Lewat Teater Bisa Jadi Penata Suara yang Handal dan Menyelipkan Pesan Dakwah

5 11 2009

PALEMBANG – Usman C. Noor adik kandung Arifin C. Noer membeberkan pengalamanya saat bergabung di teater ketjil (baca: kecil) milik Alm. Arifin C. noer, yang disaat ini Us sapaan akrabnya dikenal luas sebagai Penata suara Film dan sinetron (di indosiar) yang handal, kontribusi Teater Film di program Movie trailer (1/11) hadir selama 1 ½ jam setiap minggunya. Dan Usman menjelaskan teater (Bahasa Inggris “theater” atau “theatre”, Bahasa Perancis “théâtre” berasal dari Bahasa Yunani “theatron”, θέατρον, yang berarti “tempat untuk menonton”) adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan akting/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, New York, dalam bukunya, Dynamics of Drama, mendefinisikan teater sebagai ” yang terjadi ketika seorang manusia atau lebih, terisolasi dalam suatu waktu/atau ruang, menghadirkan diri mereka pada orang lain.” Teater bisa juga berbentuk: opera, ballet, mime, kabuki, pertunjukan boneka, tari India klasik, Kunqu, mummers play, improvisasi performance serta pantomim.

Dari teater-lah kebanyakan kita yang punya jiwa seni sejak lahir menemukan point emas seni kita apalagi saat ini saya berkecimpung sebagai peñata suara, maka banyak hal yang saya peroleh dari teater (ketjil) milik kakak saya itu. (ujar usman dengan nada sedih saat mengingat sosok arifin)

Sekarang ini banyak sekali teater film yang memberikan sumbangsi besar pada perfilm-an
namun saya cendrung memberikan catatan ketika saya bergabung di teater ketjil yang merupakan sebuah perkumpulan sandiwara atau drama, terutama yang bersifat eksperimental. Dengan komposisi-komposisi yang lengkap mulai dari seni peran, artistic, dan banyak hal yang kita dapat dari teater hingga mengenalkanya pada sebuah karya besar Film diungkapakan usman yang perah ikut produksi teater populer dan sudah memproduksi film budaya dari provinsi Riau yang di rilis dalam waktu dekat sekaligus mengakhiri obrolan hangat by phone sore itu.

Mengenai teater Film bisa dikatakan Sekolah Akting itulah yang diungkapkan Taufik Hidayat (Narsum 2) dan menjadi ketua teater Ar-rafah IAIN Raden Fatah Palembang. Lanjutnya taufik di teater ini lah kami dapatkan cara akting yang baik, akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga berupa gerak. Dialog yang baik mulai dari Volume suara kita hingga, artikulasi yang jelas. Dengan penghayatan dan penjiwaan yang matang dsb.

Bagian dari partnership teater dulmuluk (Lahat) dan muara enim taufik menuturkan teater Ar-rafah yang telah genap usianya 7 tahun dan telah memproduksi 2 film garapan sendiri yang satu di antaranya telah di tayangkan di TVRI sumsel tahun lalu. Lewat teater kami bisa berdakwah karena sesuai dengan background kampus kami sendiri dan karena teater kami bebas mengekspresikan jiwa seni kami dan menghidupkan kembali budaya local yang tidak terjamah oleh masyarakat luas, Salam Budaya taufik mengakhiri interview-nya sore itu. (Rifqi)





Celoteh Jajang C. Noer dan Sigit Haradadi Tentang Perjalanan Mereka di-Dunia Film

27 10 2009

PALEMBANG – Minggu sore di movie trailer(25/10) dengan obrolan santai mengenai Film sekaligus interview Live by phone aKtor dak aktris kawakan Indonesia, dan Jajang C. Noer aktris senior yang di hubungi, bernama asli Lidia Pamnotjak lahir di Paris, Perancis, 28 Juni 1952; wanita yang asli padang ini dan berusia 57 tahun itu adalah seorang aktris film asal Indonesia. Ia adalah pemenang Festival Film Indonesia tahun 1992 dalam kategori Aktris Pendukung Terbaik melalui film Bibir Merah. Suaminya adalah Arifin C. Noer, sutradara film asal Indonesia yang meninggal dunia pada Mei 1995.

