Besok Pimpinan DPRD Sumsel Diresmikan

2 11 2009

PALEMBANG – Besok pimpinan DPRD Sumsel akan diambil sumpah dan janji. Mereka adalah Wasista Bambang Utoyo atau Toni sebagai Ketua DPRD Sumsel 2009-2014, M Aliandra Gantada, A Djauhari serta M Iqbal Romzi yang masing-masing menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumsel.
Sebelumnya empat orang tadi berstatus sebagai pimpinan dewan sementara. Mereka terpilih dalam rapat paripurna yang menetapkan pimpinan dewan sementara setelah anggota DPRD Sumsel 2009-2014 resmi dilantik beberapa waktu lalu. Wasista Bambang Utoyo dari Partai Golkar, A Djauhari dari Partai Demokrat, M Aliandra Gantada dari PDI Perjuangan serta M Iqbal Romzi dari PKS.

Sekretaris DPRD Sumsel Sofyan Machmud yang ditemui disela gladi bersih mengatakan, pengambilan sumpah dan janji akan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel. “Namun waktunya mundur sekitar satu jam dari jadwal semula. Dari yang tadinya pukul 09.00 menjadi pukul 10.00,” ujarnya, Senin (2/11).

Dijelaskan bahwa pada saat yang bersamaan, Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel punya agenda yang sama, yakni rapat koordinasi hakim se Sumatera. “Oleh karena itu dari pada telat, lebih baik kita undur saja satu jam,” ujar Sofyan.

Acara pengambilan sumpah dan jabatan tersebut dilakkan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sumsel. Sebanyak 300-an undangan akan hadir. Diantaranya adalah anggota DPR RI asal Sumsel, anggota DPD RI, para Muspida Sumsel serta para bupati/walikota di Sumsel.(Sripoku)





Pusat Bantu Bangun Jalan di Perumahan Murah Jakabaring

2 11 2009

PALEMBANG – Program 2000 unit rumah murah yang digebyarkan Pemprov Sumsel, sepertinya laku “dijual” ke pusat. Baru-baru ini, Dinas PU Cipta Karya mendapat modal Rp 1,5 miliar dari Departemen PU untuk membangun jaringan jalan lingkungan di kawasan perumahan Jakabaring. Sementara dari target 1.000 unit rumah yang dibangun 2009, saat ini sudah terealisasi 450 unit rumah.

Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Ir Rizal Abdullah kepada wartawan, Senin (2/11) mengatakan, pembangunan rumah murah sampai saat ini masih terus dilakukan dengan target pencapaian 45 persen atau sekitar 450 unit rumah sudah selesai dibangun. Sisanya, diupayakan akan dikerjakan dalam dua bulan terakhir ini karena sedang dilakukan kegiatan penimbunan lahan. Sementara untuk sarana pendukung lingkungan dan prasarana, Sumsel mendapat kucuran dana Rp 1,5 miliar untuk pembangunan jalan lingkungan perumahan. “Program ini akan terus kita jual. Untuk pembangunan drainase, kita mengharapkan bantuan dari pusat,” katanya.

Rumah murah tipe 36 di Jakabaring yang diperuntukan PNS dan guru yang belum memiliki rumah ini dihargai Rp 36 juta, itu pun tanah tidak menjadi tanggungan pembeli melainkan hibah dari Pemprov Sumsel dengan status hak milik. Disisi lain, Kementerian Perumahan Rakyat juga memberikan bantuan uang muka Rp 10 juta sehingga sangat memungkinkan cicilan Rp 10.000 per hari dikalikan dengan masa kredit sehingga jauh lebih murah.

Lantas bagaimana dengan rumah murah bagi pekerja non formal di Musi II? Untuk yang satu ini, Rizal mengatakan, sudah dilakukan pekerjaan konstruksi/pondasi sehingga tinggal memasang konstruksi bangunan. “Untuk konstruksi bangunan atas tidak begitu lama. Sebentar saja sudah selesai,” kata Rizal, seraya menambahkan harga rumah tipe 21 ini, masih tetap Rp 5.000 per hari per KK dilakukan masa kredit.

Untuk perencanaan kawasan perumahan yang akan menjadi model rumah sehat dan bebas polusi ini, PU Cipta Karya sudah menyiapkan rancangan jaringan listrik, konsep penanganan air limbah, drainase, rencana sistem pengolahan sampah, dan jaringan gas alam untuk rumah tangga. Distribusi air bersih dari PDAM, air diusahakan mengalir secara gravitasi dan ditambahkan pompa pada titik distribusi untuk menambah tekanan. Kecepatan aliran air antara 0,3-1,2 m per detik. Diameter minimum pipa 6 inchi, tekanan air untuk perumahan direncanakan antara 1,8-2,3 Kg per cm kubik.

