Harga Karet Naik

6 07 2009

PALEMBANG – Harga karet di Palembang mulai bergerak naik. Khususnya karet kualitas ekspor, sejak akhir pekan lalu terus bergerak naik.

Menurut Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan (Sumsel) Awie Aman, Senin (6/7), dua hari terakhir harga karet kualitas ekspor jenis SIR 20 di pasaran setempat mencapai Rp14.733/ kgg atau naik dibanding harga sebelumnya hanya Rp14.437/ kg.

Awie tak menepis, kenaikan harga tersebut karena pengaruh pasaran internasional. “Perkembangan harga karet kualitas ekspor di Sumsel selama 2008 selalu fluktuatif. Walaupun terjadi kenaikan tetapi beberapa hari kemudian turun kembali demikian seterusnya,” ujarnya.

Menurut Awie Aman, harga karet seakrang walau mengalami kenaikan, tetap masih berada di bawah harga tahun 2008. “Harga karet kualitas ekspor SIR 20 FOB tahun 2008 tertinggi pada Juni mencapai Rp 28.991/ kg kemudian bulan berikutnya berangsur turun dan terendah bulan November hanya tercatat Rp13..245 per kg,” tambahnya.

Anjloknya harga karet kualitas ekspor tersebut disebabkan imbas dari krisis global melanda sejumlah negara, termasuk Indonesia, sehingga dalam situasi demikian semakin menyulitkan petani, katanya.

Mengenai volume ekspor, menurut dia, ekspor karet Sumsel rata-rata mencapai 65.142 ton per bulan.

Ekspor karet Sumsel itu melalui belasan perusahaan pengolahan karet anggota Gapkindo di provinsi tersebut, katanya.

Pantauan di sejumlah pabrik pengolahan karet di Palembang, antara lain pabrik di kawasan Kertapati, dalam dua hari terakhir, hanya beberapa unit mobil truk sarat muatan karet, setiap hari siap dibongkar di sana.
Sejumlah pedagang pengumpul yang menunggu transaksi dengan pihak pabrik mengatakan, karet tersebut dibeli dari petani di sejumlah daerah penghasil antara lain Kabupaten Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Namun tidak semua karet yang dibeli dari petani itu dijual ke pabrik di Palembang, tetapi sebagian oleh pedagang pengumpul dipasok ke pabrik di Lampung, tergantung perbedaan tinggi rendahnya harga ditetapkan pihak pabrik, kata Bahrum, pedagang pengumpul yang mengaku dari daerah Kota Prabumulih itu.

Sementara itu, data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel menyebutkan, volume ekspor karet provinsi tersebut selama priode Januari-Februari 2009 tercatat 100.069 ton dengan total perolehan devisa 140,06 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel,H Eppy Mirza mengatakan, dari total perolehan devisa ekspor nonmigas provinsi tersebut priode Januari-Februari 2009 mencapai 397,434 juta dolar AS, sebanyak 140,06 juta dolar di antaranya disumbang dari karet. (Rep)





Panwaslu Sumsel Belum Terima Salinan DPT Pilpres

6 07 2009

PALEMBANG – Panwaslu Provinsi Sumsel hingga Senin (6/7) ini menyatakan belum menerima salinan Daftar Pemilih Tetap (DPT)Pilpres Provinsi Sumsel. Padahal data tersebut dinilai penting oleh Panwaslu Sebagai bahan untuk pengawasan.

Ketua Panwaslu Provinsi Sumsel Ruslan Ismail yang dihubungi mengatakan, sudah dilayangkan permintaan secara resmi oleh Panwaslu Sumsel. Namun demikian belum ada jawaban dari pihak KPUProvinsi Sumsel.

“Kita akan tanyakan kembali secara formal kepada KPUProvinsi Sumsel,” kata Ruslan. Dijelaskan bahwa menjadi kewajiban dari Panwaslu Provinsi Sumsel dan jajaran dibawahnya untuk mengecek daftar pemilih pada pilpres.

