The Grass Is Always Greener

2 06 2009

PALEMBANG – Mutiara Sore kedatangan tamu, Direktur Utama Dana Pensiun Pusri, Reza Esfan Asdjoedjir yang hadir 30 menit lebih awal dari waktu siar Mutiara Sore. Juga tidak lupa Ustad Dikdik Sodikin yang hadir lima belas menit kemudian, Ustad Dikdik memperkenalkan Reza Esfan bukan sebagai Dirut, tapi seorang ustad.

“Beliau ini adalah seorang ustad yang sering memberikan tausiah”, ujar Ustda Dikdin. Namun Reza mengatakan bahwa dirinya bukan memberikan, tapi sharing, berbagi, karena menurutnya berbagi itu bentuk komunikasi yang lebih produktif, dua arah dan tidak mengguru-i.

Reza pada Mutiara Sore kali ini memang lebih banyak memberikan pencerahan kepada pendengar. Misalnya ketika saya tanyakan tentang kebutuhan manusia yang tidak pernah cukup, Ia dengan bersemangat menjelaskan bahwa kecenderungan kita yang memang selalu membawa yang ada di luar ke dalam diri kita, mengapa tidak dibalik, apa yang ada di dalam diri kita dibawa ke luar.

“The grass is always greener”, ujarnya menambahkan. “Padahal apa yang dimiliki oleh orang lain belum tentu adalah kebaikan”. Pendengar Trijaya melalui sms menanyakan mengenai Amerika yang kaya raya tetapi tidak bertuhan. Koq bisa? “. Kaya raya tapi kita lihat krisis yang terjadi saat ini. berlebihan secara materi bukan berarti bahagia. karena kebahagiaan itu adanya di dalam hati. (vira)





Dimanakah Bisa Berdiskusi

2 06 2009

PALEMBANG – Kapan komunitas blogger yang ada di Palembang juga membuat sebuah kegiatan diskusi dengan tokoh politik, Capres misalnya. Dag Dig Dug.Com beberapa pekan lalu menyelenggarakan diskusi dengan para blogger menghadirkan Cawapres Boediono. Jafis, Humas Wongkito yang hadir pada Minggu (31/5) di studio Trijaya bilang “pengen banget kita, tapi mungkin itu faktor geografis yang menyulitkan”.

“Ini masalah fasilitas juga sih Vir, kita nggak dikasih fasilitas sih.” ujar Jafis yang membeberkan kendala yang dihadapi oleh kawan-kawan blogger Palembang. Fasilitas seperti apa sih Fis? “Bukannya kita mau minta ini itu koq, kita cuma minta izin aja agar diperbolehkan menggunakan wilayah-wilayah publik! bikin grrrrrr nggak tuh? namanya aja udah wilayah publik, tapi bikin izinnya minta ampun, padahal izin tersebut kita gunakan untuk membuat ajang kumpul diskusi bersama”.

Tempat mana sih yang mau dipake ? “Kita itu punya banyak banget tempat yang representatif, kambang iwak di depan rumah Pak Walikota, dari pada dianggurkan atau dijadikan tempat nongkrong nggak ‘karuan’ kenapa nggak kita bikin malam seni. Misalnya siapa yang mau baca puisi, baca sajak nya, menampilkan gitar atau berdiskusi mengenai isu kekinian. kan lebih produktif”.

Selain lokasi yang sudah disebutkan jafis di atas, ternyata masih banyak lagi lokasi lain yang bisa digunakan, misalnya pelataran Monumen Perjuangan Rakyat atau di Trijaya, ungkap jafis.
Blogger Community edisi ini juga Trijaya berbincang bincang dengan Wicaksono yang merupakan moderator pada diskusi dagdigdug.com dengan Boediono. Ketika ditanya pada Ndoro Kakung -nama mayanya- bagaimana kesan Boediono di matanya “Ya, beliau adalah seorang akademisi yang humble, ketika tau bahwa tempat diskusi nggak ada kursinya alias lesehan, beliau langsung membuka jasnya, menggulung kemejanya, dan dengan santai ngobrol ngobrol dengan para blogger.” (vira)





Tim Relawan Pelangi Nusantara Dideklarasikan

2 06 2009

PALEMBANG – Tim Relawan Pelangi Nusantara Komunitas Sriwijaya dan Komunitas Wong Kito, resmi dideklarasikan di Palembang, Selasa (2/6). Peresmian dilakukan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Alwi Hamu. Peresmian bertempat di Pasar Multiwahana, Sako. Peresmian yang ditandai dengan pelantikan pengurus Tim relawan pelangi nuasantara dari dua komunitas tersebut.

“Tim relawan ini diharapkan bisa mendukung pasangan capres-cawapres JK-Wiranto pada Pilpres 2009 sehingga dapat menjadi pasangan presiden dan wakil presiden,” ujar ujar Alwi.

Dijelaskan bahwa pelantikan tersebut memang tidak dilakukan di hotel-hotel mewah, tetapi di pasar-pasar. Hal itu karena JK ingin memberdayakan ekonomi masyarakat secara nasional.

“Beliau mempelopori kredit murah dan juga penggunaan produksi dalam negeri. JK juga bekerja menciptakan keamanan dalan negeri seperti di Aceh dan di Ambon,” ujarnya.

Pelantikan berlangsung lancar, sederhana dang singkat ditengah aktivitas masyarakat di pasar tradisional. Mereka yang hadir adalah para anggota tim relawan tersebut. (Sripo/Jon)





Cara Identifikasi Boraks Pada Makanan

2 06 2009

PALEMBANG – Saat ini, isu pemakaian formalin pada tahu dan mie ataupun pada bahan makanan lain, tampaknya menguap begitu saja. Isu berputar putar pada masalah, tapi apakah berita yang berkembang saat isu tersebut sedang panas-panasnya juga memberikan informasi yang berimbang mengenai bagaimana cara mengidentifikasi makanan yang mengandung zat-zat yang berbahaya?