Rumah Panggung
Sementara 1.000 perumahan murah lainnya, yaitu tipe 21/100 bakal dibangun di pinggir Jl Alamsyah Ratu Prawiranegara (Musi II). Beda dengan tipe 36/120, rumah ini berbentuk panggung. Terbagi dua wilayah dipisahkan Jl Jepang, arah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Keramasan. Luas lahan juga sekitar 25 ha. Perumahan ini dibangun untuk penojek, penarik becak, serang ketek, sopir angkot, sopir bus dan lain-lain. Cicilan Rp 5.000 per bulan, pada akhirnya juga menjadi hak milik. Untuk memercepat proses pembangunan rumah murah dan RSS bagi warga, Pemprov Sumsel bakal membentuk tim seleksi untuk menentukan dan menyeleksi warga mana saja yang berhak dan memenuhi kriteria mendapatkan rumah murah. (Sripoku)





Mahasiswa Palembang dukung KPK

2 11 2009

PALEMBANG – Penahahanan dua mantan pimpinan KPK , Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto, oleh pihak kepolisian juga membuat simpati dari sejumlah kalangan di Palembang. Setelah sebelumnya ada seruan dari aktivis yang mendukung Bibit dan Chandra , untuk menggunakan pakaian hitam atau pita hitam dari tanggal 2 – 10 November, aksi unjuk rasa juga mulai marak terrjadi.

Hari ini, mahasiswa Universitas IBA Palembang menunjukkan simpatinya kepada Chandra dan Bibit. Mereka berunjukrasa di Bundaran Air Mancur Palembang. Mahasiswa meminta agar bibit dan Chandra di lepaskan, karena alasan penahanan keduanya sangat lemah.

Selain itu mereka mendukung penuh keberadaan KPK untuk memberantas korupsi. (Burman)





Memulainya sebagai penjual Mie Instan (Yoki Firmansyah, pemilik nyenyes.com)

2 11 2009

Ada dua pandangan tentang pendidikan yang berbeda pada setiap orang. Banyak yang berfikiran, pendidikan itu sangat sangat penting, untuk itu mereka rela mengaplikasikan pepatah, kejarlah ilmu sampai ke negeri cinta. Tapi tidak begitu berlaku untuk seorang Yoki Firmansyah, pemilik usaha nyenyes.com, kaos kaos khas bergambar animasi dan kalimat lucu khas Palembang.

Bukan menyepelekan pendidikan, tapi Yoki begitu beliau disapa, lebih suka menjadi wirausaha ketimbang melanjutkan kuliah di perguruan tinggi seperti semua saudara saudaranya. Diundang emnjadi bintang tamu dalam acara profil minggu ini, edisi Jum’at 20 Oktober 2009, pria kelahiran 1983 ini tidak segan membagi ceritanya.

“semua berawal dari kepindahan saya ke jogja, disanalah saya melihat dunia dalam kehidupan yang sebenarnya. Saya sekolah disana, mencoba menekuni dunia musik, menjadi seorang Gitaris, saya bisa namun saya hentikan seketika. Bagi saya musisi itu tidak bisa membuat say amenjadi kaya. Mereka Berkarya bukan mencari harta” ujarnya.

Pria yang mengidolakan keluarga pengusaha Yusuf Kalla ini juga mengaku, terpaksa memutar otaknya, dengan modal 18.000 rupiah saja. “saat itu saya berfikir bagaimana caranya agar tetap bisa bertahan dengan uang seadanya, saya jadi penjual mie instan dengan uang sisa di kantong, saya masak untuk mahasiswa yang suka nonton bola.. dari sana uang saya berputar, dan semangat usaha saya tumbuh.’

Benar saja, dari mie Instan, Yoki selalu mencoba menjual sesuatu yang baru, seperti Pisau, Ikat Pinggang, Tas HP, sampai Dasi Bekas. “tapi saya bukan sales, walaupun saya jajakan door 2 door, itu modal saya sendiri” tegasnya.

Lalu, bagaimana ceritanya sampai bisa menjadi pengusaha kaos khas Palembang?

“saat saya memutuskan kembali ke Palembang, kebetulan sedang ada acara akbar, KTNA, ketika para petani dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul disini. Saya jalankan ide saya membuat kaos bergambar jembatan ampera, waktu itu warnanya hanya hitam dan putih,saya jajakan disana, luar biasa laku keras. Sisanya, di stock di beberapa toko toko pakaian” terangnya

Saat ini, Yoki yang tidak ingat dimana dia menyimpan ijazah SMA nya memiliki usaha kaos khas Palembang dengan 3 merk. Tujuannya untuk menjangkau tiga golongan masyarakat. Salah satunya adalah Nyenyes.Com yang outletnya dapat anda temui di Palembang Indah Mall

Semoga dengan keberadaan orang muda yang kreatif seperti ini, akan semakin banyak orang palembang yang merasa bangga menyebut dirinya WONG KITO (dinnaherly)