Panwaslu Sumsel rekomendasikan DK lagi

22 06 2009

PALEMBANG – Panwaslu Provinsi Sumsel menyatakan telah merekomendasikan ke KPUProvinsi Sumsel untuk kembali membentuk Dewan Kehormatan (DK) KPUProvinsi Sumsel. Itu untuk meneliti dugaan terjadinya pelanggaran kode etik selaku penyelenggara ditingkat KPUKabupaten/Kota di Sumsel.

Ketua Panwaslu Provinsi Sumsel Ruslan Ismail yang ditemui, Senin (22/6) mengatakan, ada lima KPUkabupaten/kota di Sumsel yang diusulkan untuk diteliti oleh DK. Masing-masing KPUkabupaten/kota adalah KPUKabupaten Muba, OKUTimur, OKUSelatan, Kota Palembang dan Empat Lawang.

“Untuk rekomendasi terhadap KPUOKUSelatan, OKUTimur, Palembang dan Muba telah disampaikan ke KPUProvinsi Sumsel. Sedangkan Empat Lawang segera menyusul karena bukti-bukti masih dilengkapi. Secepatnya akan disusulkan bila berkas sudah 100 persen,” ujar Ruslan.

Dikatakan Ruslan, sebetulnya ada tujuh daerah yang direkomendasikan untuk diperiksa oleh DK. Diantaranya masih ada yang dalah tahapn untuk melengkapi bukti-bukti. Itu menurut Ruslan berasal dari laporan masyarakat yang dimasukan ke Panwaslu baik kabupeten/kota atau provinsi.

“Sesegera mungkin setelah rekomendasi diterima KPUProvinsi Sumsel, dapat ditindaklanjuti. Kalau bisa sebelum pilpres sudah ditindaklanjuti,” ujar Ruslan. (sripo/jon)





Perusahaan swasta bangun Tranportasi angkutan batubara ke Tanjung Api-api

22 06 2009

PALEMBANG – PT. Prima manaya yang mengeksplorasi batubara di Lahat dan Prabumulih akan membangun jalur kereta api khusus sepanjang 150 KM.

Jalur tersebut membentang mulai dari Lahat sampai dengan kawasan Muara Belido kabupaten Muara Enim.

Direktur Operasional PT. Prima manaya, Adi Satria usai audiensi dengan Gubernur Sumsel mengatakan saat ini pembebasan lahan sudah 60 persen. Jalur ini akan mengangkut khusus batubara Blok Lahat dan Prabumulih ke Tanjung Api-api. Dia juga mengatakan jalur khusus ini akan nyambung ke jalur kereta api double track Tanjung Api-api.

Batubara blok Lahat dieksplorasi sebesar 1900 ton perhari, sementara untuk blok Prabumulih sebesar 4500 ton. Dia juga menambahkan selain membuat jalur khusus kereta api, PT. Primamanaya juga membuat jalan raya khusus hingga Muara Enim. Saat ini jalan tersebut telah dalam pemadatan. (Fatur)





Classic Rock Nite @ The Djayakarta Daira

22 06 2009

Anda pencinta musik rock classic, mungkin inilah kesempatan anda untuk menikmati serangkaian lagu lagu rock kesukaan anda sembari menikmati hidangan makan malam di The Djayakarta Daira Hotel Palembang.

Dikatakan oleh Hera, Public Relation Manager dari Djayakarta Daira ketka berbincang bincang di Studio Trijaya Palembang Sabtu 20 Juni 2009, “Pertunjukan ini akan sangat menarik, karena grup band yang akan kami hadirkan adalah Lemon Tea band, ini adalah grup band besutan Republik Cinta Manajemen yang piawai membawakan alunan rock”

Harga tiket masuknya hanya 200ribu rupiah, dan anda bisa menikmati varian hidangan dalam bentuk buffet sepanjang malam, “dari western sampai asia” ditambahkan Hadi, F&B Manager dari The Djayakarta Daira Palembang.

Jangan lupa siapkan semua assesoris pendukung gaya anda, agar ROCK nite anda lebih terasa.

Dinnaherly





Besok, Ujian Paket C dilaksanakan Serentak

22 06 2009

PALEMBANG – Besok ujian paket C akan mulai dilaksanakan secara serentak yang akan diikuti oleh siswa yang gagal atau tidak lulus UN SMU dan juga peserta reguler paket c. Ujian akan berlangsung mulai tanggal 23 juni hingga 26 juni 2009.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Ade Karyana, siswa yang gagal yang akan mengikuti paket c berjumlah 1004 siswa sementara peserta dari paket c reguler berjumlah 4505 siswa sehingga jumlah keselurahan mencapai 5509. Dia menambahkan ujian paket A dan B setingkat sd dan smp juga akan diselenggarakan pada tanggal 1 sampai 3 juli.

Bagi siswa yang gagal UN diharapkan tidak khawatir karena ijazah paket c sudah distandarkan dan dapat digunakan untuk tes snmptn dan melamar pekerjaan.

Diknas Sumsel juga mengungkapkan dalam setahun, ujian paket c akan dilaksanakan 2 kali, yaitu Juni dan November. Sementara itu, sekitar seratusan siswa SMA di kota Palembang akan ikuti ujian paket C ini. Menurut Kepala Diknas Kota Palembang hatta Wazol, dari 140-an siswa yang tidak lulus, hanya sekitar 115 orang yang ikuti ujian paket C.(Fatur/Burman)





Palembang Facebook Community, hadir di Palembang

22 06 2009

Facebook saat ini menjadi situs jejaring yang menduduki posisi tertinggi diantar abeberapa situs yang belakangan diminati. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh jaringan sosial satu sama lain yang terhubung melalui facebook. Banyak nya pengguna facebook, sehingga tergagas ide untuk menghimpun para pengguna ke dalam komunitas di beberapa wilayah.

