik ini adalah pemenang kontes dai cilik yang diadakan oleh salah satu tv swasta di Indonesia. Ustad Dikdik membawanya ke studio untuk memberikan cerita kepada para pendengar Trijaya mengenai upaya keluarga dalam menghasilkan anak-anak yang cendikia.

“Insya Allah saya ingin menjadi dai hingga dewasa,” ujar Abid yang saat ini duduk di kelas lima SDIT Al Furqon. Berbeda dengan Hanif yang berusia delapan tahun, Hanif berkata bahwa ia mungkin tidak akan terlalu focus dalam hal ini. Well, mungkin karena hanif masih kecil banget kali ya….

Seperti apa sih mereka menerima pendidikan di rumah?

Abid mengaku bahwa ia ditargetkan untuk membaca alquran dua lembar setiap harinya. Sementara itu, perihal sholat, Abid sudah tidak pernah lagi diingatkan karena bocah laki-laki ini mengaku bahwa sholat adalah kebutuhan sendiri.Lain lagi dengan Hanif, ia mengaku bahwa ia masih diingatkan sekali kali, membaca Alquran juga tidak dipaksakan.

Dalam kesempatan ini, Abid dan Hanif berduet dalam melakukan tausiyah. Hanif mengawali tausiyah singkat dengan melantunkan lagu terlebih dahulu, karena memang Hanif memiliki suara yang jernih. Setelah hanif selesai melantunkan lagunya, Abid bersyi’ar dengan melakukan analogi kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Sore itu, Mutiara Sore ditutup dengan lantunan singkat dari Hanif yang menyanyikan lirik josh Groban, You Raise Me Up (vira)





Aku Mau Jadi Matahari

17 06 2009

PALEMBANG – Ini adalah talkshow di mana saya banyak sekali minum air putih, supaya apa ? agar saya dapat mengontrol emosi saya dengan baik. Bagaimana tidak, hari ini dalam mutiara sore (17/06) bersama Ustad Dikdik Sodikin dari DPU Darut Tauhid, kami berbincang bincang tentang motivasi diri bersama Diah Wita Soka.

Koq bisa sampai segitunya? Diah Wita Soka adalah perempuan tuna netra ber usia 20 tahun, apakah anda menganggap bahwa tuna netra atau kebutaan adalah fenomena yang wajar? bagaimana jika itu terjadi pada anda? masihkah anda menggolongkannya sebagai wajar?

Wita, sapaan akrabnya kehilangan kemampuan melihat di usia 11 tahun, jadi ia tidak buta sejak lahir. “Anak kecil namanya jatuh kan biasa ya mbak, saat itu saya jatuh, retina saya robek”. ujarnya bercerita. Saya nggak bisa membayangkan, seandainya kita, yang sebelumnya bisa melihat lalu mendadak menjadi tidak dapat melihat.

Namun Wita tidak ingin ‘mengurungkan’ hidupnya hanya sampai di sana saja. “Saya mau sekolah, mau kuliah, mau jadi matahri.”. Menjadi matahari adalah judul cerpen yang ia menangkan dalam kompetisi menulis dan membaca cerita pendek di Yogyakarta.

Wita membagi motivasinya sore itu mengenai semangat. “Kalau kita yakin, semua bisa.”. Hal ini juga disampaikan oleh Ustad Dikdik tentang pencitraan Allah SWT “Allah itu akan sesuai dengan apa yang kita citrakan. Dengan begitu citrakan Allah yang maha baik, yang maha pemberi,maka Allah akan menjadi demikian.” (vira)





Tulang Ikan Jadi Tepung Klasium

11 06 2009

PALEMBANG – Go Green tidak hanya dijadikan sebagai jargon biar ikut keren. Tapi betul-betul dimanifestasikan dalam bentuk kerja oleh DR. IR. Elmeizy Arafah, MS, melalui usaha yang sudah Ia rintis sejak tahun 2007. Direktur PT Meizy Internasional ini mendirikan perusahaan yang mengolah limbah menjadi berguna juga adalah mantan Dosen Pertanian Universitas Sriwijaya.

Latar belakangnya yang banyak berkecimpung tentang teknologi pangan menjadikannya merintis usaha pengolahan berbagai produk agar dapat termaksimalisasi dengan baik. “Ada sekian ton limbah tulang ikan gabus di Palembang setiap harinya yang dibuang begitu saja, lalu saya dan tim melakukan inovasi dengan mengimplementasikan teknologi ke limbah tulang tersebut sehingga menjadi tepung kalsium,” ujarnya.

