Perolehan Kursi DPRD Sumsel Bakal Berubah

30 07 2009

PALEMBANG – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan akan terjadi perubahan alokasi kursi di DPRD Sumsel, terkait Putusan Mahkamah Agung (MA) No 16P/HUM/2009 mengenai tata cara pembagian kursi DPR hasil Pemilu 2009, yang juga berimbas pada tata cara perolehan kursi di DPRD provinsi yang berubah.

Meski demikian KPUD Sumsel mengaku belum melakukan perhitungan, berapa jumlah kursi DPRD Sumsel yang akan mengalami perubahan, sebagai imbas dari Putusan MA tersebut.

Ketua KPUD Sumsel Anisatul Mardiah mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari KPU Pusat, terkait pelaksanaan Putusan MA tersebut.

“Kalau itu (Putusan MA) dilaksanakan perubahan pasti ada. Kalau untuk kursi DPRD Sumsel belum kita hitung, berapa yang akan berubah,”ujar Anisatul ditemui disela-sela peluncuran dan bedah buku biografi Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad di Hotel Horison, Palembang.

Untuk DPRD Sumsel diakui Anisatul, tak jauh berbeda dengan di tingkat nasional. Tiga partai besar yaitu Partai Golkar, Partai Demokrat dan PDIP mengalami penambahan jumlah kursi, sementara sejumlah partai menengah mengalami pengurangan.

“Tapi saat ini juga ada upaya-upaya hukum yang dilakukan sejumlah partai menengah, yang berkeberatan dengan Putusan MA itu. Tapi kalau memang itu (Putusan MA) harus dilaksanakan, ya akan kita laksanakan apapun resikonya,”tandas Anisatul.

Dengan demikian dikatakan Anisatul, seandainya Putusan MA tersebut dilaksanakan nantinya, akan terjadi penetapan ulang calon anggota DPRD Sumsel terpilih periode 2009-2014.

KPUD Sumsel berharap KPU Pusat secepatnya mengambil keputusan dan memberi arahan kepada KPUD, bagaimana menyikapi Putusan MA tersebut, mengingat ini juga akan berimplikasi kepada jadwal pelantikan anggota DPRD Sumsel terpilih periode 2009-2014 yang jatuh pada bulan September mendatang. (Ino)





Sumsel terus upayakan pembangunan jalan Tol Palembang-Betung-Indralaya

30 07 2009

PALEMBANG – Pembangunan jalan tol palembang Indralaya masih belum ada kepastian padahal arus kendaraan yang melintasi kawasan ini sudah cukup tinggi apalagi jika terjadi kecelakaan kawasan ini bisa langsung macet total.

Pemprov Sumsel sendiri telah mengajukan ke Pusat pembangunan jalan tol palembang indralaya sejak kepemimpinan gubernur Syahrial Oesman. Sampai saat ini menurut keterangan kepala bidang bina teknik PU Bina Marga Sumsel yusuf usman, PU Bina marga masih terus mengajukan ke Dep PU sebagai proyek yang diajukan.

Sementara Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat dimintai keterangan mengatakan sumsel justru tidak hanya mengusahakan pembangunan jalan tol Palembang Indralaya melainkan jalan tol Indaralaya – betung yang akan melintasi palembang dan pangkalan balai. Pihaknya akan bekerja keras mengusahakan hal ini.
Alex Noerdin juga menjelaskan proyek Jalan tol Indralaya hingga ke Betung akan menjadi proyek jalan tol paling prestisius dan akan menggaet infestor secara international.

Menurutnya hal sangat rasional melihat arus mobilisasi kendaraan sudah cukup tinggi. Jika hal ini terwujud maka sumsel akan cepat tumbuh perekonomiannya. (Fatur)





Dinas peternakan awasi ketat perdagangan hewan lintas batas

30 07 2009

PALEMBANG – Merebaknya suspek flu babi di provinsi lampung dikhawatirkan akan meluas ke Sumatera Selatan. Untuk mewaspadai hal ini Disnak provinsi sumsel siap siaga memantau pergerakan perdagangan ternak babi yang akan masuk ke Sumsel melalui provinsi Lampung.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumsel Asrilazi mengatakan pihaknya akan intensive melakukan tes poin dibeberapa titik perlintasan perdagangan daging babi diantaranya diperbatasan provinsi lampung dan sumsel yaitu OKU dan OKI. Pihaknya akan lakukan seleksi ketat agar sumsel terhindar dari flu babi yang saat ini . Selain itu yang menjadi konsentrasi tes poin adalah perbatasan jambi dan sumsel yaitu di bayung lincir Muba. Yang dikhawatir dari pihaknya adalah perlakuan standar ganda petugas dilapangan yang diindikasikan saat masih marak sehingga banyak perdagangan ternak lolos tanpa pemeriksaan.

Untuk memuluskan tes poin jalur ternak babi yang akan masuk ke Sumsel, disnak Sumsel juga akan berkoordinasi dengan disnak lampung dan jambi. Hal ini dilakukan guna memastikan soal ternak-ternak yang akan masuk ke Sumsel. (Fatur)