Anjing rabies dimusnahkan

6 11 2009

PALEMBANG – 5 ekor anjing di Sumsel dimusnahkan karena positive rabies karena telah menelan korban mencapai 4 orang yang positif rabies.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Sumsel Asrilazi Rasyid, jumlah populasi anjing ada sekitar120 ribu anjing dan 5 diantaranya di positif. Namun demikian ke 5nya telaj dimusnahkan. Selama tahun 2009 ini korban gigitan anjing di sumsel mencapai 79 kasus dan 4 diantaranya positif rabies. Korban gigitan anjing paling banyak ada di muara enim 15 kasus, prabumulih 17 kasus palembang 13 kasus, oku 12 kasus serta bebetapa daerah lain.

Secara korban gigitan jika dibandingkan 2008 mengalami penurunan 9,7 persen namun jika dilihat yang positif rabies mengalami peningkatan dari 2 kasus menjadi 4 kasus. (Fatur)





Kelangkaan Gula bukan tanggung Jawab Bulog

6 11 2009

PALEMBANG – Bulog Sumsel tidak bertanggung jawab soal kelangkaan dan harga gula yang melonjak dipasaran yang saat ini mulai terjadi.

Persoalannya menurut pihak Bulog sumsel, PTPN VII Cinta manis akan break produksi gula karena bahan baku habis sementara harga gula yang tersedia di PTPN saat ini tidak diminati pasar.

Kepala Divre Bulog Sumsel Tedy Mulwadi mengatakan bulog hanya sebagai agen untuk menjual gula milik PTPN VII kepada mitra bulog. Sementara mengenai harga sepenuhnya ada ditangan PTPN VII. Menurut pihak bulok sumsel, Bulog telah memasarkan gula PTPN VII pada tahun 2009 telah mencapai 35500 ton, dan pada tahun 2010 bulog sumsel menargetkan 50 ribu ton.

Soal stok gula saat ini menurut Tedy Mulwadi masih ada di PTPN sekitar 3000 ton dan gula mayang hampir sekitar 2000 ton namun harganya tidak diminati pasar kerena terlalu tinggi.

Teddy mulwadi juga menambahkan sebetulnya harga gula dapat dikendalikan oleh bulog jika peraturan diberlakukan seperti orde baru dimana bulog membeli hampir 96 persen gula baik BUMN dan Swasta. Selain itu juga ekspor dan impor gula harus melalui bulog sehingga pemerintah dapat mengendalikan harga gula. (Fatur)





Komunitas Cicak Sumsel tuntut reformasi penegak hukum

6 11 2009

PALEMBANG – Komunitas Cicak Sumsel menuntut agar makelar hukum yang memperjual belikan kasus hukum di indonsia diusut tuntas, hal etrsveut demi penegakan hukum yang mngedoankan keadilan. Demikian pernyataan dari para aktivis Palembang yang tergabung dalam komunitas Cicak Sumsel dalam aksinya di Bundaran air mancur Palembang, hari ini.

Mereka juga meminta agar masyarakat tetap memfokuskan pada pemberantasan korupsi. Selain itu keberadaan mafioso peradilan juga harus dihapuskan.

Komunitas Cicak sumsel juga mendesak SBY untuk mereformasi tuntas institusi penegak hukum di Indoensia, serta meminta agar kasus century juga dituntaskan.

Dalam unjuk rasa tersebut, para aativis juga melakukan beberapa aksi teatrikal yang menggambarkan kondisi saat ini. (Jon)