Menghindari Demam Berdarah

24 11 2009

PALEMBANG – Demam berdarah adalah topik yang sudah entah berapa kali saya bawakan di Healthy Center, saat zamannya masih bersama Dokter Matdani -yang sekarang pindah ke Pemprov-, sampai sekarang content sebetulnya sama saja. Tapi, hidup ini memang pengulangan-pengulangan, bukan?

Takutnya kalau tidak diulangi, masyarakat malah lupa ya, bahwa sebetulnya penangan demam berdarah itu sangat simpel. hanya dengan menutup, menguras dan mengubur alias 3M, maka penyakit satu ini dapat dicegah. M Idris, staff dari bidang penanggulangan penyakit menular Dinas Kesehatan Kota Palembang mengungkapkan bahwa sebaiknya masyarakat melakukan 3M seperi yang disebutkan di atas daripada mengimplementasikan fogging.

“Fogging itu bisa dilakukan, tapi kan yang mati cuma nyamuk dewasa, sementara nyamuk yang masih jentik-jentik nggak mati,” ujar Idris. nah, si jentik-jentik yang bikin panik ini, sebaiknya diberantas dengan ikan Tempalo. karena ikan ini adalah pemangsa para jentik. Selain itu, sebaiknya kita juga secara gradual menguras bak penampungan air.

Ya, berhati-hatilah dengan para nyamuk yang merupakan vektor dari DBD. memang nggak sembarang nyamuk, nyamuk yang menjadi pembawa bencana ini adalah jenis tertentu yang banyak pada pagi dan sore hari. Selain itu, warna tubuh nya juga belang-belang. Sekali gigit, kita bisa DBD, hanya jika, hanya jika kita tidak menjaga stamina tubuh dengan baik.

jadi, selain lingkungan harus bersih, tubuh juga mesti kita jaga agar selalu fit setiap saat, sehingga terbebas dari DBD. (vira)





Bukan Optik Abal-abal

17 11 2009

PALEMBANG (13/11) – Ternyata toko kaca mata dan optik itu berbeda! jangan pikir keduanya sama ya hanya karena dua-duanya menjual kaca mata. Perbedaanya dimana? Yakni pada izin yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan. “Optik harus ada izin dari dinas kesehatan, selain izin ada banyak ketentuan lain yang harus dimiliki sebagai syarat-syarat berdirinya suatu optik,” ujar M Yamin, staff sarana dan prasarana Dinas Kesehatan Kota Palembang.

Apalagi syaratnya? yaitu sebuah otpik harus mempunyai RO (Refraksionis Optician) *sampai-sampai ada yang sms ke Trijaya saat Healthy Center berlangsung, menanyakan apa singkatan dari RO*. Seorang RO harus selalu stand by di optik. RO inilah yang nantinya akan melakukan pengujian medis terhadap mata seseorang.

masalahnya adalah, saat ini ada beberapa toko kaca mata yang tidak mengantungi izin dari dinas kesehatan, namun mereka menjalankan proses pemeriksaan, misalnya menggunakan komputer. Hal ini ternyata melanggar ketentuan yang ada. “yang boleh memeriksa hanyalah seorang RO,” himbau Yamin.

bagaimana dengan banyaknya toko kacamata yang menjual kacamata baca, apalagi di palembang ini, banyak ditemukan lapak-lapak yang menjual kacamata baca dengan (si penjual ngakusnya sih) sudah ada ukuran plus minusnya segala di kacamata tersebut. “Ya nggak boleh itu, sebetulnya, kenapa tidak boleh, harus ada izin resmi dan sebagainya, hal itu dilakukan hanyalah agar masyarakat dapat terlindungi dengan baik. Semua peraturan itu dibuat untuk masyarakat koq,” ujar M Yamin.

Jadi profesional muda, mulai sekarang kalau anda merasa bahwa kemampuan membaca sudah mulai trun sehingga memerlukan kacamata, maka anda harus teliti, pilihlah optik yang sudah ada izinnya, juga selalu minta agar anda dilayani oleh seorang RO yang bukan RO abal-abal *pernah ditemukan kasus, RO yang tidak menggunakan ijazah asli*. (vira)





Lumpuh Layu

7 11 2009

PALEMBANG – Suspect Lumpuh layu di Palembang ada 16 orang! itu bukan kata saya lho, tapi Elina H, Skm. M.Si, Kasi Surveylen Dinas Kesehatan Kota Palembang.
Apakah Lumpuh Layu itu? Definisi singkatnya yaitu : lemas!. Ya lemas, jika anda menemukan anak di bawah usia 15 tahun yang lemas, maka anak tersebut kemungkinan lumpuh layu.

