DPRD Sumsel Bakal Buka Ruang Bagi Publik

9 11 2009

PALEMBANG – DPRD Sumsel periode 2009-2014 mendatang berencana akan membuka ruang/waktu khusus bagi publik atau masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, kritik maupun yang ingin memberikan usulan, selain itu juga DPRD Sumsel akan memberikan kesempatan kepada publik/masyarakat yang ingin memberikan usulan atau inisiatif pementukan peraturan daerah yang baru. demikian diungkapkan anggota DPRD Sumsel, Arudji Kartawinata di gedung DPRD Sumsel.

Arudji Kartawinata yang juga anggota panitia khusus (pansus) tata tertib DPRD Sumsel usai rapat pansus tatib menjelaskan dari pansus tatib DPRD Sumsel yang berlangsung tadi aka nada sedikit perubahan antara tatib yang lama dengan tatib yang akan datang. Hal ini terjadi seiring adanya perubahan peraturan pemerintah nomor 27 tahun 2009 tentang susunan dan kedudukan (susduk) anggota DPR, DPRD provinsi serta DPRD kab/kota.

Arudji menambahkan dengan adanya aturan yang baru ini, ke depan dimungkinkan dibukanya ruang publik/masyarakat sebanyak-banyaknya, jika ada masyarakat yang membutuhkan atau mengusulkan suatu kebijakan khususnya untuk pembuatan peraturan daerah.

“Usulan atau inisiatif masyarakat nantinya, dapat disampaikan melalui komisi, fraksiatau langsung ke badan legislasi DPRD Sumsel’ ujar Arudji.

Menurut Arudji , jika ada usulan yang masuk ke badan legislasi maka akan direspon dan selanjutnya akan dirancang dengan terlebih dahulu melakukan dengar pendapat dengan masyarakat.

Arudji berharap dengan adanya ruang publik/masyarakat ini melalui badan legislasi DPRD Sumsel akan banyak peraturan daerah yang dihasilkan DPRD Sumsel. (Ino)





Ko Afen, pemilik Afen foto studio, diusir pun pernah.

9 11 2009

Afen foto studio, untuk warga Palembang brand ini cukup dikenal, mungkin karena telah lama berdiri atau cabangnya yang berada dimana2. Namun siapa sangka, pemiliknya adalah seorang pekerja keras dan sangat terbuka dengan siapa saja.

Diundang sebagai bintang tamu dalam Program Profil Minggu ini edisi 6 Nov 2009, Pria berbadan besar ini dengan ramah mengatakan bersedia terbuka, bercerita ttg kehidupannya dan berbagi kiat sukses apa saja.

“saya ini melewati perjalanan yang cukup panjang dan tidak mudah” ujarnya.

Ko Afen, begitu beliau disapa, dilahirkan di kota Baturaja. “saya melihat hidup saya tidak bisa begitu begitu saja. Kami bersepuluh, dan hidup hanya mengandalkan satu toko saja, milik ayah, oleh karena itulah saya putuskan untuk hijrah ke Palembang pada saat usia 14 tahun.

Ko Afen mengawali usahanya dengan membuka toko kosmetik di sebuah pusat perbelanjaan. “Tidak langsung sukses, karena pusat perbelanjaan tersebut kebakaran” tambahnya.

Tidak menyerah begitu saja, ko Afen muda mencoba menekuni hobby fotography nya sebagai profesi, beliau mencoba untuk mencari objek objek foto. “Yang penting orang kenal dulu dengan saya, makanya saya gak segan waktu itu dipake gratisan, bahkan beberapa kali memberikan bonus untuk customer saya” ujarnya. Usaha tersebut berhasil, mulai sebagai foro wedding door to door, ko afen mencoba untuk menyewa tempat usaha, cuci foto sendiri “Beberapa kali saya diusir, karena saingan saya yang selalu mencoba untuk membayar sewa lebih mahal dari harga sewa saya, tapi saya pasrah saja. Saya yakin rejeki itu pati ada”

Saat Ini Afen Foto Studio sudah memiliki 5 cabang yang tersebar di kota Palembang. Bukan cuma itu, Afen berhasil mengajak semua keluarganya menekuni bidang usaha yang sama dengan total 16 foto studio serupa. “putri saya memiliki hobby tata rias, jadi saya izinkan dia usaha bridal ” tambahnya. Dan dalam waktu dekat, Ko Afen akan membuka Sekolah Fotography di Palembang.

Akan banyak sekali waktu yang dibutuhkan untuk berbincang panjang lebar dengan pria yang hobby bercerita ini. Sebelum menyudahi, Ko Afen hanya berpesan ‘Tetaplah Rendah Hati dan Ramah dengan siapa saja, karena sukses akan datang dari sana’

Satu Jam pun ditutup dengan bagi bagi 10 T- shirt untuk pendengar trijaya yang telah berpartisipasi (dinnaherly)





Ada tamu dari Luar negeri , Listrik di kantor Walikota padam

9 11 2009

PALEMBANG – Pemadaman listrik yang mendadak mulai membuat gerah Walikota Palembang, Eddy Santana Putra. Apalagi hari ini, Walikota dan jajarannya akan bertemu dengan mantan Walikota Bogota, Colombia, di kantornya.

Pemadaman tersebut, mendadak dan cukup lama, sehinggga Eddy Santana terpaksa menelpon sendiri GM PLN wilayah S2JB, Amir Rosyidin. Setelah menelpon, tak lama listrik kembali menyala.

Ketika dimintai tanggapannya, Eddy Santana mengatakan cukup malu dengan kondisi ini. Apalagi saat dia harus beetemu dengan tamu dari luar negeri. (Burman)