Da’i Cilik

24 06 2009

PALEMBANG – Mutiara Sore hari ini, Rabu (24/6) kehadiran dua Da’I cilik yaitu Abid Ar Robbani dan Hanif Bari Wahyudi. Dua orang dai cilik ini adalah pemenang kontes dai cilik yang diadakan oleh salah satu tv swasta di Indonesia. Ustad Dikdik membawanya ke studio untuk memberikan cerita kepada para pendengar Trijaya mengenai upaya keluarga dalam menghasilkan anak-anak yang cendikia.

“Insya Allah saya ingin menjadi dai hingga dewasa,” ujar Abid yang saat ini duduk di kelas lima SDIT Al Furqon. Berbeda dengan Hanif yang berusia delapan tahun, Hanif berkata bahwa ia mungkin tidak akan terlalu focus dalam hal ini. Well, mungkin karena hanif masih kecil banget kali ya….

Seperti apa sih mereka menerima pendidikan di rumah?

Abid mengaku bahwa ia ditargetkan untuk membaca alquran dua lembar setiap harinya. Sementara itu, perihal sholat, Abid sudah tidak pernah lagi diingatkan karena bocah laki-laki ini mengaku bahwa sholat adalah kebutuhan sendiri.Lain lagi dengan Hanif, ia mengaku bahwa ia masih diingatkan sekali kali, membaca Alquran juga tidak dipaksakan.

Dalam kesempatan ini, Abid dan Hanif berduet dalam melakukan tausiyah. Hanif mengawali tausiyah singkat dengan melantunkan lagu terlebih dahulu, karena memang Hanif memiliki suara yang jernih. Setelah hanif selesai melantunkan lagunya, Abid bersyi’ar dengan melakukan analogi kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Sore itu, Mutiara Sore ditutup dengan lantunan singkat dari Hanif yang menyanyikan lirik josh Groban, You Raise Me Up (vira)





Pemprop Sumsel kerjasama dengan Belgia untuk kelola TAA

24 06 2009

PALEMBANG – Otorita pelabuhan Antwerpen Belgia melaluiAntwerp Port Education Centre (APEC) berminat bekerjasama kegiatan pengerukan (dredging)endapan lumpur di alur Sungai Musi sebanyak 1,6-1,8 juta meter kubik per tahun. Kerjasama bertujuan menjaga akses sungai menuju pelabuhan agar tetap normal.

Pengerukan sendimentasi lumpur di alur pelayaran Sungai Musi ini adalah bagian dari program pemberdayaan dan mendukung pelabuhan samudera Tanjung Api- api dengan harapan suplai barang tidak hanya melalui akses darat tetap jalur sungai masih tetap dipertahankan. Belgia sendiri sangat berkepentingannya karena Belgia tertarik 8,5 juta ton per tahun batubara untuk kebutuhan dalam negerinya.

Kepada wartawan, Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH mengatakan,hasil kunjungan ke Belgia bersama staf ahli 11-13 Juni lalu adalah memenuhi undangan Duta Besar RI Najib Rifat untuk Belgia, Luxembourg dan Uni Eropa. Tentu saja, undangan itu dimanfaatkan sebagai ajang mengenalkan Sumsel di Eropa. Salah satunya mengujungi salah satu pelabuhan terbesar kedua di Eropa, yakni Antwerpen yang menjadi pintu gerbang Eropa. “Saya tertarik dengan Pelabuhan Antwerpen ini karena karakternya sama dengan Pelabuhan Tanjung Api-api,” katanya.

Untuk pengerukan sendiri, akan dilakukan PT Pelindo dengan melibatkan BUMD dan tim ahli dari Belgia karena kandungan lumpur yang mengendap harus dikeluarkan sehingga alur pelayaran tidak akan terganggu. Selain kerjasama pengerukan, ternyata Belgia merupakan pasar yang tepat untuk produk pertanian Sumsel.Untuk itu Kota Pagaralam dijadikan pusat pengembangan sayur dan buah-buahan. “Pagaralam memiliki kontur tanah yang bagus sehingga dapat tumbuh berbagai jenis sayur dan buah-buahan. Belgia sangat membutuhkan dan meminta Sumsel bisa ekspor,” katanya.

