Kisruh lahan PTPN : 4 warga masih dirawat

6 12 2009

PALEMBANG – Sebanyak 4 dari 12 Korban warga rengas korban penembakan brimob Sumsel yang memicu pembakaran aset Perusahaan Gula Cinta Manis Ogan Ilir Sumsel masih terbaring di Rumah Sakit Muhamad Husein (RSMH) Palembang. Bahkan pihak rumah sakit terkesan lamban menangani pasien korban penembakan ini.

Ke – 4 korban tersebut adalah suhaili, asep, suadi dan asep. Masing-masing korban terdapat luka pada tangan, leher dan perut akibat tembakan peluru karet brimob sumsel dalam aksi protes warga rengas Ogan Ilir atas penyerobotan lahan milik warga oleh PTPN VII unit Cinta Manis, padahal berdasarkan pengakuan warga setempat lahan tersebut telah sah menjadi milik warga dengan keputas MA.

Sementara, Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat mengunjungi korban penembakan di RSMH menegaskan akan mengambil alih penyelesaian sengketa lahan ini, pihaknya akan memanggil PTPN dan perwakilan warga. Jika PTPN VII terbukti menyerobot lahan masyarakat maka harus di kembalikan. Mengenai tragedi penembakan pihaknya menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan secara hukum.

Di pihak Polda Sumsel yang dituturkan Humas Polda Sumsel Kombes Abdul Ghofur mengatakan saat ini pihaknya memburu provokator pengrusakan aset PTPN VII, melakukan penambahan pasukan di lokasi kerusuhan dan melakukan pendekatan persuasif kepada warga. (Fatur)





Bandung Wolrd Jazz 2009 ( Hari ke-1 )

5 12 2009

BANDUNG WORLD JAZZ 2009

Taal Tantra dari India

HARI KE-1 ( 3 Desember 2009 )

Bandung World Jazz Festival 2009 di Sasana Budaya Ganesha di hari pertama di stage 1 berada di luar gedung sabuga yang diberi tag line The Spirit Of Tradition yaitu panggung buat musisi yang berangkat dari musik tradisi dengan dikolaborasi beragam genre jazz menampilkan 5 grup, yaitu Castavaria dan Funk Zee 4 Brass asal Bandung.Kelompok asal Jogya Prabumi tampil memikat dengan unsure etnik jawanya dengan aroma fusion.Di session berikutnya LIGRO yang dimotori gitaris Agam Hamzah cukup banyak mendapat respon dari audience.Dengan komposisi yang cenderung ke warna jazz rock LIGRO meng-eksplore sound cukup unik dari set alat drum yang dimodifikasi dariĀ  kendang sunda.Stage 1 ditutup dengan penampilan pianis berbakat David Manuhutu yang lebih banyak membawakan komposisi swing.

Stage 2 yang berada di dalam koridor pintu depan sebelum masuk ruang utama sabuga yang diberi tag line What Jazz Is It yang berarti menampilkan musisi jazz yang mengeksplore proses kreatifnya ke konsep world music.Anime String Quartet mengawali penampilan, disusul dari Nita Aartsen yang ditemani vokalis Steve Wilson mencoba meramu jazz dari lagu-lagu basic klasik.Kelompok 4 Peniti meramu instrument biola,gitar akustik,drum,bass akustik diantaranya mereka membawakan lagu Bad milik Michael Jackson dengan aransemn swing jazz.Perform berikutnya ada Archipelago yang khas membawakan lagu-lagu daerah di Indonesia dalam aroma jazz ,seperti lagu es lilin,prahu layar,ayam de lampe dalam aroma jazz.Harry Toledo tampil komunikatif dengan audience saat membawakan beberapa komposisinya,2 lagu yang dimainkan diambil dari album barunya yang akan dilaunching Januari 2010 yaitu Smile Again dan Stay Cool.Di stage 2 ini diakhiri dengan penampilan grup Seratus Persen yang daftar pemainnya ada 2 terompet,4 pemain gamelan sunda,bass,perkusi,kendang,ketipung dan drum.Mereka membawakan lagu etnik sunda dipadu dengan jazz.Pada lagu kedua dengan vokalisnya Bivi meramu rap gaya sunda,ada juga lagu Dirimu Hadir yang cukup menjalin koor interaktif dengan penonton,kolaborasi dengan pemain perkusi cilik menutup penampilan kelompok ini.

