Perawatan Mobil Matic, Tak Selamanya Mahal

Pembahasan Oto Club, Selasa 05 Agustus 2008, mencoba mendalami kembali seluk beluk mobil matic yang sekarang ini banyak disukai oleh konsumen. Selain praktis, ternyata alasan beberapa konsumen pengguna mobil ini adalah karena kondisi kota Palembang yang sekarang ini sudah mulai sangat ramai membuat kenyamanan berkendara menjadi alasan utama.

Tanpa harus bersusah memindahkan gigi persneling dengan menginjak pedal kopling yang (katanya) membuat pegal pengendaranya. Namun dengan mobil matic, pengendara hanya menginjak pedal gas dan gigi persneling akan berpindah secara otomatis. Nah, kebanyakan orang/konsumen agak sedikit riskan dengan keberadaan mobil jenis ini, karena menganggap biaya perawatan yang mahal dan kalau rusak susah untuk memperbaikinya karena sulit menemukan bengkel mobilnya.

Anggapan tersebut langsung dibantah oleh Bpk. Martha, selaku ketua umum AVP Club Indonesia, yang dihubungi melalui telp. Ia mengatakan, persepsi masyarkat kebanyakan tersebut tidak selamanya benar dan menegaskan bahwa yang paling penting untuk konsumen pengguna mobil matic adalah mempelajari secara cermat buku petunjuk yang didapat ketika membeli mobil.

“Dengan mempelajari dan akhirnya memahami jadwal perawatan, maka akan berakibat biaya yang dikeluarkan akan semakin tepat sasaran” demikian paparnya. Sementara itu ketika ditanya tentang penggunaan mobil Matic yang katanya lebih boros, ia lagi-lagi mengatakan bahwa perbedaan nya dengan mobil manual tidak terlalu jauh, yang paling penting prilaku berkendara, kalo sering dipake dan sering kebut-kebutan, yah bakal cepat habis bahan bakarnya.

Yang paling penting adalah rajin melakukan penggantian oli transmisinya secara teratur sesuai dengan manual mobilnya. Memang harga oli manual lebih murah, tapi untuk melakukan penggantian ternyata mobil manual frekuensinya lebih sering sehingga kalau dihitung-hitung jatuhnya akan sama saja, demikian lanjutnya sambil tertawa renyah.

Kenalilah terlebih dahulu fungsi setiap huruf dan angka yang tertera dituas transmisi. Misalnya angka 1, digunakan ketika melewati tanjakan tajam dan turunan curam sebagai engine brake. Angka 2, disarankan dipakai ketika menghadapi jalan yang menanjak dan menurun tapi tidak terlalu curam. Sementara posisi D bisa digunakan dalam perjalanan dalam kota atau luar kota. Terakhir gunakan R untuk mundur.

Cepat atau tidaknya kerusakan pada transmisi otomatis tergantung dari pemakaiannya sendiri. Mungkin saja berawal dari cara berkendara yang kasar, ataupun kendaraan yang membawa beban lebih. Bila kendaraan diperlakukan dengan benar dan memang seharusnya dirawat dengan baik, maka kecil kemungkinan transmisi akan mengalami kerusakan dengan sendirinya.

Di ujung perbincangan, terkait dengan jabatannya sebagai ketua umum AVP Club Indonesia, ia mengajak profesional muda pengguna mobil AVP pabrikan Suzuki ini yang ada di Kota Palembang untuk bergabung dengan AVP CLub Indonesia dengan menghubungiSEKRETARIAT I
Ruko Pasar Modern Blok R82
BSD City Tangerang
Phone : +62 21 5376 333,
Phone : +62 21 5376 899
Fax: +62 21 5379 799
Email: info@apvclub.com
http://www.apvclub.com

(Joe)

About these ads
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: