Operasi intelijen marak di pilpres kali ini

30 06 2009

PALEMBANG – Banyaknya pensiunan Jendral TNI dan Polri yang ikut dalam barisan tim sukses pasangan capres dan cawapres dalam pilpres kali ini, membual pilpres dipenuhi dengan opersi intelijen. Padahal pada pemilu srbelumnya operasi intelijen ini tidak terlalu Nampak. Demikian dikatakan oleh Pengamat politik UI Arbi Sanit disela-sela diskusi yang digelar ICMI Sumsel.

Menurut Arbi Sanit, masingmasing pasangan mempunyai barisan Jendral yang ahli dalam intelijen. Keterlibatan mereka i tidak baik bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Karena pola-pola intelijen yang ada seperti intimidasi atau kampanye negative digunakan untuk menarik pemilih. (Jon)





Ada subsidi Rumah murah bagi rumah tangga kurang mampu

30 06 2009

PALEMBANG – Kabar baik buat rumah tangga kurang mampu di Sumatera Selatan. Pasalnya tersedia subsidi rehab rumah sebesar 10 juta rupiah dari pemerintah pusat.

Kepala PU Cipta Karya Pemprov sumsel Rizal Abdullah mengatakan bahwa pinjaman tersebut sebenarnya berjumlah 20 juta rupiah dari perbankan atau koperasi yang ditunjuk, dengan syarat ada uang pancingan sebesar 2 juta rupiah. Dari jumlah tersebut 9 juta rupiah berasal dari subsidi Menetri perumahan rakyat. Sehingga rumah tangga hanya mengembalikan uang sebesar 9 juta rupiah secara bertahap.

Menurut Rizal, saat ini realisasinya tergantung pada kabupaten dan kota yang telah menandatangani kesepakatan memebrikan bantuan rumah murah bagi warganya. (Fatur)





Penggunaan vaksin meningitis belum jelas

30 06 2009

PALEMBANG – Jumlah daftar tunggu jemaah haji (waiting list) Kota Palembang mencapai 25 ribu orang hingga tahun 2013 atau mencapai 6200 an orang per tahun.

Demikian dikatakan oleh Kakadepag kota Palembang, Rosyidin hasan. Dia mengatakan tahun ini, jemaah haji akan diberangkan pada bulan oktober mendatang .

Sementara itu terkait kontroversi Vaksin Meningitis, samapai saat ini pihaknya belum menrima menerima keputusan resmi dari pemerintah pusat. Menurutnya apabila memang dinyatakan haram, maka pemerintah harus seceoatnya mencari vaksin pengganti demi kesehatan para jemaah haji dtanah suci.

Sebelumnya, Kepala dinas Kesehatan Kota Palembang, Gema Asiani mengatakan, sebelum ada keputusan resmi, pihaknya tetap akan menggunakan vaksi tersebut kepada jemaah haji di kota Palembang. (Burman)





Kemana Penyanyi Cilik Indonesia?

30 06 2009

Dunia artis cilik Indonesia menjadi kosong, mungkin ini ungkapan yang tepat untuk saat ini. Joshua, Enno Lerian, Trio Kwek Kwek , Sherina dan lainnya mulai beranjak dewasa, anak anak kita menjadi kehilangan idolanya. Belum lagi lagu lagu band bertema cinta ramai bersliweran membuat anak anak lebih mudah mengingat dan menghapal syair syair lagu dewasa.

Zona Indo edisi Jum’at 24 Juli 2009, mengundang opini pendengar seputar krisis penyanyi cilik di negara kita, jawabnya pun beragam. Mulai dari Industri penyanyi cilik yang dinilai kurang menjual, sampai anggapan kekurang pedulian para penulis lagu, untuk membuat syair anak anak.

“anak anak tidak lagi bernyanyi lagu satu ditambah satu, melainkan jatuh cinta atau patah hati” ujar salah satu pendengar yang dihubungi melalui telp.

Belakangan, kontes cari bakat anak anak, juga sempat menjaring beberapa nama, seperti Debo dan kawan kawan, namun tetap lagu yang mereka bawakan juga bertema cinta, dan remaja. Belum lagi, kemunculan 3 putra musisi Ahmad Dani, dengan lagu Bukan Superman.

apakah sudah tidak ada lagi pencipta lagu anak-anak seperti Papa T Bob dkk? atau sudah tidak ada lagi penyanyi-penyanyi cilik yang berkualitas? sepertinya jawabannya bukan itu. musik sekarang sudah menjadi industri, profitabilitas lah yang menjadi sasaran. label-label major lebih memilih memfasilitasi karya-karya yang sesuai dengan permintaan pasar. sama halnya dengan stasiun televisi yang menayangkan AFI Junior dan Idola Cilik, acara yang tadinya dipandang bermanfaat untuk mencari dan memandu bakat menyanyi bagi anak-anak malah ‘memaksa’ anak-anak untuk menjadi dewasa karena mereka lebih banyak menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang isinya cinta

Semoga, ini tidak berdampak banyak pada perkembangan anak anak Indonesia, apabila musik juga memiliki peranan dalam pembentukan pribadi anak.

“semoga musik Indonesia juga memberikan sedikit spacenya untuk putra putri kita” isi sms dari seorang pendengar (dinnaherly)





Abdurrahman; menjadi perantau sejak usia 3 bulan

30 06 2009

Terbuka, kata yang tepat menggambarkan tokoh muda ini, terbukti ketika dengan sigap beliau menyetujui undangan radio Trijaya untuk mengisi acara profil minggu ini edisi 26 Juni 2009.

“Abe, orang orang biasa memanggil saya” ujarnya ramah. Abdurrahman, kelahiran 1974 adalah Branch Manager dari Rumah Zakat Indonesia Cabang Palembang setelah sebelumnya di Padang dan Pekanbaru.

“pertama kali saya datang kesini, saya melihat semangat yang luar biasa dari masyarakat Palembang” ujarnya ketika ditanya ttg pendapatnya ttg Palembang.

Rumah Zakat bagi seorang Abe, adalah pekerjaan yang selama ini di idamkan, cita cita yang sebenarnya.
“tadinya saya malu, harus mendatangi nasabah satu persatu, mengingatkan mereka membayar kewajibannya, tapi kemudian saya sadar ini adalah pekerjaan mulia, saya menyelamatkan mereka dari neraka” tambahnya

satu jam perbincangan dengan Trijaya Palembang, menyimpulkan bahwa, ayah 4 orang anak ini adalah sosok yang lembut tapi tegas dan mandiri,

“sudah sejak umur 3bulan, saya diasuh oleh nenek saya berganti gantian, dari satu kota ke kota lainnya, mungkin ini yang membuat saya mandiri dan terbiasa dengan lingkungan baru” ujarnya mantap
(dinnaherly)