Saat dihubungi trijaya, bunda sapaan akrab jajang sedang berada di Bali tepatnya mengahadiri “Bali Nale Internasional film festival 2009” yang ke-3 , yang mewakili film Meraih Mimpi dan berperan sebagai pengisi suara (oma) nenek gita gutawa di film tersebut. Treminal Cinta (1973) yang di perankan Alm. WS. Rendra sebagai pemeran utamanya merupakan film pertama yang mengenalkan saya ke dunia film walau Abrar (sutradara-nya) mencomot saya sebagai figuran “tutur jajang saat ditanya awal kemnculanya terjun ke-dunia film”.

Wanita Lulusan teater UI ini pun menjelaskan lebih lanjut film-film yang pernah di bintanginya seperti : Cintaku di Rumah Susun (1987), Bibir Mer (1992), Badut-Badut Kota (1993), Surat untuk Bidadari (1994), Eliana, Eliana (2002), Durian (2003), Biola Tak Berdawai (2003), Joni Be Brave (2003), Arisan! (2003), Berbagi Suami (2006), May (2008), Laskar Pelangi (2008), Cinta Setaman (2008), Queen Bee (2009), dan terakhir film animasi terbaru Meraih Mimpi (2009) sebagai pengisi suara.

Peraih penghargaan di ajang film asia di india tahun 2002 sebagai peran pembantu terbaik pada film Eliana, Eliana dan mengaku mempunyai keponakan di palembang ini pun, Jajang mengungkapkan selain di kenal sebagai pemain ia pun pernah menyutradari dan penulis skenario sinetron pertama Christine Hakim dan di bintangi desi ratnasari yaitu Perempuan Biasa (1973) yang menghantarkan ke-2 aktris tersebut menerima penghargaan. Jajang yang berada di Bali sore itu dan berharap bisa berbincang dengan JULIA ROBERTS yang sedang syuting di bali dengan filmnya ‘Eat, Pray, Love’ . Selesaikan sesuatau apapun dengan seluruh jiwa dan benar-benar fokus pesan Jajang C. Noer kepada sineas palembang sekaligus mengakhir interviewya.

Sementara itu seniman ke-2 yang dikenal luas sebagai aktor kawakan Sigit Hardadi ikut berceloteh tentang perjalanan karirnya.Lahir di Tayu, Pati, Jawa Tengah, 27 September 1957; umur 52 tahun) adalah aktor Indonesia. Ia menjadi pemeran utama dalam film Malioboro pada tahun 1989. Saat ini, ia berperan dalam sejumlah film televisi. Tahun 1979 menjadi mahasiswa di LPKJ SEKARANG JADI IKJ hingga terjun di dunia teater dan merintis karir ke-Aktoranya mulai dari peran kecil-kecilan (figuran) sigit sapaan akrabnya mulai familiar di mata penikmat film tanah air lewat filmnya MALIOBORO (1989), dan film lain-nya seperti Takkan Lari Jodoh Dikejar (1990), Nanti Kapan-Kapan Sayang (1990), Sekretaris (1991), Gie (2005), selain film ia pun sering membintangi deretan sinetron dan sigit Semenjak tahun 2008 bergabung dengan Sinemart sampai sekarang. Seperti Sinetron striping : Kanza, Sekar, Rafika, Air Mata Cinta, dan terakhir bermain bersama keluarga MIRDAD di RCTI (Isabella). Rifqi





Candil Ber-Melayu Ria??

22 10 2009

“Siang malam menangis, tak tertahan lagi, bagai tertusuk duri, perihnya terasa, namun aku tiada berdaya”

Itulah sedikit penggalan lagu yang dibawakan oleh Candil saat menjadi narasumber by phone di program movie trailer minggu(18/10) pukul 17.15 sore itu. Dalam film arahan sutradara muda Awi suryadi ini, Candil berperan sebagai seorang vokalis sebuah band beraliran rock yang berubah haluan menjadi melayu bernama The Pankys.

“Selendang Rocker” itulah film yang dibintangi yaitu Candil, dan di-film itu pun turut di bintangi oleh Igor Saykoji, Edric Tjandra, Ramzy, Sarah Jane dan Joe p-Project.
Film yang diputar dibioskop hari ini (22 oktober) juga mengandalkan suara khas Candil yang berduet dengan Igor Saykoji yang terkenal dengan tembang hits Online. “Di film ini aku seneng sekali karena bisa bermain sebagai pemain sekaligus membuat soundtracknya” ujar Candil saat ditanya sosok pankys yang ia perankan di film ini. Lewat film ini juga tampak seperti ajang pembuktian dirinya dan obat rindu bagi pengemarnya setelah keluar dari grup band Seurius yang membesarkan namanya.

