Aku Mau Jadi Matahari

17 06 2009

PALEMBANG – Ini adalah talkshow di mana saya banyak sekali minum air putih, supaya apa ? agar saya dapat mengontrol emosi saya dengan baik. Bagaimana tidak, hari ini dalam mutiara sore (17/06) bersama Ustad Dikdik Sodikin dari DPU Darut Tauhid, kami berbincang bincang tentang motivasi diri bersama Diah Wita Soka.

Koq bisa sampai segitunya? Diah Wita Soka adalah perempuan tuna netra ber usia 20 tahun, apakah anda menganggap bahwa tuna netra atau kebutaan adalah fenomena yang wajar? bagaimana jika itu terjadi pada anda? masihkah anda menggolongkannya sebagai wajar?

Wita, sapaan akrabnya kehilangan kemampuan melihat di usia 11 tahun, jadi ia tidak buta sejak lahir. “Anak kecil namanya jatuh kan biasa ya mbak, saat itu saya jatuh, retina saya robek”. ujarnya bercerita. Saya nggak bisa membayangkan, seandainya kita, yang sebelumnya bisa melihat lalu mendadak menjadi tidak dapat melihat.

Namun Wita tidak ingin ‘mengurungkan’ hidupnya hanya sampai di sana saja. “Saya mau sekolah, mau kuliah, mau jadi matahri.”. Menjadi matahari adalah judul cerpen yang ia menangkan dalam kompetisi menulis dan membaca cerita pendek di Yogyakarta.

Wita membagi motivasinya sore itu mengenai semangat. “Kalau kita yakin, semua bisa.”. Hal ini juga disampaikan oleh Ustad Dikdik tentang pencitraan Allah SWT “Allah itu akan sesuai dengan apa yang kita citrakan. Dengan begitu citrakan Allah yang maha baik, yang maha pemberi,maka Allah akan menjadi demikian.” (vira)





Kinerja BAZ Sumsel Belum Optimal

17 06 2009

PALEMBANG – Kinerja Badan Amil Zakat (BAZ) Sumsel dinilai banyak kalangan belum optimal, karena hanya mampu menghimpun Rp 1,5 miliar per tahun. Padahal, jumlah penduduk muslim wajib zakat di Sumsel yang mencapai 6,8 juta jiwa sehingga potensi dana zakat yang seharusnya terjaring Rp 250,7 miliar per tahun.

Berdasarkan jumlah penduduk yang ada di Sumsel sebanyak 6,8 juta jiwa setelah dikurangi penduduk non muslim dan penduduk yang tidak wajib zakat, seharusnya potensi zakat yang terkumpul Rp 250 miliar lebih.

Untuk itu, BAZ Sumsel diimbau tidak hanya menggarap peluang zakat dari kalangan PNS yang ada di Dinas, Instansi, Badan, Kantor, DPRD Sumsel dan BUMN saja tetapi muzakki persorang harus menjadi target sehingga potensi zakat umat dapat terhimpun lebih besar. “Pengelolaan harus transparan,” kata Sekdaprov Sumsel Drs Musyrif Suwardi.

Kecilnya dana zakat yang dihimpun, adalah kelamahan dalam sistem pengumpulan dan dengan dana terbatas, maka pembedayaan umat pun tidak banyak bisa dibuat. “Kinerja BAZ harus ditingkatkan,” katanya. (Sripo/Fatur)





Lembaga Zakat Akan Ditertibkan

17 06 2009

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) akan melakukan koordinasi dengan lembaga zakat sejenis. Selain itu, penertiban lembaga zakat akan dilakukan sehingga tidak tumpang tindah dalam poengelolaan dan distribusi harta zakat.

“Kita akan tertibkan lembaga zakat yang ada sehingga tidak terjadi tumpang tindah dalam pemberian dan penyaluran harta zakat,” kata Sekdaprov Sumsel Drs Musysrif Suwardi saat melantik Prof Dr H Aflatun Mokhtar MA sebagai Ketua BAZDA Sumsel menggantikan Sjofyan Rebuin, Rabu (17/6).

Dikatakan, saat ini di Sumsel khususnya di Palembang banyak berdiri lembaga zakat sehingga perlu ada koordinasi dan penertiban sehingga dalam pelaksanaanya dapat berjalan baik dan tidak terjadi tumpang tindih. Misalnya dalam hal penyaluran modal dan bantuan kepada penerima zakat.

Untuk membudayakan zakat, kini Gubernur Sumsel H Alex Noerdin sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur Sumsel yang mengimbau agar PNS golongan tertentu bisa mengeluarkan zakat 2,5 persen dari gajinya.
Selain itu, dalam pemberian harta zakat, distribusi yang bersifat konsumtif harus dikurangi sehingga lebih banyak porsinya sektor produktif, seperti pemberian modal untuk UKM dan usaha mikro.

“Kalau tahu ini mereka menerima zakat, tahun depan dengan usaha yang digelutinya akan bisa menjadi pemberi zakat,” kata Musyrif. (Sripo/Fatur)





Pembangunan di Palembang harus dinikmati masyarakat

17 06 2009

PALEMBANG – Hari ini Palembang berusia 1326 tahun. Pemerintah Kota Palembang berharap pembangunan selama ini dapat diarasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Demikian diungkapkan oleh Walikota Palembang, Edi Santana Putra usai perayaan HUT Palembang. Menurutnya Pemerintah kota akan terus berupaya mensejahterakan masyarakat.

Peringatan HUT Palembang sendirii dilakukan di ruang sidang paripurna DPRD kota Palembang, yang dihadiri oelh sejumlah Kepala Daerah di Sumsel.

Sementara itu Gubernur Sumsel, dalam sambutannya mengaku bangga dengan keberhasilan yang telah dicapai Pemerintah Kota Palembang. Bahkan sejumlah prestasi berhasil didapati Kota Palembang hingga di tingkat ASEAN.

Namun, Gubernur mengingatkan kembali bahwa masih banyak yang harus dibenahi, seperti sistem drainase, pengelolaan rawa yang tidak konsisten sehingga di masa yang akan datang bisa menyebabkan Palembang banjir. (Burman/Sripo)





JK Kampanye di Palembang

17 06 2009

PALEMBANG, SRIPO — Capres Jusuf Kalla (JK) hari ini resmi berkunjung ke Palembang dalam rangka kampanye pilpres. JK melakukan serangkaian kegiatan dengan acara puncak kampanye dialogis dengan massa sekitar 2.000 orang dari berbagai unsur masyarakat di GOR Sriwijaya

JK datang ke Palembang sekitar pukul 8.30 WIB, dan langsung sarapan pagi di di Toko Kopi Martabak HAR (Haji Abdul Rozak) yang berlokasi di Jl Jendral Sudirman atau di seberang Masjid Agung. Dia didampingi oleh istrinya Hj. Mufidah dan Ketua DPD Golkar Sumsel, Alex noerdin. Nampak juga beberapa anggota tim kampanye nasional-nya.

Setelah sarapan pagi di HAR, JK dan rombongan langsung mengunjungi pedagang di pasar 16 ilir Palembang, persis di bawah jembatan Ampera. Dalam kesempatan tersebut Jk sempat berdialog dengan beberapa pedagang. JK juga sempat melihat-lihat pelabuhan kecil di bawah jembatan Ampera.

Setelah itu JK langsung menuju ke GOR Sriwijaya Palembang. Setelah dari Palembang JK langsung terbang ke Kalimantan Tengah. (jon)