Selain itu, Alex juga menjadikan kota Prabumulih yang tidak hanya menjadi pusat penghasil buah nenas tetapi ke depan harus dibangun pabrik yang mampu mengemas nenas menjadi produk yang sudah siap jual. Begitu pun dengan produk-produk unggulan lain di Sumsel. “Insyaallah, petani kita akan lebih menguntungkan. Tidak akan ada konflik kepentingan disini karena petani akan mendapatkan keuntungan berlipat daripada menjual hasil tani dengan produk alami,” katanya. (Sripo/Fatur)





Korban Kebakaran Setuju Penataan

24 06 2009

PALEMBANG – Warga korban kebakaran di Kelurahan 5 Ulu Palembang menyatakan bersedia lokasi kebakaran ditata Pemerintah Kota Palembang. Mereka masih menunggu hasil perencanaan dari Pemkot mengenai penataan tersebut.

“Kami belum tahu nian apo yang nak digawekan di sini, katonya nak ditata tapi kami masih berpikir dulu,” ujar salah satu korban kebakaran. Sumser ini mengaku Pemkot sudah melakukan pengukuran tetapi belum dipastikan apa bentuk yang akan ditawarkan Pemkot Palembang nantinya.

Terpisah, Ketua RT 07, mengakui ada kabar jika lokasi eks kebakaran akan ditata Pemkot. “Kaim dengar ada dua opsi yang ditawarkan, tanah dibeli dan Pemkot bangn rumah untuk pemilik tanah tapi dibayar kredit, ado jugo pemerntah cuma menata dan membantu pembangunan kembali,” katanya seraya mengaku dari pertemuannya dengan warga nampaknya warga leebih senang tanah dibeli pemerrntah lalu dibangun rumah dan dikreditkan kepada warga yang korban kebakaran.

Asisten II Setda Kota Palembang, Ir H Apriadi S Busri CES, usai memimpin rapat pertemuan membahas rencana pembangunan kembali kawasan kebakaran 5 Ulu, Rabu (24/6) mengatakan bahwa Pemkot masih menyusun rencana. “Kami masih menyusun rencanaa itu, kalau pengukuran memang sudah dilakukan,” ujar Apriadi sembari menegaskan setelah rencana itu selesai maka akan disampaikan kepada masyarakat.

“Soal opsi memang begitu, Pemkot beli lahannya, lalu bangun rumah sehat sederhana dan dibayar kredit oleh warga,” kata Apriadi.
Menurut apriadi, rencana itu bisa saja dilakukan tapi membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sedangkan opsi lain direncanakan Pemkot menata kawasan dengan membangun rumah warga melalui bantuan bantuan pihak lain.

“Kalau ditata tentunya tanah warga itu ada yang berkurang karena pelebaran jalan dan sebagainya, sebab harus ada perputaran kendaraan dan mobil PBK diupayakan bisa masuk lokasi. Artinya penataan akan dimulai dari depan Lr Keramat,” ungkap Apriadi. (Sripo/Bur)





Tidak Sekedar ber ha hi ha hi

24 06 2009

PALEMBANG – Muncul di sana sini, nongkrong di sana sini, bukan sekedar untuk ber haha hihi. Tarie Arifin, dalam t Life Style Selasa malam (23/06) yang berhasil Trijaya hadirkan ke studio menceritakan bahwa hang out bukanlah sekedar menghabiskan waktu bersama teman-teman, tapi dari sinilah jejaring ataupun network dapat ditemukan.

“Saya pernah makan di restauran, ternyata yang punya baru aja test drive Chevrolet, ya langsung aja saya prospek biar jadi beli,” ujar Taria yang akan segera pindah tugas ke Jambi untuk membuka pasar Chevrolet baru di sana.

“Saya pikir Palembang sudah oke ya untuk hang out, minum kopi tempatnya udah lumayan. Anyway, don’t you know that di Ketty resto itu ada kopi yang enak banget? nggak tau kan? Saya itu penyuka kopi banget, can’t live without it, kalau nggak minum kopi kepala pusing”. Ujarnya yang memberikan banyak referensi tempat minum kopi di Palembang diantaranya Don’s Cafe yang punya waffle dan pancake yang layak dicoba.

Selain tempat nongkrong yang asik, perempuan sibuk yang nggak pernah lupa dengan style ini juga punya tempat sendiri untuk meemnuhi hasratnya akan fashion “Saya suka PTC karena punya banyak pilihan dengan harga yang terjangkau, baju nya juga lucu-lucu”.

oke deh…thanks for Tarie…so..who’s gonna be the next ’sosisalita’ ? (vira)