Walaupun di film ini tampak seperti mengeksploitasi tokoh yang mirip Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama lewat tokoh Munanada yang diperankan oleh Joe P-Project, namun Joe menampiknya. “Ini bukan untuk melecehan bang Rhoma, amit-amit, gak, saya justru mengagumi bang Rhoma. Film ini justru dibuat untuk menghormati beliau. Dan beliau tau tentang ini, ujar Awi suryadi (speaker 2 saat live by phone) sang sutradara saat ditanya pengemar movi trailer lewat line-sms trijaya mengenai resensi film itu yang mengusung sosok Rhoma Irama sebagai simbol melayu dalam film selendang roker.

Selendang Roker film produksi Rapi film dengan jenis komedi tanpa sex ataupun wanita seksi di dalamya jadi aman untuk ditonton semua kalagan karena film ini super gokil dan komedi sunguhan hal ini diungkapakn sang sutradara saat ditanyai perbedaan konten film komedi-nya dengan film komedi di indonesia yang biasanya menampilkan wanita cantik dab berbau sex. Ditambahkan oleh Awi, hanya di Selendang Roker kita bisa menyaksikan Igor saykoji yang beraliran Rap dan candil beraliran Rock, ber-Melayu ria.

Film layar lebar tersebut akan jadi film perdana Saykoji dan film perdana untuk candil langsung jadi pemeran utamanya, Film produksi Rapi Film itu, dikisahkan sebuah band rock yang diminta label rekaman untuk berkolaborasi dengan musik Melayu.

Saykoji dan Candil ber-Melayu ria? Oya….emmmm
Penasaran,,,,,,saksikan di boskop kesayangan anda mulai hari ini 22 oktober…(Rifqi)





To Be An Artis

14 10 2009

PALEMBANG – Tak dapat dipungkiri, kemajuan dunia keartisan di Indonesia sangatlah pesat. Banyak sekali artis-artis baru bermunculan di layar televisi maupun di industri rekaman. Apakah yang menyebabkan sepertinya sangat mudah untuk menjadi artis?Di era 60-an hingga 90-an, menjadi artis dan selebriti mungkin adalah hal yang sangat sulit, dikarenakan, keberadaan media pada saat itu sangat sedikit. Selain itu, sebelum menjadi bintang film ataupun penyanyi rekaman, diperlukan dana yang besar dan diperlukan proses screening yang ketat.

Berambisi menjadi artis, yahh,, menjadi topik Movie Trailer(11/10) program setiap minggu sore berkesempatan mewawancarai para pelaku seni indonesia. saat ini adalah sebuah hal yang mudah untuk masuk ke dalam dunia keartisan dan menjadi idola masyarakat. Namun menjamurnya management (agency) artis sedikit banyak bisa-bisa kita yang malah jadi korban penipuan, Shebi (Speaker Trijaya By phone) pendiri dan pemilik shebi management artis sekaligus menjadi management kemitraan dari bebrapa PH (productin house) seperti gethabuana, sinemart, MD entertaiment dsb.

Lajang yang berasal dari Baturaja (OKU, Sumsel) ini membagi info kiat khusus menjadi artis dilihat dari keberadaan agency yang banyak menipu ataupunmanagemen artist yang bertindak sebagai calo artis, meraup keuntungan tuk kepentingan pribadi dg menghalalkan sgl cara serta melakukan penipuan kepada org2 yang berambisi menjadi artis film, sinetron ataupun model iklan dan saat ditanya apa yang harus di miliki calon artis shebi mengariskan Face & perfomr dan berkeprbadian baik menjadi ukuran yang harus di dimiliki si calon artis tersebut.

Sebagai bahan kewaspadaan shebi pun menegaskan harus berhati-hati & telitilah lebih dahulu dari sebuah keberadaan agency artis di antaranya:1.Pimpinan/grup orang dalam sebuah agency memang berpengalaman/dikenal di dunia perfilman. 2.Jangan mau membayar uang pangkal, sebelum terbukti bisa menyalurkannya dan anda yakin agency tsb benar-benar punya reputasi dan serius.3.Jangan mau ikut lomba, casting atau audisi dengan bayaran mahal yg mencurigakan, 4.Jangan mudah percaya dengan janji manis yg berlebihan, meyakinkan anda kalo mereka punya network di PH, Biro Iklan dan
Produser.

