Gubernur imbau Instansi pemerintah lakukan penghematan listrik

29 07 2009

Palembang – Gubernur menghimabu instansi Gubernur Sumsel akan mengeluarkan surat himbauan agar instansi pemerintah di Sumsel untuk hemat listrik. Hal ini menindaklanjuti bahwa saat ini sumsel sedang defisit listrik sekaligus untuk menghamat anggaran pemerintah listrik.

Gubernur sumsel alex noerdin mengatakan akhir-akhir ini listrik di sumsel terus mengalami pemadaman sehingga meresahkan masyarakat. Untuk mengurangi penggunaan listrik di instansi pemerintah gubernur akan mengeluarkan surat himbauan instansi pemerintah agar hemat listrik terutama pemerintah provinsi. Apalagi menurut alex listrik di instansi pemerintah dibayar menggunakan uang APBD. Penghematan seperti dalam pemakaian raungan pendingin dan lainnya.

Sementara kepada PLN jika ada pemadaman listrik lebih dari 3 jam agar memberitahukan kepada publik agar tidak resah sebab akhir-akhir ini ada yang hampir 8 jam listrik padam.

Semnetara itu, DPRD Kota palembang mengeluhkan hal serupa. Menurut Wakil ketua DPRD Kota palembang, hamzah Syakban, pemadaman listrik yang terjadi saat ini menyebabkan kerugian yang besar di masyarakat. Dia berharap agra PLN dapat mengatsi pemadaman yang terjadi setiap tahunnya. (Fatur/burman)
(Fatur)





Dinkes selalu koordinasi antisipasi flu babi

29 07 2009

PALEMBANG – Guna mewaspadai penyebaran flu babi , Dinas kesehatan Kota Palembang Palembang tingkatkan koordinasi di pintu-pintu masuk seperti bandara, terminal dan stasiun. Terutama mendekati Bulan Ramadhan dan perayaan Lebaran.

Menurut Kabid kabid PMK Dinas Kesehatan Kota Palembang, Anton suwindro, meraka mewaspadai para pemudik, pendatang dan masyarakat lain yang akan datang ke Palembang. Agar virus ini tidak menyebar di Palembang perlu ada penanganan khusus bagi mereka yang baru datang dari luar negeri, sehingga kalau ada yang terkena langsung ditangani tim khusus ini.

Sejauh ini, menurut Anton, Palembang masih terbebas dari virus A-H1n1, namun hal ini jangan membuat semua kalangan lengah. (Burman)





Stok Raskin Aman

29 07 2009

PALEMBANG – Stok raskin untuk wilayah sumsel aman hingga februari 2010 mendatang.

Kepala Bulog divisi regional Sumsel tedi mulyadi mengatakan pihaknya telah melakukan kontrak stok bulog sebanyak 115 ribu ton lebih dan yang masuk ke bulog mencapai 113 ribu ton. Pihaknya akan terus mengejar target stok beras hingga mencapai 145 ribu ton sampai bulan september. Stok ini untuk menjamin ketersediaan raskin dan cadangan beras untuk bantuan bencana. Jumlah ini dapat mengamankan stok raskin hingga februari mendatang. Dan juga menurutnya stok ini juga mampu menyuplai raskin di provinsi bengkulu.

Pihaknya juga mengalami kendala dalam menyediakan stok beras di Bulog yaitu beras di tingkat petani yang kian naik hingga level 4.600 sedangkan anggarannya belum mengalami peningkatan. (Fatur)





Pemerintah berhutang kepada perusahaan pupuk

29 07 2009

PAELMBANG – Pemerintah ternyata selama ini masih hutang kepada sejumlah BUMN untuk memproduksi pupuk bersubsidi yang berakibat mengganggu stabilitas perusahaan.

Hal tersebut dikemukakan ketua Tim Pengawasan dan Distribusi Pupuk DPR RI, Arifin Junaidi kepada pers dalam kunjungannya ke pemerintah Provinsi.

Menurutnya pada tahun 2008 saja pemerintah masih hutang kepada PT. Pupuk Sriwijaya (Pusri) mencapai 800 milyar belum termasuk tahun 2009. Selain itu juga pemerintah hutang kepada PT. Petrokimia mencapai 1,6 Triliun.

Arifin junaidi mengungkapkan hutang ini berasal dari hasil produksi pupuk bersubsidi pada tahun 2008 dan sampai saat ini belum terbayarkan. Karena hutang belum terbayarkan inilah mengganggu aktivitas produksi pupuk karena bahan baku harus didapat secara kas dan impor. Akibtanya Pusri dan Petrokomina tidak produksi over kapasiti.

Pihaknya mendesak agar pemerintah dalam hal ini untuk segera mengambil inisiatif membayar hutang tersebut agar BUMN tidak terganggu aktifitasnya. Selain itu juga yang disesalnya justru kebijakan stimulus dari pemerintah pusat untuk pertanian terutama pupuk sangat minim hanya 7 persen sementara untuk koorporate swasta sangat dominan. (Fatur)