Empat Parpol di Sumsel Rebut Ketua Dewan

13 07 2009

PALEMBANG – Empat partai politik di DPRD Sumsel berpeluang untuk merebut kursi Ketua DPRD Provinsi Sumsel periode 2009-2014. Masing-masing adalah Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan dan PKS.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel yang juga Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Bihaqqi Soefyan mengatakan, pemilihan pimpinan dewan tersebut mengacu pada UU Susduk anggota dewan. Bila UU Susduk yang baru belum diberlakukan, maka UU Susduk yang lama yang akan dipakai menjadi acuan untuk memilih ketua dewan.

Menurutnya, bila mengacu pada UU Susduk yang lama maka penentuan ketua dewan berdasarkan suara terbanyak untuk calon yang menjadi peserta dalam pemilihan. Itu dapat dilakukan dalam sebuah voting diantara 75 anggota dewan di Provinsi Sumsel.

Sedangkan bila mengacu pada UU Susduk yang baru, maka parpol yang mendapatkan kursi terbanyak di DPRD Provinsi Sumsel adalah yang berhak memegang jabatan ketua dewan di DPRD Sumsel.

“Untuk Partai Demokrat terbuka peluang untuk meraih kursi ketua dewan. Sama seperti parpol lain. Masing-masing parpol bisa membentuk koalisi untuk mendukung salah satu pasangan calon,” jelasnya.

Pemilihan ketua dewan bila menggunakan UU Susduk yang lama akan menggunakan sistem one man one vote (satu orang satu suara). Sedangkan jumlah anggota dewan sendiri saat ini mencapai 75 orang atau lebih banyak 10 orang dari anggota dewan periode sebelumnya yang hanya 65 orang. (Sripo/Jon)





Golput di Palembang Tinggi

13 07 2009

PALEMBANG – Tingkat partispasi pemilih pada pemilihan presiden (pilpres) 8 juli lalu masih sangat rendah. Dari hasil perhitunagn sementara KPU Kota Palembang, angka partisipasi ini hanya mencapai 60 -65 persen. Sehingga angka golput bisa mencai 30-35 persen di Palembang.

Anggota KPU Kota Palembang, Abdul Karim Nasution mengatakan, angka tersebu diluar pemilih yang menggunakan KTP, yang duiperkirakan hanya sekitar 2,5 persen. Padahal pada pemilu legislative lalu tingkat partisipasi mencapai 75 persen.

Menurut Karimj, penyebabnya kemungkinan adalah kejenuhan masyarakat, serta waktu pikpres yang bertepatan dengan liburan anak sekolah. (Jon)





RS Ernaldi Bahar akan ditingkatkan Statusnya

13 07 2009

PALEMBANG – Pembangunan RS. Jiwa dan RSU Ernaldi Bahar saat dalam tahap lelang proyek. Pembangunan RS. Jiwa ini berada di Alang-Alang Lebar, sedangkan RS. Ernaldi Bahar Km 5 akan dijadikan rumah sakit pemprov dengan kualitas standar international untuk menompang program berobat gratis.

Kepada Dinas Kesehatan Pemprov Sumsel Zoelkarnain Noerdin mengatakan pada tahun ini dianggarkan sebesar 150 m untuk 2 rumah sakit ini namun kebutuhan keseluruhan pembangunan diperkirakan mencapai 700 Milyar termasuk peralatannya. Dia juga mengatakan tidak semua harus ditanggung pemprov, untuk tahap awal pemprov akan menanggung namun selanjutnya akan meminta bantuan Depkes.

Lebih lanjut Zoelkarnain menjelaskan bahwa RS. Ernaldi Bahar akan menjadi penompang program berobat gratis dengan 600 bed. Sehingga kualitas program ini akan semakin baik dengan dibangunnya RS yang mempunyai kualitas standar international.

Sementara itu, Pemerintah Kota Palembang siap memfasilitasi pengembangan RS Erba. Menurut Kabag Agraria dan batas wilayah Pemkot palembang, Syafawi, lahan yang dipersiapkan 10,5 hektar. Lahan akan dibangun di kecamatan Alang-Alang Lebar. Namun sejauh ini pihaknya belum tahu anggaran yang dipersiapkan pemprop untuk pembebasan lahan tersebut (Fatur/Burman)