Sementara itu Dwi andhika (speaker 2) Artis muda yang multitalent membagi pengalamn awal terjun hingga dikenal banyak orang sebagai artis sampai saat ini, sebagai orang yang bukan asli orang jakarta, ia pun mengawali karirnya di dunia entertaint terbilang sulit dan benar-benar dari nol, mulai dari gabung dalam sebuah sanggar ke-artisan dan casting yang sering gagal,

Ia pun menguraikan betapa pentingnya punya tekad dan meyakinin kalau diri kita punya potensi besar untuk gabung di dunia seperti ini (entertaint) apalagi jika anda posisinya di luar jakarta semisal di palembang, jangan mau termakan janji manis sebuah agency berkedok penipuan, so yakini dulu diri kita kalau memang dunia kita di ke-artisan usaha dan terus usaha dan bekali diri dengan kemampuan, tutup dika sapaan (andhika) yang dikenal sebagai penyanyi, pemain sinetron/film, model, dan mulai mengeluti sebagai MC ini di bincang santai sore itu. (Rifqi)





Gak Perlu Sekolah Film atau Ber-Budget Gede Untuk Bikin Film Dokumenter!!!!!!

2 09 2009

PALEMBANG – Mendengar kata film documenter apa yang ada di benak anda???? bosen, jenuh, gak menarik atau apalah tentang hal buruk anda memaknainya, namun kalau anda ingin menjadi film maker yang handal sepertinya anda harus memulainya dari film dokumenter.

Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan. Istilah “dokumenter” pertama digunakan dalam resensi film Moana (1926) oleh Robert Flaherty, ditulis oleh The Moviegoer, nama samaran John Grierson, di New York Sun pada tanggal 8 Februari 1926.

Agus Nugroho yang tergabung dalam komunitas film dokumenter yogya sekaligus masuk dalam jajaran kepanitian festival film documenter 2009, yang menjadi narasumber by phone di program movie trailer (30/8), mengatakan kalau mau bikin film documenter gak perlulah sekolah khusus film, karena pada dasarnya Ide film documenter itu, sesungguhnya bisa berasal dari manapun. Gagasan film dokumenter, dapat ditemui dari ketidaksengajaan. Secara tidak sengaja, siapapun bisa menemukan dan akhirnya membuatnya menjadi sebuah film. Gagasan film akan mempunyai potensi yang kuat, manakala di dalam ide tersebut mampu mewakili persoalan banyak orang. Penonton, akan terpesona dengan sebuah film jika ia merasa dirinya terwakili dalam film tersebut.

Membuat film memang sebuah proses. Upaya untuk bisa menemukan, menyeleksi dan mengungkapkannya kembali, beberapa pembuat film pada mulanya mengerjakan film dokumenter, atas nama kegelisahan atau kegundahan pada sebuah peristiwa. so film-maker di Palembang pun pasti mampulah menumakan ide-ide seperti itu dan saya tunggu karyanya di festival film documenter oktober mendatang, tutur agus mengakhir bincang-bincangnya.

Sementara itu Lilliek Edi (sutradara dari sinetron anak-anak yaho (skenario arswendo),saras 008, tv play pondok pak djon, infotainment reality,issue,kiss, desain pendirian televisi lokal dan komunitas,program dan produksi acara tv) membagi ilmunya tentang film dokumenter. ia mengungkapkan, Film dokumenter, awalnya berangkat dari satu gagasan. Yang lantas, melalui sebuah proses kreatif. Dunia gagasan akan menjadi sumber lahirnya beragam bentuk film dokumenter.