Tapi Lumpuh Layu ini bukan Polio, namun bisa jadi Polio. Bisa jadi, karena kalau tidak diobati maka penyakit lumpuh layu ini bisa meningkat ke taraf yang lebih tinggi, yakni polio tadi ataupun menyebabkan kematian. Untuk menguji apakah seorang anak yang lumpuh layu mengidap polio atau tidak, harus diperiksa tinjanya di laboratorium.

Ini virus menular lho. penularannya ya melalui tinja. Untuk itu, disarankan oleh Elina, agar sebuah rumah tangga hendaknya menerapkan PHBS atau perilaku hidup bersih sehat. Misalnya dengan memiliki jamban yang benar dan baik, serta selalu mencuci tangan.

Partisipasi dari masyarakat juga sangat diperlukan, karena tentunya maalah kesehatan bukan hanya tanggung jawab dari Dinas Kesehatan saja, tetapi juga tanggung jawab masyarakatnya. nah, jika anda melihat ada anak dengan ciri-ciri lemas ini, tidak bisa berdiri, pokoknya bawaanya lesu, segera laporkan ke Puskesmas terdekat agar dapat ditindaklanjuti.

“Jika memang setelah diperiksa seorang anak menderita lumpuh layu, lalu positif polio, maka bisa jadi se Sumatera Selatan ini akan diadakan vaksinasi,” ujar Elina. Nah, mungkin anda akrab dengan istilah PIN atau pekan imunisasi nasional, PIN ini biasanya dilakukan jika ditemukannya virus polio di satu daerah tertentu, meskipun hanya satu, tapi bisa jadi se indonesia raya ini juga akan divaksin, yang divaksin anak-anak di bawah usia 15 tahun tentu saja.

jadilah warga yang alerta, okay! (vira)





Diare

21 08 2009

PALEMBANG- Musim pancaroba seperti saat ini menyebabkan diare. Hubungannya? menurut dr. Afri Melda, Kepala Seksi bidang pengendalian dan pemberantasa penyakit Dinas Kesehatan Kota Palembang, hubungannya terletak di kesediaan air. “Jika air sedikit sementara kumannya banyak, hal ini dapat jadi pemicu diare. Namun jika ketersediaan air tinggi, meskipun ada kuman, perbandingan tetap lebih banyak air, kemungkinan diare akan lebih rendah.”

Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Kalau buang air dalam sehari melebihi empat kali, kemungkinan besar orang tersebut menderita diare.

Anak-anak lebih rentan terkena diare. diare pada bayi dan balita (bayi bawah lima tahun) sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian akibat kekurangan cairan. “bayi dan balita cukup susah untuk diminta meminum larutan oralit, sehingga lebih berbahaya,” ujar dokter.

Yang paling penting adalah kebersihan. Pola hidup bersih sehat salah satunya adalah mencuci tangan sebelum makan dengan sabun dapat mencegah diare sebanyak kurang lebih 40 %. Minum air putih yang cukup, manusia memerlukan cairan minimal 8 gelas per hari. (vira)





Flu Babi

8 08 2009

PALEMBANG – Hingga saya menulis blog ini, Palembang masih bersih dari flu babi. Hal ini disampaikan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Palembang Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Seksi Surveylen dan Penyampaian Informasi. Meski demikian, Rumah Sakit Umum di Palembang sudah mengantisipasi penyakit ini dengan menyediakan bangsal khusus jika memang terdapat suspect flu babi.

Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Dapat tertular pada manusia jika manusia melakukan kontak langsung pada babi. Misalnya manusia tersentuh air liur atau kotoran babi, maka virus dapat bermutasi di tubuh manusia. selain itu, Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.

Jenis Flu Babi ini memang cepat menyebar tetapi dengan kerusakan yang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan Flu Burung yang memiliki sifat penyebaran yang tidak cepat namun memiliki tingkat merusak yang tinggi.

Flu babi pertama kali ditemukan di mexico. Tapi yang perlu dicatata oleh masyarakat adalah tidak gegabah menghadapi flu yang ada. jangan sampai flu biasa, karena terlalu khawatir, dianggap sebagai flu babi. Gejalanya adalah flu yang disertai panas tinggi, mual muntah dan pusing kepala. Jika tanda-tanda ini ditemukan, maka harus segera dilaporkan ke Puskesmas agar dapat ditangani secara cepat. (vira)





Periksa Kehamilan

27 06 2009

PALEMBANG – Pemeriksaan kehamilan sangat penting untuk menghindari kematian ibu dan bayi. hal ini disampaikan oleh Dokter Fauzia, Kasi Pelayanan Kesehatan dasar Dinas Kesehatan Kota Palembang. Sangat penting karena Kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat dan 15 % dari wanita hamil akan mengembangkan komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya dan mengancam jiwa.