Hal itu akan menjadi laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta. Ruslan mengharapkan kekisruhan daftar pemilih yang mencuat ditingkat nasional, tidak terjadi di Sumsel. Penyelenggara pemilu diminta profesional dalam mendata pemilih pada pilpres 2009. (Sripo/Fir)





Proyek 10 Juta Sambungan Air Bersih Untuk Sumsel Sudah Dapat Diajukan

6 07 2009

PALEMBANG – Pemprov mempersilahkan kepada kabupaten dan kota untuk merencanakan pengajuan proyek 10 juta sambungan pipa air bersih yang dicanangkan pemerintah pusat. Pihaknya menjamin tidak ada praktek suap menyuap.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas PU Cipta Karya Rizal Abdullah kepada pers di kantor Gubernur Sumsel.

Dia mengatakan program ini tidak semata-mata dari anggaran pemerintah pusat namun ada sharring antara pemerintah pusat, kabupaten dan kota atau kabupaten oleh karena itu pengajuan harus disertai dengan kemampuan daerah. Rizal menyebutkan untuk Water Treatment Plan (WTP) dibantu dari pusat, pipa induk dari pemprov, sedangkan kabupaten dan kota membiayai sambungan rumah tangga.

Pihaknya menegaskan bahwa kabupaten dan kota sampai saat ini belum ada yang mengajukan. Oleh karena itu dihimbau kabupaten dan kota untuk mengajukan namun disertai sharring dari daerah untuk sambungan sehingga dapat dievaluasi. (Fatur)





PLTU Mulut Tambang Lahat dan Muara Enim Diresmikan

6 07 2009

PALEMBANG – PLTU mulut tambang Keban agung dikabupaten lahat akan segera dibangun dan diresmikan langsung oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro esok hari.

Asisten Ekonomi, keuangan dan Pembangunan Pemprov, Edy Hermanto mengatakan PLTU Keban Agung yang akan diresmikan sebesar 2 x 135 MW yang berbahan baku batu bara. PLTU berasal dari investasi swasta nasional dan akan rampung pada 2011 mendatang. Dia juga menambahkan selain PLTU keban agung, juga akan diresmikan PLTU simpang belimbing muara enim dengan daya yang sama.

Dengan diresmikan 2 PLTU ini pada tahun 2011 suplay listrik diwilayah Sumbagsel akan surplus sehingga tidak ada pemadaman listrik. (Fatur)





90-an Pemilih di Palembang Tercecer

6 07 2009

PALEMBANG – Sebanyak 90-an pemilih di Kota Palembang tercecer alias tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT)Pilpres 2009.

Padahal nama-nama tersebut masuk dalam DPT Pemilu Legislatif 2009 yang kemudian menjadi daftar pemilih sementara pilpres. Anggota KPUKota Palembang Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, Abdul Karim mengatakan bahwa kemungkinan tercecer ketika memindahkan data dari PPS ke KPUKota Palembang.

“Artinya data-data tersebut tidak ikut terkopi ketika memindahkan data,” ujarnya yang ditemui Senin (6/7). Karim mencontohkan pemilih atas nama Maryati terdaftar dalam Pemilu Legislatif. Tetapi namanya tidak ada dalam daftar pemilih Pilpres 2009.

Untuk itu pemilih tersebut akan dimasukan dan diakomodir dalam daftar pemilih pilpres. Selain mata pilih yang tercecer, KPUKota Palembang mendeteksi terjadinya kesalahan dalam pemindahan data dari PPK/PPS ke KPUKota Palembang.

Akibatnya terjadi dugaan data pemilih ganda. Salah satunya terjadi di Kelurahan Bukit Sangkal, Palembang. Itu terdeteksi pada saat membagikan undangan. Dijelaskan Karim, pada saat kopi data berlangsung ada data yang tertinggal.

Ketika disusulkan data tersebut terjadi ketidakcocokan. “Itu baru diketahui ketika undangan untuk pemilih dibagikan. Ada undangan pemilih yang tidak cocok dengan alamatnya,” jelas Karim.

Terdata 19 ribuan yang terdata tetapi setelah dicross cek hanya ada 80-an orang saja yang tidak cocok. Dan data tersebut diperbaiki kembali oleh PPS sehingga bisa ikut pilpres. (Sripo/Jon)