Ketika kita menikmati film dokumenter, maka yang ditonton adalah dunia gagasan. Pembuat film dokumenter, berupaya untuk mencoba mengkomunikasikan ide-idenya, lewat perpaduan antara gambar dan suara. Sebuah dunia cangkokan, yang rasanya, lebih lengkap. Ada gambar, ada suara dan karakter. Pembuat film dokumenter ingin memberikan sebuah peyakinan kepada penontonnya tentang apa yang ia rekam. film dokumenter biasanya dibuat dengan anggaran yang jauh lebih murah, Hal ini cukup menarik bagi perusahaan-perusahaan film sebab hanya dengan rilis bioskop yang terbatas dapat menghasilkan laba yang cukup besar. Bukti murahnya budget film documenter angkat aja masalah sampah (Recycle)sebagai ide garapan “simple and small budget” saya tunggu ide “gila & gokilnya” film-maker Palembang, tutup lilliek.(Rifqi)

movie trailer, 30 agustus 2009





KING memberi warna beda pada mainstream perfilman nasional.

29 06 2009

Palembang – Penggemar bulu tangkis tentu tahu atlet legendaris Liem Swie King. Kini legenda bulu tangkis itu telah diangkat ke layar lebar oleh Nia Zulkarnaen dan suaminya Ari Sihasale. Dengan judul film nya “king”

Wow film nya asyik banget tuh dan membangkitkan rasa nasionalisme lewat alur olahraga (badminton). Cinta, setan-setanan, komedi berbau seks yang banyak mengisi layar lebar alias bioskop di Indonesia, memang sudah seharusnya perlahan redup dimakan waktu, kalau hanya film-film bergenre di atas yang laku di pasar, tidaklah selamanya benar. Genre beda asal dikemas dengan baik ternyata bisa juga disukai penonton bioskop Indonesia.tuh lihat film “KING”, saya saja waktu nonton film itu selama 1 jam hanya tuk ngantri beli tiketnya. Waduh kebayangkan banyak yang suka dengan film itu. Ujar TAMI (pendengar trijaya ) di program movie trailer pada minggu (28/6).

“King”merupakan film yang terinspirasi dari Liem Swie King. Film tersebut tak akan menceritakan tentang Liem. Namun Hanya semangat Liem saja yang diangkat dan dikisahkan ada tiga anak-anak yang sangat hobi bermain bulu tangkis. Mereka pun memilih Liem Swie King sebagai idola. Dari pebulutangkis 52 tahun itu lah anak-anak tersebut mendapatkan semangat untuk mengejar kesuksesan.

Dua film terdahulu, yakni Denias dan Laskar Pelangi, yang kebetulan dua-duanya mengambil latar belakang soal pendidikan, sukses meraup penonton. Nah, sekarang sepertinya latar belakang olahraga menjadi pilihan untuk film King. Apalagi film ini dirilis berbarengan dengan liburan sekolah dan king pun diklaim menjadi pilihan keluarga. (Rifqi)





Film dan Pemain KCB Mengagumkan”

20 06 2009

Selain menjadi satu-satunya film asing yang berhasil syuting di Universitas Al Azhar Kairo dan menjadi satu-satunya film nasional dengan pemberitaan terpanjang selama setahun ke belakang, mega film KETIKA CINTA BERTASBIH ini pun akan ditayangkan juga di Mesir, Brunei, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan dan Australia. Pada 11 juni film kcb ini sudah bisa dinikmati dan 12 juni kemarin film kcb sudah bisa dinikmati di bioskop yang ada di palembang.

Hampir semua bintang adalah wajah baru Film dengan durasi 124 menit ini dibintangi 5 pemain hasil audisi yang dilakukan di 9 kota besar di Indonesia. Mereka adalah Cholidi Asadil Alam sebagai Khairul Azzam (Pasuruan), Oki Setiana Dewi sebagai Anna Althafunnisa (Batam), Alice Norin sebagai Eliana Pramesti (Jakarta), Andi Arsyil Rahman sebagai Furqon (Makassar), dan Meyda Sefira sebagai Ayatul Husna (Bandung). Mereka lolos dengan menyisihkan lebih dari 6000 peserta di hadapan dewan juri yang terdiri dari Didi Petet, Neno Warisman, Chaerul Umam, dan Kang Abik.