Dalam mutiara sore, rabu (10/6), Ustad Dikdik pun menjelaskan bahwa alam raya ini berisi semua kebutuhan yang sudah dikaruniakan oleh ALLAH SWT agar manusia dapat mengolahnya dengan bijak. Semua yang natural itu baik, segalanya jika diperlakukan dengan sopan maka tidak akan menghasilkan bencana.

Apa artinya Ustad menolak teknologi ? “Oh nggak donk, teknologi yang tepat guna justru akan membuat kekayaan ini dapat kita petik hasilnya tanpa sisa, seperti apa yang sudah dikatakan oleh Ibu Elzy tadi. teknologi yang tidak serakah itulah yang merupakan ikhtiar kita sebagai manusia. Jangan sampai teknologi nya membuat pemanasan global, membuat tsunami yang merupakan sentilan dari Allah SWT,” ujar Ustad Dikdik (vira)





The Grass Is Always Greener

2 06 2009

PALEMBANG – Mutiara Sore kedatangan tamu, Direktur Utama Dana Pensiun Pusri, Reza Esfan Asdjoedjir yang hadir 30 menit lebih awal dari waktu siar Mutiara Sore. Juga tidak lupa Ustad Dikdik Sodikin yang hadir lima belas menit kemudian, Ustad Dikdik memperkenalkan Reza Esfan bukan sebagai Dirut, tapi seorang ustad.

“Beliau ini adalah seorang ustad yang sering memberikan tausiah”, ujar Ustda Dikdin. Namun Reza mengatakan bahwa dirinya bukan memberikan, tapi sharing, berbagi, karena menurutnya berbagi itu bentuk komunikasi yang lebih produktif, dua arah dan tidak mengguru-i.

Reza pada Mutiara Sore kali ini memang lebih banyak memberikan pencerahan kepada pendengar. Misalnya ketika saya tanyakan tentang kebutuhan manusia yang tidak pernah cukup, Ia dengan bersemangat menjelaskan bahwa kecenderungan kita yang memang selalu membawa yang ada di luar ke dalam diri kita, mengapa tidak dibalik, apa yang ada di dalam diri kita dibawa ke luar.

“The grass is always greener”, ujarnya menambahkan. “Padahal apa yang dimiliki oleh orang lain belum tentu adalah kebaikan”. Pendengar Trijaya melalui sms menanyakan mengenai Amerika yang kaya raya tetapi tidak bertuhan. Koq bisa? “. Kaya raya tapi kita lihat krisis yang terjadi saat ini. berlebihan secara materi bukan berarti bahagia. karena kebahagiaan itu adanya di dalam hati. (vira)





Usaha Islami

22 05 2009

PALEMBANG – Seperti apa usaha (yang) Islami? Rabu sore (20/5) Kembali Ustad Dikdik Sodikin dari Dompet Peduli Umat Darut Tauhid hadir dalam Mutiara Sore di Studio Trijaya FM Palembang. Beliau menjelaskan bahwa usaha Islami adalah kegiatan yang dimana dalam proses berlangsungnya kegiatan tersebut adalah untuk mencari rahmat dari Allah SWT.

Ustad mengemukakan bahwa sifat manusia yang diciptakan oleh Allah SWT memanglah memiliki kecenderungan untuk mencintai materi. “Namun mencintai materi secara berlebih lebihan sehingga meninggalkan sholat, lupa ngaji, maka dengan mudahnya Allah kelak akan mengubah hal tersebut”. Selain Ustad Dikdik, sore itu juga hadir Sri Karsono, pemilik Bakso Kota Cak Man yang saat ini telah memiliki dua cabang di kota Palembang.

“Saat ini Bakso Kota Cak Man hadir di depan PTC Mall dan Ruko Dekat TVRI.” Sri sapaan akrabnya, sudah berjalan tiga tahun tinggal di Palembang “Saya ikut suami yang ditugaskan di sini, untuk itulah, saya pikir, saya harus bikin usaha di Palembang”. Beliau akhirnya memutuskan untuk membeli franchise dari Bakso Kota Cak Man.

Bakso Kota Cak Man ini, diyakinkan oleh Sri adalah usaha Islami “Saya jamin halal. Karena semua bahan baku saya langsung terjun untuk mencarinya. Daging sapi saya yang langsung beli, sementara supply daging ayam, kami dapatkan dari DPU DT”. Yang menarik dari Bakso Kota Cak Man ini adalah proses pembuatannya. “Biasanya kan orang orang bikin bakso membulatkannya dengan tangan kiri lalu disendok dengan tangan kanan, kalau di bakso Cak Man, hal tersebut kita balik”.(vira)