Dalam Healthy Center (26/6), Dokter fauzia sangat menyarankan pemeriksaan kehamilan dilakukan paling minimal tiga kali. “Diperiksakan di tiga bulan pertama, trimester kedua dan trimester ketiga”. Hal ini dilakukan untuk melakukan pemantauan sehingga kesehatan Ibu dan Bayi dapat dipastikan berkembang dengan baik. Juga mempertahankan kesehatan ibu dan bayi serta mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi.

Pemeriksaan tentunya juga harus dilakukan oleh tenaga yang berkompeten untuk melakukan hal tersebut. “Di Palembang saja masih dapat ditemukan Ibu yang melakukan konsultasi bahkan melahirkan lewat dukun beranak. Hal ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian. Kita tidak tau tentang kebersihan dukun beranak dan sebagainya”.

Yang perlu diketahui oleh para ibu dalam pemriksaan kehamilan ini adalah 8T, Timbang berat badan, tekanan darah, tinggi fundus uteri, tetanus toksoid, tablet zat besi, tes penyakit menular seksual, temu wicara dalam rangka persiapan rujukan dan tatalaksana khusus. (vira)





Cara Identifikasi Boraks Pada Makanan

2 06 2009

PALEMBANG – Saat ini, isu pemakaian formalin pada tahu dan mie ataupun pada bahan makanan lain, tampaknya menguap begitu saja. Isu berputar putar pada masalah, tapi apakah berita yang berkembang saat isu tersebut sedang panas-panasnya juga memberikan informasi yang berimbang mengenai bagaimana cara mengidentifikasi makanan yang mengandung zat-zat yang berbahaya?

Juga isu boraks yang ada pada bakso atau mpke-mpek, bahan kimia yang membuat daging menjadi lebih tahan lama, hilang begitu saja. Padahal, siapa tau? ternyata kasus yang hangat kemarin belumlah tuntas sepenuhnya.

Pada Healthy Center Jumat (29/5), Dua staff Badan Penyehatan Lingkungan hadir di studio Trijaya untuk memberikan informasi mengenai bahan tambahan pangan. Bahan tambahan pangan tentunya tidak semua bersifat berbahaya bagi kesehatan, ada juga yang diperbolehkan, namun memang tidak memiliki kadar gizi untuk manusia. Misalnya pewarna makanan, pemanis minuman yang sudah terdaftar secara legal.

Sementara itu, bagaimana dengan formalin dan boraks ? “Tentu saja ini tidak boleh ditambahkan pada makanan karena sangat merusak. sifat merusak memang tidak hadir secara seketika, namun jika menahun, maka kemungkinan berbagai penyakit dapat terjadi, kanker misalnya,” ujar Reni Randa.

Bagaimanakah cara mengidentifikasi makanan yang mengnadung zat berbahaya ? “Misalnya kita mau mengetahui apakah mie yang kita makan mengandung formalin atau tidak. caranya adalah genggam mie tersebut, lalu genggaman tersebut kita buka, lihat apakah mie yang kita genggam tadi membentuk gumpalan atau malah membuyar, tidak lengket, kembali ke bentuk semula. Jika ya (tidak membentuk gumpalan), maka mie tersebut positif mengandung formalin”.

Sementara itu, untuk melakukan identifikasi terhadap bakso yang mengandung boraks. sediakan dua irisan tipis kunyit, cuka putih makan, lilin dan irisas bakso yang sudah dimemarkan. letakkan bakso tersebut di sendok, isi dengan cuka hingga sendok makan penuh dan letakkan irisan tipis kunyit lalu letakkan di atas lilin. jika seketika saja api lilin menjadi biru, maka bakso tersebut berkemungkinan besar megandung boraks. (vira)
Mbak feni randa (staff penyehatan lingkungan)

Beni aulia (staff penyehatan lingkungan)biru





Puskesmas Swakelola

19 04 2009

PALEMBANG – Pernahkah anda ke Puskemas? Jika tidak, maka jangan memberikan komentar buruk mengenai Puskesmas. Karena Puskesmas yang ada di wilayah kota Palembang saat ini sudah bertransformasi menjadi Puskesmas Swakelola, karena itulah infrastruktur dan pelayanan saat ini sudah menuju ke arah yang sangat baik.