Itu pula yang dilakukan oleh M. Abriza Hartawan (Ketua Palembang Facebook Community) dan rekan rekan.

“Selain ingin menjalin kedekatan dengan teman teman par apengguna facebook yang ada di kota Palembang, kami juga ingin melakukan hala haal yang bisa memebrikan manfaat bagi masing masing kami dan juga masyarakata banyak” ujarnya ketika menghadiri undangan Trijaya dalam acara The Club, Sabtu 20 Juni 2009 yang lalu.

Palembang Facebook Community sendir baru dideklarasikan beberapa bulan yang lalu, namun sudah melakukan beberapa kegiatan, diantaranya nonton bareng Ketika Cinta Bertasbih, “dan yang akan datang ada penggalangan batuan untuk korban Bencana Kebakaran di 5 Ulu Kertapati, Juga kompetisi Futsal” tambahnya.

Untuk menjadi anggota, mudah saja, anda harus memiliki account facebook , bergabung dengan Group Palembang facebook community, kemudian mendaftarkan diri menjadi anggota dg mengisi formulir pendaftaran lalu membayar uang pendaftaran Rp. 20.000 rupiah.
anggota akan mendapatkan member card, stiker dan dilibatkan dalam kegiatan kegita PFC.

Dinnaherly





Izzah Zen Syukri, mungkin saya agak kolot.

22 06 2009

Mengesankan, satu kata yang bisa dijadikan sebagai gambaran perbincangan Trijaya Palembang dengan Ibu yang memiliki 6 orang anak ini. Izzah Zen Syukri S.Pd M.Pd, hanya memakai gelar akademisnya ketika berada di tempat kerjanya saja. lalu hanya mencantumkan nama IZZAH ketika melamar pekerjaan atau berurusan dengan berbagai birokrasi.
“Saya tidak mau nama besar abah saya, dijadikan ukuran oleh orang lain untuk menilai siapa saya” ujarnya.

Hadir dalam Profil Minggu ini edisi 18 Juni 2009, Izzah Zen menginspirasi profesional muda yang sedang mendengarkan dengan kesederhanaannya.

“saya ini agak kolot! tapi biar saja, karena kita tidak boleh menjadi korban modernisasi. Ada aturan aturan lama yang diterapkan oleh ayah saya dulu yang samapi sekarang juga saya lakukan pada putera puteri saya, dan di rumah sayapun, kami tidak memilik Play Station.”ujarnya

Izzah kecil bercita cita menjadi seorang guru, “kata abah, itu adalah pekerjaan yang sangat mulia, dan cita cita itu tercapai, selain menjadi dosen bahasa dan sastra di Universitas Sriwijaya, saya juga mengelola sebuah pondok pesantren dan memimpin Madrasah Ibtidaiyah di kawasan 27 ilir” tambahnya.

Izzah Zen, putri tokoh agama terkenal di Sumsel ini, KH Ahmad Zen Syukri baru akan merampungkan 2 buku sastranya, sementara buku pertama yang bercerita ttg biografi sang ayah sudah masuk cetakan ketiga. “kalau ada pepatah -Gajah Mati Meninggalkan Gading, maka Dosen matipun harus meninggalkan tulisan’ ujarnya sambil tertawa.

Banyak hal yang bisa diambil dari perbincangan bersama Izzah, wanita yang cukup sibuk tapi tetap bisa membagi waktunya untuk keluarga.

“saya selalu memulai semuanya sebelum pukul 4 pagi, dan menyudahinnya jam 8 malam, tidak begitu tertarik dengan televisi”

dinnaherly





Kaum Marginal diprediksi banyak yang Golput

22 06 2009

PALEMBANG – Diperkirakan sebanyak 45 persen masyarakat urban atau kaum marginal berpotensi menjadi golongan putih. Hal tersebut menjadi kekhawatiran tingkat partisipasi masyarakat dalam pilpres. Itu merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Fokuss Sumsel dua bulan sebelum pemilihan, yakni April dan Mei 2009.

Sebanyak 1.000 responden dari kaum marginal dari beberapa daerah,diikutsertakan. Untuk itu diperlukan suatu gerakan penyadaran bagi kaum marginal agar dapat berpartisipasi dalam pilpres. Itu dilakukan dalam sosialisasi pilpres 2009. Hal itu diungkapkan Ketua DPPFokuss (Forum Komunikasi untuk Sumsel Sejahtera)Sumsel Riduan AR dalam sosialisasi pilpres 2009 di Palembang, Senin (22/6).

Sosialisasi itu dengan narasumber dari KPU Provinsi Sumsel, Panwaslu Provinsi Sumsel, Kesbangpol Sumsel serta DPP Fokuss. Menurutnya dalam masyarakat ada kaum marginal seperti warga miskin, pedagang kaki lima, pengojek, pemulung, pengamen, petani, PSK, tunanetra, kaum transeksual, tunanetra, gelandangan dan lain-lain. Mereka terkadang dipandang sebelah mata.

“Dalam realita, meski demokrasi menjanjikan kesetaraan, kebebasan argumen dan pluralisme ideologi tetapi sering terpasung,” katanya.
Fokuss menurut Riduan, merasa berkewajiban mendorong penyadaran politik terhadap kaum marginal agar tidak lagi menjadi objek politik. Selain itu kaum marginal mengetahui hak-hak politik mereka yang selama ini terabaikan. (Sripo/JON)