Pigalle dari Belanda

Stage Utama di dalam Gedung Sabuga mengangkat tag line A Voice Of A New World yang intinya musisi atau kelompok yang ditampilkan adalah yang mengusung konseptual kreasi warna musik baru dari unsur beragam tradisi di dunia dengan balutan jazz.

Dibuka dengan opening ceremony oleh Jendela Ide All Percussion yang menampilkan siswa-siswa SD di Bandung tidak kurang 30 lebih personil dengan harmonisasi beragam alat perkusi menghasilkan sound yang menarik.Disusul perform Karinding Collaborative.Karinding sendiri adalah instrument kecil terbuat dari bambu yang dimainkan secara berkelompok.Grup ini anggotanya Bintang Manira,Yudi Taruna,Wawan Kurniawan,Egon Firman dan Iman Rahman. Sound yang keluar dari alat kecapi dan zither dipadu musik elektrik lainnya menjadi sajian khas kelompok ini.Dari India grup TAAL TANTRA sangat ekspresif mereka memadukan warna musik tradisional India dengan jazz yang bernuansa Eropa.Sisi menonjol dari Taal Tantra adalah kekompakan dalam bermain dengan individu dan alat musik yang komplek seperti gong,tabla,perkusi,saxophone dank has alat tiup India yang memunculkan varian harmoni suaran yang indah dan memukau.Pigalle 44 dari Belanda dengan konsep jazz gipsi serta ramuan be bop,latin dan penerapan modern jazz menjadi daya tarik kelompok ini.Grup asal Solo I Wayan Sadra Sono Seni Ensembel perform berikutnya, grup ini berusaha menjembatani antara musik kontemporer dan musik mainstream,pop,jazz,rock dan bentuk-bentuk musik popular lainnya.Dengan instrument unik seperti jimbe,erhu,saruwan,saron,gender,gong,suling,kecapi membuat warna world music betul-betul tercermin di kelompok ini.Kelompok DEBU menutup Bandung World Jazz Festival hari pertama dengan konsep ramuan worl music dengan penonjolan dari genre musik padang pasir. ( Eko Adji )

Live perfomance dari DEBU





IFC

5 12 2009





Golkar Kabupaten/Kota juga segera gelar Musda

4 12 2009

PALEMBANG – Musyawarah Partai Golkar tingkat kabupaten/kota di Sumsel dijadwalkan dilangsungkan Desember 2009 hingga Januari 2010. Jadwal tersebut melampaui jadwal yang ditetapkan oleh DPP Partai Golkar, dimana Musda DPD Partai Golkar kabupaten/kota se Sumsel dijadwalkan awal hingga akhir Desember.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Edward Jaya mengakui bahwa waktu penyelenggaraan musda diseluruh Sumsel melampaui target yang ditetapkan oleh DPP Partai Golkar yakni hanya satu bulan. “Tetapi kita akan menyampaikan informasi itu dan meminta waktu tambahan dengan alasan waktu,” jelas Edward, Jumat (4/12).

Menurutnya dengan 15 kabupaten/kota se Sumsel dan waktu yang dibutuhkan menggelar musda paling singkat dua hari, artinya jadwal musda menjadi sangat padat. Selain itu ditambah dengan kesibukan DPD Partai Golkar Sumsel, sehingga waktu satu bulan dinilai tidak mencukupi.

Dijelaskan bahwa saat beberapa DPD Partai Golkar kabupaten/kota di Sumsel belum menyampaikan jadwal musda. Namun sebagian sudah ada jadwalnya. Diantaranya OKI tanggal 5 Desember, Ogan Ilir 18 Desember, Mura 13-14 Desember, Empatlawang, 25-26 Desember, Lubuklinggau 12 Desember, Pagaralam 27 Desember dan Lahat 28-29 Desember 2009. “DPD Partai Golkar Kota Palembang sendiri belum ada jadwal pasti untuk penyelenggaraan musda,” ujar Edward.(Sripo/Jon)





Dewan Akan Gagas Perda Pelayanan Publik

4 12 2009

PALEMBANG – Provinsi Sumsel seharusnya punya Perda Standar Pelayanan Publik. DPRD Sumsel dalam waktu dekat akan menggagas Perda Pelayanan Publik dengan menggunakan hak inisiatif dewan. Saat ini di Provinsi Sumsel belum ada perda tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD Sumsel, Ahmad Yani ketika ditemui Jumat (4/12). Perda tersebut akan berisi standar pelayanan publik untuk Provinsi Sumsel, termasuk di kabupaten/kota. “Perda tersebut akan mengacu pada UU Pelayanan Publik dengan prinsip bahwa setiap warga negara berhak menikmati pelayanan publik yang baik,” ujarnya.