Juga isu boraks yang ada pada bakso atau mpke-mpek, bahan kimia yang membuat daging menjadi lebih tahan lama, hilang begitu saja. Padahal, siapa tau? ternyata kasus yang hangat kemarin belumlah tuntas sepenuhnya.

Pada Healthy Center Jumat (29/5), Dua staff Badan Penyehatan Lingkungan hadir di studio Trijaya untuk memberikan informasi mengenai bahan tambahan pangan. Bahan tambahan pangan tentunya tidak semua bersifat berbahaya bagi kesehatan, ada juga yang diperbolehkan, namun memang tidak memiliki kadar gizi untuk manusia. Misalnya pewarna makanan, pemanis minuman yang sudah terdaftar secara legal.

Sementara itu, bagaimana dengan formalin dan boraks ? “Tentu saja ini tidak boleh ditambahkan pada makanan karena sangat merusak. sifat merusak memang tidak hadir secara seketika, namun jika menahun, maka kemungkinan berbagai penyakit dapat terjadi, kanker misalnya,” ujar Reni Randa.

Bagaimanakah cara mengidentifikasi makanan yang mengnadung zat berbahaya ? “Misalnya kita mau mengetahui apakah mie yang kita makan mengandung formalin atau tidak. caranya adalah genggam mie tersebut, lalu genggaman tersebut kita buka, lihat apakah mie yang kita genggam tadi membentuk gumpalan atau malah membuyar, tidak lengket, kembali ke bentuk semula. Jika ya (tidak membentuk gumpalan), maka mie tersebut positif mengandung formalin”.

Sementara itu, untuk melakukan identifikasi terhadap bakso yang mengandung boraks. sediakan dua irisan tipis kunyit, cuka putih makan, lilin dan irisas bakso yang sudah dimemarkan. letakkan bakso tersebut di sendok, isi dengan cuka hingga sendok makan penuh dan letakkan irisan tipis kunyit lalu letakkan di atas lilin. jika seketika saja api lilin menjadi biru, maka bakso tersebut berkemungkinan besar megandung boraks. (vira)
Mbak feni randa (staff penyehatan lingkungan)

Beni aulia (staff penyehatan lingkungan)biru





Kampanye, Eddy Yusuf Ajukan Cuti

2 06 2009

PALEMBANG -Wakil Gubernur Sumsel Edi Yusuf akan mengajukan cuti pada masa kampanye pilpres untuk menjadi jurkam pasangan sby berbudi.

Hal tersebut dikemukakan Edi Yusuf kepada trijaya diruang kerjanya.

Sebagai salah satu pendukung pasangan SBY-Budiono, pihaknya mempunyai kewajiban untuk memenangkan pasangan ini. Oleh karena pihjaknya akan mengajukan cuti kampanye pilpres. Namun hingga saat ini edi yusuf belum menyebutkan berapa hari akan cuti dan kapan akan melakukan cuti.

Edi yusuf juga menjelaskan elemen masyarakat yang siap mendukung dan berkampanye untuk pasangan ini animonya sangat tinggi. Menurut catatanya sudah 100 ribuan kader yang siap ikut kampanye pasangan SBY di palembang. (Fatur)





Pupuk Bersubdi Sumsel Capai 223 ribu Ton

2 06 2009

PALEMBANG – Kuota pupuk bersubsidi Sumsel pada tahub 2009 ini mencapai 223 ribu ton atau setara dengan 700 milyar.

Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sumsel, Muhar Lakoni mengatakan, kuota ini masih jauh dari kebutuhan riil sumsel yang 702 ribu ton pupuk. Sementara saat ini baru terealisasi 32 persen. Kuota ini diperuntukan bagi pertanian secara umum termasuk perkebunan.

Pihaknya menjelaskan bahwa pada tahun ini tidak ada laporan penyelewengan pupuk bersubsidi. Namun hal ini bertolak belakang dengan kenyataan, pada masa tanam, pupuk bersubsidi susah dicari sementara pupuk non subsidi banyak beredar dikalang petani. Pengawasan terhadap pupuk dinilai masik lemah di lapangan.

Pihaknya berjanji akan terus mengevaluasi pendistribusian pupuk bersubsidi, termasuk mengevalusai rencana dasar kebutuhan kelompok (rdkk) petani terhadap pupuk dan melakukan pengawasan pupuk secara kontinu. (Fatur)





KPU Sumsel Revisi DPT pilpres

2 06 2009

PALEMBANG – KPU Sumsel merevisi jumlah pemilih yang mempunyai hak pilihnya pada pilpres 8 juli mendatang.

Anggota KPU Sumsel, Kelly Mariana mengatakan jumlah pemilih mencapai 5.320.892 orang. Menurutnya ada tambahan dari kabupaten OKI sebanyak 161 orang. KPU sendiri telah memberikan kesempatan kepada KPU yang ingin merevisi data pemilihnya tanggal 31 Mei kemarin sebelum ditetapkan.

Sementara itu saat ini menurut Kelly, pihak KPUD tengah menggodok untuk penetapan pemenang tender pengadaan logistic pemilu yang dilimpahkan kepada daerah. Logistik tersebut berupa formulir dan alat-alat di TPS seperti spidol, kartu pengenal dan sebagainya.
Sedangakn untuk surat suara sendiri pencetakannya akan dilakukan mulai tanggal 5 Juni oleh pemenang tender yang ditentukan oleh KPU pusat. (Fir)