Dalam Healthy Center (17/4) dr. Emma Novita, dari Dinas Kesehatan Kota Palembang menegaskan bahwa Puskesmas Swakelola ini memungkinkan bagi Puskesmas untuk menjalankan program kerja masing-masing Puskesmas secara mandiri “Masing-masing Puskesmas dapat melakukan fungsi-fungsi management secara mandiri.”

dr. Emma menuturkan bahwa Puskemas Swakelola ini menyediakan tempat rawat inap dilengkapi laboratorium, Elektro Kardiografi (EKG), pemeriksaan jantung, rontgen dan laser penambalan gigi. “Bahkan di beberapa Puskesmas, sudah terdapat dokter-dokter ahli untuk menangani pasien.” Pengadaan Puskesmas swakelola ini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima, cepat, mudah dan tejangkau semua kalangan masyarakat khususnya masyarakat pinggiran. Sehingga permasalahan medis yang dihadapi masyarakat bisa ditangani lebih cepat sebelum dirujukan ke rumah sakit (RS) bagi yang membutuhkan pelayanan RS.

Transformasi Puskesmas menjadi Puskesmas Swakelola ini merupakan salah satu bentuk dari mensukseskan program kesehatan gratis yang dicanangkan oleh Gubernur Sumatera Selatan. “Tentunya berobat gratis akan terus ditingkatkan pelyanannya kepada publik dengan selalu melakukan pembenahan”. (vira)





Mari Siaga

4 04 2009

PALEMBANG – “Jangan cuma liat tampak muka aja, karena meskipun kita merasa bahwa Palembang adalah kota yang maju, namun masih sangat banyak wilayah-wilayah yang belum dibangun,” ujar Siti Fauziah, Kasi Jaminan Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Palembang.

Karena itulah, pemerintah mencanangkan adanya desa / kelurahan siaga agar fasilitas kesehatan dapat disediakan bagi masyarakat secara merata. adanya desa/kelurahan siaga ini diatur oleh keputusan menteri. Pembentukan desa/kelurahan siagar ini agar semua permasalahan dasar kesehatan di masyarakat dapat tertangani dengan cepat.

dalam Healthy Center, edisi Jumat (3/4) itu, Siti Fauziah mengungkapkan bahwa dalam pembentukan desa siaga, pemerintah akan menjadi fasilitator bagi warga. kenapa fasilitator? karena dalam pembentukan desa/kelurahan siaga, partisipasi masyarakat lah yang akan menjadi rusuk bagi terwujudnya desa/kelurahan siaga ini.

Ada 4 strategi dalam mewujudkan visi masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat, yaitu menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan bekualitas, meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan serta meningkatkan pembiayan kesehatan. (vira)





TBC Bukan Penyakit Kutukan

20 03 2009

PALEMBANG – Ada yang ‘lucu’ dari talkshow kali ini, seorang penelepon, Bapak Roni, menanyakan kebenaran mengenai adakah hubungan antara Aktivitas Seksual dengan TB, Roni menyatakan, melalui line telpon Trijaya bahwa penderita TBC memiliki seksualitas yang bagus. Narasumber pagi itu, dr. Afri Melda sambil tersenyum menjawab bahwa tidak ada hubungan sama sekali “Orang TBC itu lemah, tidak boleh melakukan aktivitas, biasanya demam.”.

Dr. Afri, yangmerupakan Kasi pencegahan dan pemberantasa penyakit menular dinas kesehatan kota palembang mengungkapkan bahwa seringkali msyarakat menganggap bahwa TBC adalah penyakit keturunan, penyakit kutukan atau guna-guna. Hal tersebut semuanya salah. Karena TB adalah penyakit akibat infeksi kuman. “Tuberculosis, adalah penyakit yang disebabkan infeksi kuman Mycobacterium
Tuberculosis”.

Apa saja gejalanya? TBC bisa menyerang bagian tubuh yang mana pun, tapi paru-paru yang paling sering. Pengidapnya mungkin mendapat aneka gejala sebagai berikut:
• batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu,
• demam,
• berat badan turun tanpa sebab,
• keringat malam,
• senantiasa lelah,
• nafsu makan berkurang,
• dahak bebercak darah, atau
• sakit dan bengkak di bagian yang terkena, bagi TBC yang di luar paru-paru.

Jika anda menemukan gejala-gejala di atas, segeralah periksakan ke puskesmas terdekat “Saat ini Palembang sudah memiliki 37 Puskesmas. Sebaiknya langsung diperiksakan agar dapat ditangani secepatnya,” ujar dr. Afri.

BAGAIMANA MENCEGAHNYA?
• Pengidap TBC di paru-paru diminta menutupi hidung dan mulutnya apabila mereka batuk atau bersin.
• Pengidap TBC menular di paru-paru dipisahkan dari orang lain sampai tidak bisa menulari lagi.
• Beberapa orang yang diagnosanya Infeksi TBC ditawari sederet pengobatan pencegahan.

Konsistensi sangat perlu dalam menangani penyakit ini. “Sebaiknya pasien didampingi oleh satu orang agar obat dapat dimakan dengan teratur” (vira)