Dijelaskan Yani, Komisi IV DPRD Sumsel juga berpikiran untuk menggagas sebuah perda yang berisi standar pelayanan publik di Sumsel. Diantaranya mengenai standar dan drainase di sarana pemukiman, kelistrikan, air bersih serta fasilitas umum.

Hak inisiatif tersebut dapat diajukan minimal 10 orang anggota dewan. Para pengusul dapat berasal dari satu fraksi atau lebih di DPRD Sumsel yang saat ini ada. Rencana untuk membuat Perda Pelayanan Publik tersebut secepatnya akan dimasukan dalam program legislasi daerah (prolegda).

Prolegda sendiri akan dibahas dalam Banleg DPRD Provinsi Sumsel bersama dengan usulan perda lainnya atau evaluasi perda lama yang sudah berlaku. Prolegda merupakan program pembuatan aturan atau legislasi daerah dalam jangka waktu setahun.(Sripo/Jon)





Kredit Peternakan kembali disuntik dana

4 12 2009

PALEMBANG – Tahun 2010 program integrasi sawit sapi Sumatera Selatan kembali mendapatkan suntikan dana dari pemerintah pusat dalam bentuk kredit usaha peternakan sebesar 100 Milyar.

Kepala Dinas Peternakan Pemprov Sumsel Asrilazi mengatakan dana 100 Milyar akan diperuntukan bagi 7 kabupaten di Sumsel yang ikut program integrasi sawit sapi sumsel. Dana ini dapat dijadikan tambahan dana sebelumnya sebesar 4 Milyar yang pernah dilouncing di Kabupaten Musi Banyuasin.

Kabupaten yang ikut dalam integrasi itu diantaranya Kabupetan MURA, Muara Enim, OKU, OKUT, Banyuasin, Muba dan Kabupaten OKI. Masing-masing kabupaten diperkirakan akan mendapatkan KUP sebesar 12 M.

Sementara itu, porgram integrasi sawit sumsel saat ini menghasilkan dari anggaran stimulus APBD. berdasarkan data terakhir ternak sapi yang telah lahir mencapai 60 ekor sapi dari bibit sebanyak 100 ekor. Sementara kambing juga telah lahir sebanyak 30 ekor dari jumlah bibit sebanyak 100 ekor. Cepatnya hasil program ini karena bibit merupakan ternak yang sedang hamil dan ini dinilai lebih efektif. (Fatur)





Kendaraan di palembang banyak yang tidak lulus uji emisi

4 12 2009

PALEMBANG – Mayoritas kendaraan di Kota Palembang tidak lolos uji emisi. Dari 100 kendaraan yang diuji 76 kendaraan tidak lolos uji emisi.

Kepala Badan Lingkunga Hidup Sumsel Ahmad Najib mengatakan dominasi gas buang kendaraan yang tidak ramah lingkungan di Kota Palembang menandakan banyaknya kendaraan yang tidak layak jalan. Seharunya menurut ada perangkat yang jelas dan sanksi yang tegas bagi kendaraan yang tidak layak jalan.

Menurut Ahmad Najib, seharusnya kendaraan di kota Palembang sudah berwawasan lingkungan. Apalagi indeks standar pencemaran udara baku gas telah diatur untuk perlu penggunakaan kendaraan yang tidak mengakibatkan pencemaran.

Dia juga menjelaskan pengujian juga telah dilakukan bagi 8 kabupaten kota lainnya. Namun dari hasil pengujian didaerah masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kota Palembang. (Fatur)





Ayo Jangan Telat Lapor SPT

4 12 2009

PALEMBANG – Time Flies. Itu yang saya rasakan, tiba-tiba saja, talkshow bersama Direktorat Jendral Pajak Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung mencapai episode terakhirnya di tahun ini. Rabu (2/12) kemarin, hadir di studio Heru Sumanto dan Syafrianto, yang menjadi narasumber bincang-bincang tersebut, entah kenapa, 60 menit, terasa benar singkatnya. Padahal, (harus saya akui) bahwa menjadi host dalam talkshow sejenis ini, bukan hal yang ringan tentu saja.