Cholidi Asadil Alam Pria asli Pasuruan kelahiran 30 Maret 1989 ini terpilih untuk memerankan karakter Azzam di film KETIKA CINTA BERTASBIH. Setelah lulus SMA di Jakarta tahun 2007 lalu, ia memilih untuk mendalami agama di Pondok Pesantren Darul Islah. Di sela-sela kesibukannya mendalami agama, ia juga menjadi distributor salah satu produk sarung di Jawa Timur untuk dipasarkan di Jakarta.Pemeran utama pria film KETIKA CINTA BERTASBIH, Cholidi Asadil Alam, mengaku perlu melakukan introspeksi diri dalam hal beribadah setelah memerankan karakter Azzam.Tokoh Azzam sebagai mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo Mesir terpaksa kuliah sambil berjualan tempe dan bakso guna membiayai dirinya sendiri, plus ibu dan tiga adiknya di Indonesia, karena ayah mereka telah meninggal. Dia pun berjuang menemukan jodohnya dengan tetap berpedoman kepada ajaran Islam.

Alice Norin sebagai Eliana Pramesti dan alice yang ikut audisi dari (Jakarta), , lahir di Norwegia tanggal 21 Juni 1987. Sulung dari 3 bersaudara ini lahir dari pasangan Sofi dan Alfred Almendingan. Wanita blasteran Norwegia-Manado-Sunda ini mengawali karir di dunia model saat berusia 13 tahun. Selain di dunia modeling, Alice pun menjajaki dunia peran dengan membintangi beberapa sinetron, diantaranya WULAN, PUTRI KEMBAR, dan TEMAN AJAIB.Saat karir beraktingnya mulai menanjak, Alice secara mengejutkan memutuskan untuk menikah dengan DJ Riri tanggal 19 Januari 2007. Padahal saat itu usianya belum genap 20 tahun. Pemeran karakter Eliana pada film KETIKA CINTA BERTASBIH, Alice Norin mengakui jika dirinya adalah sosok yang cuek, tapi kadang kala ia juga bisa sensitif.dan karakter eliana pun mampu di kuasainyaSaat menjalani audisi KETIKA CINTA BERTASBIH (KCB), Alice Norin harus bersaing dengan Alyssa Soebandono untuk mendapatkan peran Eliana. Keberuntungan pun akhirnya berpihak kepadanya hingga kemudian berhasil menyelesaikan film ‘dakwah’ ini.

Tiket film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) dikota-kota besar seperti jakrta dan bandung terjual habis di penayangan perdana di bioskop, yakni 100 ribu lebih tiket. Film ini menargetkan jumlah tiket terjual 5 juta, seperti jumlah novel yang terjual.

Akankah Sama Suksesnya di Palembang?
Film yang diangkat dari novel Ketika Cinta Bertasbih karangan Habiburrahman El-Shirazy ini memang laris manis. Pembacanya banyak. Dan Novel itu pun diklaim terjual 5 juta kopi.

Film yang di targetkan laku sebanyak 5 juta tiket ini dan para bintang nya pun merupakan wajah baru selanjutnya ada Oki Setiana Dewi Dara kelahiran Batam, 13 Januari 1989, awalnya mendaftar untuk memerankan karakter Husna di film KETIKA CINTA BERTASBIH.

Tapi di perjalanan karantina, ia akhirnya disarankan oleh juri untuk masuk dalam kelompok pemeran Anna. Walaupun sempat kaget dan minim persiapan untuk memerankan karakter Anna, akhirnya Oki terpilih untuk menjadi pemeran tokoh Anna. Mungkin juri telah melihat potensi Oki untuk menjadi Anna dibandingkan Husna.

Saat ini Oki menjalani kesibukannya sebagai mahasiswi semester 3 di Sastra Belanda Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Selain cantik dan pintar, Oki juga memiliki segudang prestasi, antara lain: Aktris Terbaik Festival Teater Petang Kreatif FIB UI 2008, sukses sebagai Anna Althafunnisa di film KCB, ternyata tak membuat Oki Setiana Dewi tergopoh-gopoh terjun ke dunia akting. Menurut mahasiswi Universitas Indonesia jurusan Sastra Belanda ini, ia akan bertahan di dunia akting kalau memang memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti main di KCB ini.

Film KETIKA CINTA BERTASBIH yang diorbitkan sebagai film box office Film dengan durasi 124 menit ini dibintangi 5 pemain hasil audisi yang dilakukan di 9 kota besar di Indonesia.