Kali itu, talkshow pajak berputar mengenai SPT atau surat pemberitahuan yang harus disampaikan oleh wajib pajak mengenai harta kekayaan miliknya, maupun milik suatu badan. Untuk tahun ini, penyampaian SPT/Surat Pemberitahuan untuk wajib pajak orang pribadi akan jatuh tempo pada Akhir bulan Maret 2010, sementara untuk wajib pajak badan disampaikan selambat-lambatnya pada akhir April 2010.

Jika lewat dari situ? “Akan dikenakan denda,” ujar Heru. Denda yang dikenakan bagi wajib pajak pribadi dan badan tentu tidak sama. Tetapi ada juga yang menyamakan yakni terdapat dua denda. yaitu masing-masing denda keterlambatan membayar pajak, pemerintah akan memungut bunga keterlambatan 2% atas pajak terutang. “Sebetulnya tidak perlu memikirkan denda kalau melaporkannya tepat,” imbau Syafrianto.

Penyampaian SPT ini sederhana koq’. terdapat tiga jenis form SPT yakni 1770, 1700 S dan 1770 SS. S di situ stands for ‘Sederhana’, jadi kalau S nya satu berarti sederhana, kalau S nya dua berarti sangat sederhana. Pembagian form ini untuk memudahkan para pelapor SPT untuk mengklasifikasikan diri mereka masing-masing sesuai dengan kriteria penghasilan yang dimiliki. Kalaupun misalnya Anda masih bingung tentang ini, gampang aja, tinggal kring pajak di 500200. (vira)





Disnak Sumsel turunkan tim investigasi ke OI

3 12 2009

PALEMBANG – Terkait laporan ada gejala flu burung di Kabupaten Ogan Ilir dengan indikasi matinya unggas secara bersamaan maka dinas peternakan provinsi menerjunkan tim ke lokasi.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumsel Asrilazi mengatakan secara observasi matinya ratusan ternak di OI mirip dengan flu burung namun belum dipastikan. Sample darah baru akan dikirim ke laboratorium dilampung untuk di uji.

Hasilnya menurut Asrilazi baru akan dapat diketahui dalam 3 hari mendatang. Namun pihaknya memprediksi matinya ratusan ternak di OI hanyalah penyakit MD biasa.

Jika benar positif flu burung maka pihaknya akan segera melakukukan isolasi terutama kota terdekat agar tidak masuk atau menyebar. Selain itu juga akan ada pemusnahan ternak unggas dikawasan tersebut agar tidak menyebar. (Fatur)





Pemerintah pusat tentukan nasib OKUS, Maret 2010

3 12 2009

PALEMBANG – Kabupaten OKU Selatan nasibnya akan ditentukan pada bulan maret mendatang, pasalnya mendagri akan membahas kabupaten pemekaran yang tidak berhasil melakukan pembangunan.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Sumsel Rusli Nawi Kepada Pers di Media Center Pemprov Sumsel.

Dia mengatakan di Sumsel kabupaten pemekaran yang dianggap tidak berhasil melakukan pembangunan adalah OKU selatan sehingga nasibnya akan ditentukan pada bulan maret mendatang, apakah akan kembalikan ke Kabupaten Induk atau tidak?.

“Jika dikembalikan ke kabupaten Induk maka akan ada kerugian besar” Ungkap Rusli.

Kerugian itu menurut Rusli diantaranya DPRD yang baru terpilih akan bubar, polres juga akan bubar sedangkan OKUS kembali menjadi kecamatan-kecamatan.

Kegagalan-kegagalan OKUS dinilai dari PAD nya yang hanya 2 Milyar pertahun dalam kurun waktu 5 tahun pertama usai pemekaran sementara anggaran hanya ditopang dari DAU pusat sebesar 450 Milyar pertahun.

“Jika DAU dicabut maka OKUS tidak dapat membiayai kabupatennya” Tegasnya

Berdasarkan geografis sebetulnya potensi OKU sangat banyak diantaranya pertambangan Marmer, Minyak, Batubara, perkebunan kopi dan wisata danau ranau yang panoramanya tercantik setelah danau Toba Sumatera Utara. Namun kesemuanya belum tereksplorasi secara maksimal oleh pemerintah daerah.(Fatur)