Untuk anda yang belum nonton harus segera nonton karena banyak pemain baru yang muda dan mempunyai talent apalagi didukung konten film sebagian besar memuat cinta ala islami, anda pun bisa langsung menyaksikan aksinya Andi Arsyil Rahman sebagai Furqon (Makassar), dan Meyda Sefira sebagai Ayatul Husna (Bandung). ke-5 pemain hasil audisi itu lolos dengan menyisihkan lebih dari 6000 peserta di hadapan dewan juri yang terdiri dari Didi Petet, Neno Warisman, Chaerul Umam, dan Kang Abik.(Berbagai Sumber/Rifqi)





Film Indonesia go Internasional

12 04 2009

Bangga rasanya ketika produk dalam negri diakui keberadaan dan kualitas nya oleh masyarakat diseluruh dunia. Setelah kebudayaan yang menjadi ciri khas dari Indonesia, kerajinan tangan, musik dan lainnya banyak juga film film Indonesia yang mulai merambah ke kancah perfilman dunia.

Yang terbaru, ketika ayat ayat cinta, sebuah film terjemahan novel best seller di putar di Kuala lumpur, banyak warga dunia yang memberikan acungan jempol terhadap karya cineas indonesia ini. Tidak lama, Laskar Pelangi berhasil menarik perhatian warga dunia kembali

Sukses ditonton oleh 4,6 juta masyarakat Indonesia, ‘Laskar Pelangi’ akhirnya go Asia.di festival film internasional, Mira lesmana mengaku ‘Laskar Pelangi’ sudah mencapai puncak ketika diputar di Berlin Film Festival.’Laskar Pelangi’ menjadi salah satu film yang meraup banyak penonton di festival itu. “Penontonnya membludak banget. Akhirnya sampai dua studio yang dipakai,” jelas Mira.

Setelah Berlinale Film Festival, ‘Laskar Pelangi’ akan menancapkan kukunya di Pusan Film Festival, Korea. Dan ini adalah lampu hijau perfilman negeri kita, mudah mudahan bisa terus seperti ini, semakin banyak film film berkualitas.

movie trailer, 5 April 2009
dinnaherly





Film Baru sang Calon Presiden

31 03 2009

perkembangan musik dan film di Indonesia semakin hari sepertinya semakin berlomba. Musisi dan Sineas semakin bersemangat menunjukkan taji mereka. Ketika musik Indonesia diwarnai dengan band indi dan lirik cinta ber gaya melayu, dunia perfilman kita juga bersaing untuk menghadirkan film bertema sex komedi dengan bintang bintang sexy.

Film Sex Komedi, ramai ditampilkan di masing masing bioskop, artis artis sexy dan adegan emngarah erotis menjadi kekuatan dr film ini. Apa yang terjadi dengan perfilman kita, apakah film film sex comedy ini layak untuk dihadirkan?

Pengamat Film kota Palembang, mengatakan film film ini bukan sex dan tidak porno, sangat berbeda dengan eranya Dono Kasino dan Indro. Nurhayat Arif Perdana, mengtakan “yang dihadirkan oleh para sineas adalah sikap latah, karena saat ini masyarakat menikmati jenis ini, maka yang dihadirkan adalah jenis ini sampai dengan musim berganti.

Berbeda dengan Aktor dan Sutradara Senior Deddy Mizwar.
“Ini sisi lain dr dunia perfilman kita, setiap sineas memiliki alasan, motivasi dan tujuan yang berbeda di setiap film yang mereka buat.”

Deddy menambahkan, kalaupun harus diambil contoh, dirinya mengakui, memiliki motivasi untuk tidak membuat sembarang film, kualitas harus diatas segala galanya.

Ditanya apakah mungkin, satu saat dunia perfilman kita disemarakkan oleh drama2 yang berisi pesan moral didalamnya? Dengan tegas deddy mengatakan, “Film itu sama halnya dengan Negara, tegantung pemimpinnya!”

Ditanya soal project apa yang akan di garap dalam waktu dekat, deddy tertawa, dan mengakui bahwa sedang ada film yang ingin segera dimatangkan konsepnya.

Film itu berjudul “Alangkah Lucunya Negeri Ini, Bermimpi menjadi Presidenpun Dilarang”

movie trailer 29 Maret 2009
dinnaherly





Film Pendek, laris di Makasar

29 07 2008

Film pendek, anda pernah dengar?

Agak jarang di kota Palembang, walau kita yakin karya seperti ini pasti ada. Film pendek biasanya dibuat oleh para cineas lokal, mahasiswa dan beredar di kalangan mereka, atau dipesan oleh mereka yang membutuhkan. Baca entri selengkapnya »